{"id":87299,"date":"2025-11-03T10:02:51","date_gmt":"2025-11-03T03:02:51","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=87299"},"modified":"2025-11-03T10:02:51","modified_gmt":"2025-11-03T03:02:51","slug":"senin-03-november-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=87299","title":{"rendered":"Senin, 03 November 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSenin 03 November 2025<br \/>\nLukas 14:13 (Luk 14:12-14)<br \/>\nYesus berkata kepada orang yang mengundang Dia, \u201cTetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta. Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar.&#8221;<\/p>\n<p>Kebahagiaan Karena Taat Pada Perintah Allah<\/p>\n<p>Yesus selalu memberi contoh yang sangat radikal untuk menantang kita dalam membuat pilihan-pilihan hidup. Coba simak kata-kata Yesus ini:<br \/>\n\u201dJika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu \u2026. Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.\u201d (Mat 5:29,30).<br \/>\n\u201dSiapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.\u201d (Mat 5:39).<br \/>\n\u201dJikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.&#8221; (Mat 19:21)<br \/>\nDan masih banyak lagi\u2026.<\/p>\n<p>Memang tidaklah mudah melakukan semua nasehat Yesus ini. Namun dari sini kita melihat betapa Yesus ingin agar kita \u201cterlebih dahulu mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.\u201d (Mat 6:33).<br \/>\nInilah sumber kebahagiaan kita, menjadi anak-anak Kerajaan Allah, yang menaruh kebahagiaannya pada ketaatan mengikuti perintah Allah untuk \u2018memberi dengan tulus hati, bahkan dengan cuma-cuma, bekerja tanpa pamrih, rela menyerahkan seluruh hidup untuk melayani Tuhan, rela berkorban demi cinta kepada Tuhan dan sesama.<\/p>\n<p>Kita tidak melakukan apapun demi popularitas, untuk mendapatkan pujian atau penghargaan, apalagi hanya sekedar pencitraan, tapi semuanya datang dari hati yang tulus, ikhlas dalam memberi dan berbagi.<br \/>\nDengan mengosongkan diri kita menemukan kesejatian diri kita sebagai anak-anak kesayangan Allah yang hanya berharap pada cinta Bapa di surga.<br \/>\nInilah kebahagiaan kita, menjadikan hidup kita saluran berkat Allah dan tanda kehadiran Allah sendiri yang selalu mencukupkan kebutuhan hidup kita.<\/p>\n<p>Semangat Senin. Mari menjadi saluran berkat Tuhan.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 03 Nov 2025<br \/>\nSenin Pekan Biasa XXXI<br \/>\nPF S. Martinus de Porres, Biarawan<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 8:31b-32<br \/>\nBacaan Injil: Luk 14:12-14<br \/>\n***********<br \/>\nBait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 8:31b-32<br \/>\nJika kalian tetap dalam firman-Ku, kalian benar-benar murid-Ku,<br \/>\ndan kalian akan mengetahui kebenaran.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nLuk 14:12-14<br \/>\nJanganlah mengundang sahabat-sahabatmu,<br \/>\nmelainkan undanglah orang-orang miskin dan cacat.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Lukas:<\/p>\n<p>Yesus bersabda kepada orang Farisi yang mengundang Dia makan,<br \/>\n&#8220;Bila engkau mengadakan perjamuan siang atau malam,<br \/>\njanganlah mengundang sahabat-sahabatmu, saudara-saudaramu,<br \/>\nkaum keluargamu, atau tetangga-tetanggamu yang kaya,<br \/>\nkarena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula,<br \/>\ndan dengan demikian engkau mendapat balasnya.<br \/>\nTetapi bila engkau mengadakan perjamuan,<br \/>\nundanglah orang-orang miskin, cacat, lumpuh dan buta.<br \/>\nMaka engkau akan berbahagia,<br \/>\nkarena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalas engkau.<br \/>\nSebab engkau akan mendapat balasnya<br \/>\npada hari kebangkitan orang-orang benar.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201cApabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta.Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar.\u201d (Luk 14: 13 \u2013 14)<\/p>\n<p>Dalam Injil hari ini, Yesus memberikan ajaran yang langsung menyentuh hati. Sabda-Nya mengajak kita untuk melihat dengan mendalam motif di balik kemurahan hati kita.<\/p>\n<p>Mengapa Anda memberi? Saat kita memberi, sering kali motivasi kita tidak selalu baik dan jernih, dan sayangnya, kita tidak selalu menyadari ketidakmurnian motif kita. Ada yang memberi karena kewajiban, seolah-olah memenuhi upeti atau membayar utang kepada Tuhan. Yang lain memberi dengan harapan mendapatkan sesuatu sebagai balasan\u2014mungkin pengakuan, hormat, atau pujian. Ada pula yang memberi untuk merasa superior, untuk berdiri di atas mereka yang berkebutuhan, dan dengan demikian melukai martabat orang yang mereka klaim mereka bantu. Pemberian semacam itu bukanlah cinta, melainkan kesombongan yang menyamar sebagai amal.<\/p>\n<p>Yesus menunjukkan cara yang berbeda: pemberian sejati mengalir dari cinta, bukan perhitungan. Ia tidak mencari imbalan, pujian, atau balasan. Ia mencerminkan hati Allah sendiri, yang memberi dengan bebas dan melimpah ruah, \u201ckarena Allah begitu mengasihi dunia sehingga Ia memberikan Anak-Nya yang tunggal.\u201d Kedermawanan sejati adalah luapan hati yang tidak bisa tidak mencintai.<\/p>\n<p>Ada orang bijak yang berkata: pemberian tertinggi adalah ketika sang pemberi dan penerima tidak saling mengenal. Hal ini melindungi martabat dan menjaga cinta tetap murni. Demikian pula, ketika kita memberi seperti yang Yesus minta, dengan tenang dan bebas, kita turut serta dalam cara Allah sendiri mencintai.<\/p>\n<p>Hari ini, mari kita bertanya pada diri sendiri: mengapa saya memberi? Apakah saya memberi untuk diperhatikan, atau saya memberi karena cinta Kristus mendorong dan menggerakkan saya? Semoga kita belajar memberi seperti Allah \u2014 tanpa menghitung-hitung \u2014 sehingga upah kita ditemukan bukan di dunia ini, tetapi dalam Kerajaan-Nya.<\/p>\n<p>Doa berikut adalah doa St. Ignasius Loyola yang dapat menjadi doa kita, mohon kemurahan hati:<\/p>\n<p>\u201dSang Sabda yang tercinta, ajarlah aku berhati luhur sebagaimana pantas bagiku. Ajarlah aku memberi tanpa pamrih, berjuang tanpa mengeluh kesakitan, dan bekerja tanpa mengharap upah. Ajarlah aku menyerahkan diri sepenuhnya kepada kehendak Allah, sebab satu-satunya yang kuharapkan ialah hasrat yang tulus untuk selalu melaksanakan kehendak\u2013Nya di dalam segala-galanya. Amin.\u201d<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas di pekan yang baru. \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764\ufe0f<br \/>\n\u2764\ufe0e.<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"jVrOVDncMP\"><p><a href=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/mengapa-memberi\/\">Mengapa Memberi<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Mengapa Memberi&#8221; &#8212; Sacerdos2000\" src=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/mengapa-memberi\/embed\/#?secret=PMSYXzQdSw#?secret=jVrOVDncMP\" data-secret=\"jVrOVDncMP\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Senin 03 November 2025 Lukas 14:13 (Luk 14:12-14) Yesus berkata kepada orang yang mengundang Dia, \u201cTetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta. Dan engkau&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-87299","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/87299","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=87299"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/87299\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":87300,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/87299\/revisions\/87300"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=87299"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=87299"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=87299"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}