{"id":87233,"date":"2025-11-02T08:19:31","date_gmt":"2025-11-02T01:19:31","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=87233"},"modified":"2025-11-02T08:19:31","modified_gmt":"2025-11-02T01:19:31","slug":"minggu-02-november-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=87233","title":{"rendered":"Minggu, 02 November 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nMinggu 02 November 2025<br \/>\nPengenangan Semua Arwah Orang Beriman<br \/>\nYohanes 6:39 (Yoh 6:37-40)<br \/>\n\u201dInilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman.\u201d<\/p>\n<p>Doa Dan Cinta Kita Bagi Orang Yang Sudah Meninggal<\/p>\n<p>Allah Bapa menghendaki agar tak ada satupun putra putriNya yang tersesat dan hilang. Dalam Yesus, Allah menganugerahkan keselamatan kekal bagi yang percaya kepadaNya.<br \/>\nNamun keselamatan bukanlah sesuatu yang otomatis, serta merta, dan langsung jadi. Rahmat Allah harus disertai upaya dan perjuangan dari pihak orang beriman.<br \/>\nFirman Tuhan berkata, \u201cJika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.\u201d (Yak 2:17).<\/p>\n<p>Keselamatan mesti diperjuangkan. Oleh karena itu Yesus meminta kita menyangkal diri, memikul salib dan mengikuti Dia. Yesus bersabda, \u201cMasuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.&#8221; (Mat 7:13-14). &#8220;Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu!\u201d (Luk 13:24a).<\/p>\n<p>Harus kita akui bahwa banyak yang berhasil melewati pintu yang sesak itu karena kepenuhan iman dan kasihnya akan Allah. Namun begitu banyak yang pada saat meninggal dunia belum bisa melewati pintu yang sesak itu karena beban dosa semasa hidupnya. Mereka belum sempat menyesali semuanya dan bertobat, padahal saatnya sudah selesai.<br \/>\nSementara itu, Alkitab berkata, \u201cOrang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang boleh berdiri di tempatNya yang kudus.\u201d (Mzm 24:3-4).<br \/>\nUntuk itulah kita diminta untuk mendoakan mereka yang telah meninggal agar oleh kerahiman Allah, dosa mereka dapat diampuni, dan mereka dapat memasuki gerbang surgawi.<br \/>\nOrang yang telah meninggal tak dapat lagi berdoa bagi dirinya. Kita yang masih hidup yang diberi waktu oleh Tuhan untuk mendoakan mereka. (Yes 38:18).<br \/>\nSebut dalam doa, bawa dalam Ekaristi nama anggota keluarga kita yang sudah meninggal. Secara khusus pada hari wafatnya. Doakan dia\/mereka.<br \/>\nKematian tak dapat memisahkan kita dari cinta Kristus (Roma 8:3829). Doa kita adalah tanda iman dan cinta untuk mereka yang sudah meninggal. Doa dan cinta menembus ruang dan waktu.<\/p>\n<p>Mari kita doakan selalu doa Fatima ini:<br \/>\n\u201dYa Yesus yang baik, ampunilah dosa-dosa kami, selamatkanlah kami dari api neraka, dan hantarkanlah jiwa-jiwa ke dalam Surga, terutama mereka yang sangat membutuhkan kerahimanMu. Amin.\u201d<\/p>\n<p>\u2019Semoga jiwa-jiwa orang beriman beristirahat dalam ketenteraman karena kerahiman Tuhan. Amin\u2019.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 02 Nov 2025<br \/>\nMinggu Pekan Biasa XXXI<br \/>\nWarna Liturgi: Ungu<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 6:40<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 6:37-40<br \/>\n**********<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 6:40<br \/>\nInilah kehendak Bapa-Ku,<br \/>\nyaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku,<br \/>\njangan ada yang hilang,<br \/>\ntetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 6:37-40<br \/>\nSetiap orang yang percaya kepada Anak Allah<br \/>\nberoleh hidup yang kekal,<br \/>\ndan Tuhan akan membangkitkannya pada akhir zaman.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Dalam rumah ibadat di Kapernaum<br \/>\nYesus berkata kepada orang banyak,<br \/>\n&#8220;Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku,<br \/>\ndan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.<br \/>\nSebab Aku telah turun dari surga<br \/>\nbukan untuk melakukan kehendak-Ku,<br \/>\ntetapi untuk melakukan kehendak Dia<br \/>\nyang telah mengutus Aku.<\/p>\n<p>Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku,<br \/>\nyaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku<br \/>\njangan ada yang hilang,<br \/>\ntetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman.<br \/>\nSebab inilah kehendak Bapa-Ku,<br \/>\nyaitu supaya setiap orang,<br \/>\nyang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya<br \/>\nberoleh hidup yang kekal,<br \/>\ndan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>Peringatan Arwah semua orang beriman<\/p>\n<p>\u201cSebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman,\u201d (Yoh 6: 40).<\/p>\n<p>Kematian akan selalu tetap menjadi misteri dan sesuatu yang \u201cmenyakitkan\u201d. Namun sebagai orang Kristen kita hidup dalam iman dan harapan. Jika kita memiliki cukup iman, kita akan menghadapi kematian tanpa rasa takut dan menyambutnya sebagai kepulangan di rumah Bapa. Dalam iman kita, tidak ada tempat untuk kekhawatiran bahwa dalam kematian Allah akan meninggalkan umat-Nya, pekerjaan tangan-Nya, gambar dan rupa-Nya, untuk siapa Kristus mati dan bangkit dari antara orang mati. Tuhan tidak akan membiarkan kita binasa untuk selama-lamanya. Di dalam Kristus, kita memiliki janji Allah bahwa kita akan bangkit dari kematian untuk kemuliaan dan sukacita kekal. Dengan harapan ini, hari ini kita menyerahkan semua orang beriman yang telah meninggal ke tangan Allah yang hidup.<\/p>\n<p>Dalam rangka Hari Raya memperingati arwah semua orang beriman (2 November), setiap orang Katolik memperoleh indulgensi penuh bagi orang yang sudah meninggal. Caranya: mengunjungi makam atau mendoakan arwah dari tanggal 1 \u2013 8 November. Indulgensi artinya kelunakan hati, kelembutan hati, kemurahan hati, pengampunan dan pembebasan. Indulgensi itu akan dikaruniakan Tuhan kepada saudara-saudara kita yang didoakan. Namun jika ternyata mereka yang kita doakan itu sudah naik surga, maka rahmat tersebut akan dilimpahkan kepada kita.<\/p>\n<p>Saat kita mengenangkan orang-orang tercinta yang telah meninggal hari ini, kita juga ingat akan kematian kita sendiri. Pertanyaan terpenting adalah: apakah kita siap menghadapi saat yang tak terelakkan itu, saat kita mempertanggungjawabkan kehidupan kita di hadapan Tuhan? Mempersiapkan kematian bisa berarti melakukan perbuatan baik sementara kita masih punya waktu di dunia ini. Tuhan kita dengan jelas mengatakan: &#8220;Kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya,&#8221; (Mat 6:20).<\/p>\n<p>Mengenangkan saudara-saudari kita yang sudah meninggal kita dihadapkan pada dua hal: belas kasih Allah dan tanggungjawab kita. Karena belas kasih-Nya, Ia tidak akan membiarkan seorang pun hilang, melainkan akan dikaruniai kehidupan kekal. Namun kasih karunia itu juga membutuhkan tanggapan kita yang kita wujudkan dalam perjuangan hidup kita sehari-hari sebagai hamba-Nya yang setia, dalam usaha kita melaksanakan perintah-Nya untuk saling mengasihi.<\/p>\n<p>Semoga Tuhan, pada akhir hari-hari hidup kita, mengenali kita sebagai hamba yang baik dan setia. Semoga Bunda Maria, menemani kita dalam perjalanan kita, sehingga suatu hari kita dapat bersukacita bersama para kudus, bersatu dengan semua orang beriman yang telah meninggal dalam pelukan abadi Allah.<\/p>\n<p>Tuhan, saat kami mengenangkan saudara-saudari kami yang telah meninggal, teguhkanlah pengharapan kami akan kehidupan kekal. Semoga kami, umat-Mu yang masih berziarah, menanggapi kasih-Mu dengan menjadikan hidup kami sebagai tanda kasih-Mu bagi setiap orang yang kami jumpai. Amin.<\/p>\n<p>Selamat hari Minggu. Selamat mendoakan saudara-saudari kita yang sudah meninggal. Berkat Tuhan berlimpah. \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764\ufe0f<br \/>\n\u2764\ufe0e.<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"ZYVMDrBFCc\"><p><a href=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/belas-kasih-allah-dan-tanggung-jawab-kita\/\">Belas Kasih Allah dan Tanggung Jawab Kita<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Belas Kasih Allah dan Tanggung Jawab Kita&#8221; &#8212; Sacerdos2000\" src=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/belas-kasih-allah-dan-tanggung-jawab-kita\/embed\/#?secret=5J8RsDEief#?secret=ZYVMDrBFCc\" data-secret=\"ZYVMDrBFCc\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Minggu 02 November 2025 Pengenangan Semua Arwah Orang Beriman Yohanes 6:39 (Yoh 6:37-40) \u201dInilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang,&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-87233","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/87233","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=87233"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/87233\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":87234,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/87233\/revisions\/87234"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=87233"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=87233"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=87233"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}