{"id":87029,"date":"2025-10-29T15:38:45","date_gmt":"2025-10-29T08:38:45","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=87029"},"modified":"2025-10-29T15:38:45","modified_gmt":"2025-10-29T08:38:45","slug":"rabu-29-oktober-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=87029","title":{"rendered":"Rabu, 29 Oktober 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nRabu 29 Oktober 2025<br \/>\nLukas 13:24 (Luk 13:22-30)<br \/>\n\u201dBerjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat._<\/p>\n<p>Menjadi Pejuang Iman Yang Sejati<\/p>\n<p>Hidup adalah perjuangan terus menerus. Sejak awal kehidupan kita, perjuangan selalu mengawali setiap tahapan hidup. Secara biologis oleh relasi intim suami istri, terjadilah proses pembuahan antara sel telur ibu dan sel sperma ayah. Dari jutaan sel sperma hanya satu yang dapat membuahi sel telur ibu. Yang satu itu adalah kita, karena kita telah terlahir ke dunia.<br \/>\nItu berarti, kita telah mengawali hidup ini dengan perjuangan untuk meraih kemenangan dan terlahir sebagai pemenang.<br \/>\nPerjuangan kita berlanjut dari tahap bayi, masuk ke kanak-kanak, remaja, dewasa dan seterusnya. Semuanya adalah proses perjuangan terus menerus untuk melangkah ke tahap selanjutnya dalam hidup, meninggalkan zona nyaman dan memasuki tahapan yang lebih tinggi dan lebih dewasa. Demikian halnya dengan sekolah. Dari TK, SD, SMP, SMA dan seterusnya.<\/p>\n<p>Hal yang sama berlaku untuk perjuangan iman meraih keselamatan kekal.<br \/>\nSebagaimana kita harus meninggalkan zona nyaman dalam setiap tahap pertumbuhan demikian juga kita harus meninggalkan zona nyaman dalam proses beriman agar kita kuat berakar, terus bertumbuh dan berbuah.<br \/>\nYesus melatih kita untuk kuat berjuang dengan tabah dengan cara memberi kita salib kehidupan yang harus kita pikul. Bagaikan prajurit yang harus dilatih memikul beban di pundak dan senjata di tangan, demikian Yesus melatih kita menjadi prajurit Kerajaan Allah yang harus berperang melawan kejahatan dan godaan Iblis, terutama yang ada dalam diri sendiri.<br \/>\nKita harus berjuang melawan cinta diri, egoisme, amarah, dendam dan dengki, untuk meraih kemenangan.<\/p>\n<p>Di balik perjuangan salib, ada kemenangan iman, itulah Paskah abadi bagi kita. Jangan pernah menyerah, kita tak sendirian, Yesus menguatkan kita, Roh KudusNya selalu menolong kita, dan umat Allah sebagai keluarga kita, berjalan bersama, mencapai keselamatan.<br \/>\nMari menjadi pejuang iman yang sejati, bukan sendirian tapi bersama komunitas kita. Jangan pernah terpisah dari Tuhan dan umatNya. Tidak perlu menjadi yang terbaik, tapi teruslah berjuang berbuat baik dan memberi yang terbaik.<\/p>\n<p>Selamat hari Rabu. Mari melanjutkan perjuangan, Tuhan Yesus menguatkan kita.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 29 Okt 2025<br \/>\nRabu Pekan Biasa XXX<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: 2Tes 2:14<br \/>\nBacaan Injil: Luk 13:22-30<br \/>\n***********<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\n2Tes 2:14<br \/>\nAllah telah memanggil kita<br \/>\nuntuk memperoleh kemuliaan Tuhan kita Yesus Kristus.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nLuk 13:22-30<br \/>\nMereka datang dari timur dan barat,<br \/>\ndan akan duduk makan di dalam kerajaan Allah.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Lukas:<\/p>\n<p>Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem<br \/>\nYesus berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa<br \/>\nsambil mengajar.<br \/>\nMaka bertanyalah orang kepada-Nya,<br \/>\n&#8220;Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?&#8221;<\/p>\n<p>Jawab Yesus kepada orang-orang di situ,<br \/>\n&#8220;Berusahalah masuk melalui pintu yang sempit itu!<br \/>\nSebab Aku berkata kepadamu,<br \/>\n&#8216;banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat.<br \/>\nJika tuan rumah telah bangkit dan menutup pintu,<br \/>\nkalian akan berdiri di luar<br \/>\ndan mengetok-ngetok pintu sambil berkata,<br \/>\n&#8216;Tuan, bukakan pintu bagi kami.&#8217;<br \/>\nTetapi dia akan berkata,<br \/>\n&#8216;Aku tidak tahu dari mana kalian datang.&#8217;<br \/>\nMaka kalian akan berkata,<br \/>\n&#8216;Kami telah makan dan minum di hadapan-Mu,<br \/>\ndan Engkau telah mengajar di jalan-jalan kota kami.&#8217;<\/p>\n<p>Tetapi ia akan berkata,<br \/>\n&#8216;Aku tidak tahu dari mana kalian datang.<br \/>\nEnyahlah dari hadapan-Ku,<br \/>\nhai kalian semua yang melakukan kejahatan!&#8217;<br \/>\nDi sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi,<br \/>\napabila kalian melihat<br \/>\nAbraham dan Ishak dan Yakub dan semua nabi<br \/>\nada di dalam Kerajaan Allah,<br \/>\ntetapi kalian sendiri dicampakkan ke luar.<br \/>\nDan orang akan datang dari Timur dan Barat, dari Utara dan Selatan,<br \/>\ndan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah.<br \/>\nIngatlah, ada orang terakhir yang akan menjadi terdahulu,<br \/>\ndan ada orang terdahulu yang akan menjadi yang terakhir.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201cAda seorang yang berkata kepada-Nya: &#8220;Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?&#8221; Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: &#8220;Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat.\u201d (Luk 13: 23 \u2013 24)<\/p>\n<p>Dalam Injil hari ini, seseorang mengajukan pertanyaan yang mengejutkan kepada Yesus: \u201cTuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?\u201d Orang itu mungkin menganggap bahwa keselamatan secara otomatis diberikan kepada orang Yahudi, sementara orang-orang non-Yahudi akan ditolak. Namun, jawaban Yesus pasti mengejutkan, bukan hanya baginya, tetapi bagi kita semua.<\/p>\n<p>Dengan jelas Yesus menyatakan bahwa masuk ke dalam Kerajaan Allah tidaklah otomatis. Benar, keselamatan adalah anugerah, tetapi membutuhkan tanggapan kita \u2014 perjuangan seumur hidup, usaha dari hari ke hari. Kata yang digunakan Yesus untuk \u201cberjuang\u201d memiliki akar yang sama dengan \u201cpenderitaan.\u201d Hal ini menyiratkan usaha yang nyata, perjuangan hati dan jiwa.<\/p>\n<p>Di sinilah letak bahayanya bagi kita: terkadang kita membayangkan bahwa setelah kita berkata \u201cya\u201d kepada Yesus, kita bisa santai dan menganggap perjalanan telah selesai. Tetapi mengikuti Kristus tidak pernah berarti \u201cdiam di tempat\u201d. Mengikuti Kristus itu seperti mendaki gunung: setiap hari membutuhkan langkah ke atas hingga kita mencapai puncak, yakni Allah sendiri. Di makam seorang pendaki gunung, tertulis kata-kata berikut: \u201cDia meninggal saat mendaki.\u201d Itulah yang seharusnya menjadi gambaran hidup Kristiani.<\/p>\n<p>Yesus juga memperingatkan kita agar iman kita tidak hanya berhenti pada \u201ckulitnya\u201d saja. Beberapa orang dalam Injil berkata, \u201cKami telah makan dan minum bersama-Mu, dan Engkau mengajar di jalan-jalan kami.\u201d Namun, kedekatan eksternal dengan Kristus tidak sama dengan persahabatan batin dengan-Nya. Kita tidak dapat bergantung pada iman nenek moyang kita atau pada budaya Kristen di sekitar kita. Tidak cukup juga bagi kita hanya tahu tentang Tuhan atau datang ke Misa untuk \u201cmakan bersama\u201d Tuhan atau membaca Kitab Suci. Kita harus hidup sebagai murid-murid-Nya dan mengamalkan firman-Nya. Jika tidak, seolah-olah kita tidak mengenal-Nya dan Dia pun tidak mengenal kita.<\/p>\n<p>Hari ini, Tuhan memanggil kita untuk terus mendaki, terus berjuang, dan tidak pernah puas dengan iman yang suam-suam kuku. Mari kita mohon anugerah untuk berjalan setiap hari bersama Yesus \u2014 sehingga ketika pintu dibuka, Dia akan mengenal kita sebagai sahabat-sahabat-Nya.<\/p>\n<p>Tuhan, bantu kami agar iman kami menjadi hubungan personal dengan-Mu, misi kami menjadi pelayanan nyata, dan setiap hari kami hidup sebagai sahabat-sahabat-Mu. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas. Teruslah berjuang! \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764\ufe0f<br \/>\n\u2764\ufe0e.<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"cu1NGaYKEf\"><p><a href=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/berjuang-demi-kerajaan-allah\/\">Berjuang demi Kerajaan Allah<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Berjuang demi Kerajaan Allah&#8221; &#8212; Sacerdos2000\" src=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/berjuang-demi-kerajaan-allah\/embed\/#?secret=06Fw73s905#?secret=cu1NGaYKEf\" data-secret=\"cu1NGaYKEf\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Rabu 29 Oktober 2025 Lukas 13:24 (Luk 13:22-30) \u201dBerjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat._ Menjadi Pejuang&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-87029","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/87029","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=87029"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/87029\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":87030,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/87029\/revisions\/87030"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=87029"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=87029"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=87029"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}