{"id":86868,"date":"2025-10-25T06:18:04","date_gmt":"2025-10-24T23:18:04","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=86868"},"modified":"2025-10-25T06:18:04","modified_gmt":"2025-10-24T23:18:04","slug":"sabtu-25-oktober-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=86868","title":{"rendered":"Sabtu, 25 Oktober 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSabtu 25 Oktober 2025<br \/>\nLukas 13:7 (Luk 13:1-9)<br \/>\nLalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!\u201d<\/p>\n<p>Ayo Berbuah Di Manapun Kita Ditanam<\/p>\n<p>Kita ditanam Tuhan di bumi ini untuk menghasilkan buah, karena kita adalah pohon buah dan bukan tanaman hias. Kita adalah pohon bagian dari pohon anggur seperti perumpamaan Yesus (Yoh 15:1-8). Supaya kita dapat berbuah maka kita mesti menyatu dengan Yesus dan tinggal dalam Dia, sang Pokok Anggur.<br \/>\nYesus menghendaki agar kita tidak hanya menjadi penerima rahmat Allah namun tidak menghasilkan apa-apa. Yesus ingin agar kita menghasilkan buah, antara lain buah pertobatan, buah kebaikan atau buah roh, yakni kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri (Gal 5:22-23).<br \/>\nSemua buah ini adalah hasil dari sebuah proses mengoptimalkan apa yang sudah kita terima dari Tuhan, yakni anugerah hidup, talenta dan semua kapasitas diri kodrati serta lebih dari itu, anugerah adikodrati yaitu iman, harap dan kasih.<\/p>\n<p>Janganlah kita hanya menjadi penerima yang pasip seperti benalu atau parasit, tapi jadilah pembagi rahmat Allah yang produktif, rajin dan murah hati.<br \/>\nBerbuahlah di manapun kita ditanam. Oleh karena itu pupuklah tanah hati kita dengan siraman Firman Tuhan setiap hari, agar kita semakin menyatu hati dengan Yesus. Biarlah kasih Tuhan mengalir tak henti di relung hati kita sehingga kita selalu bertumbuh subur dalam iman dan pengharapan serta selalu tergerak hati oleh belaskasihan.<\/p>\n<p>Ingatlah kata Yesus, \u201cDari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.\u201d (Mat 7:16a). Biarlah Allah Bapa yang baik dikenal dari buah-buah kebaikan kita. Orang dapat menyaksikannya dan memuji Bapa di surga yang menciptakan kita.<\/p>\n<p>Selamat berakhir pekan. Mari berbagi buah kasih Tuhan.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 25 Okt 2025<br \/>\nSabtu Pekan Biasa XXIX<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yeh 33:11<br \/>\nBacaan Injil: Luk 13:1-9<br \/>\n************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYeh 33:11<br \/>\nTuhan telah berfirman,<br \/>\n&#8220;Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik,<br \/>\nmelainkan kepada pertobatannya supaya ia hidup.&#8221;<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nLuk 13:1-9<br \/>\nJikalau kalian semua tidak bertobat,<br \/>\nkalian pun akan binasa dengan cara demikian.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Lukas:<\/p>\n<p>Pada waktu itu beberapa orang datang kepada Yesus<br \/>\ndan membawa kabar tentang orang-orang Galilea,<br \/>\nyang dibunuh Pilatus,<br \/>\nsehingga darah mereka tercampur dengan darah kurban yang mereka persembahkan.<br \/>\nBerkatalah Yesus kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya<br \/>\ndaripada semua orang Galilea yang lain,<br \/>\nkarena mereka mengalami nasib itu?<br \/>\nTidak! kata-Ku kepadamu.<br \/>\nTetapi jikalau kalian tidak bertobat,<br \/>\nkalian semua pun akan binasa dengan cara demikian.<br \/>\nAtau sangkamu<br \/>\nkedelapan belas orang yang mati ditimpa menara dekat Siloam,<br \/>\nlebih besar kesalahannya<br \/>\ndaripada semua orang lain yang diam di Yerusalem?<br \/>\nTidak! kata-Ku kepadamu.<br \/>\nTetapi jikalau kalian tidak bertobat,<br \/>\nkalian semua pun akan binasa dengan cara demikian.&#8221;<br \/>\nKemudian Yesus menceriterakan perumpamaan ini,<br \/>\n&#8220;Ada seorang mempunyai pohon ara,<br \/>\nyang tumbuh di kebun anggurnya.<br \/>\nIa datang mencari buah pada pohon itu, tetapi tidak menemukannya.<br \/>\nMaka berkatalah ia kepada pengurus kebun anggur itu,<br \/>\n&#8216;Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara itu<br \/>\nnamun tidak pernah menemukannya.<br \/>\nSebab itu tebanglah pohon ini.<br \/>\nUntuk apa pohon itu hidup di tanah ini dengan percuma?&#8217;<\/p>\n<p>Pengurus kebun anggur itu menjawab,<br \/>\n&#8216;Tuan, biarkanlah pohon ini tumbuh selama setahun ini lagi.<br \/>\nAku akan mencangkul tanah sekelilingnya<br \/>\ndan memberi pupuk kepadanya.<br \/>\nMungkin tahun depan akan berbuah.<br \/>\nJika tidak, tebanglah&#8217;!&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n***********<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201cJikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian,\u201d (Luk 13: 3, 5).<\/p>\n<p>Injil hari ini dimulai dengan dua kisah tragis: orang-orang Galilea yang dibunuh oleh Pilatus, dan delapan belas orang lainnya yang tewas ketika menara Siloam runtuh. Orang-orang ingin tahu: apakah korban-korban ini dihukum oleh Allah karena dosa-dosa mereka? Yesus menjawab dengan tegas: Tidak! Kematian mereka bukanlah hukuman. Namun, Ia menggunakan momen itu untuk mengingatkan pendengarnya akan hal yang lebih dalam: tragedi tidak seharusnya membuat kita menghakimi orang lain, tetapi untuk merenung, bertobat, dan kembali kepada Allah selagi masih ada waktu.<\/p>\n<p>Kemudian Yesus menceritakan perumpamaan tentang pohon ara yang tidak berbuah. Selama tiga tahun pohon itu tidak menghasilkan buah. Menurut logika, seharusnya pohon itu ditebang. Namun, tukang kebun memohon: \u201cbiarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya mungkin tahun depan ia berbuah.\u201d Inilah hati Allah. Ia tidak menghukum; Ia sabar, pengasih, dan selalu memberi kita kesempatan lain. Namun kesabarannya tidak boleh dianggap remeh \u2014 waktu tidaklah tak terbatas. Pohon itu akhirnya harus berbuah.<\/p>\n<p>Injil hari ini mengajak kita untuk merenungkan tiga hal. Pertama, penderitaan tidak selalu merupakan hukuman dari Allah. Orang-orang kudus yang kesohor dalam sejarah adalah mereka yang paling menderita, bukan karena Allah menghukum mereka, tetapi karena penderitaan mereka menjadi jalan menuju persatuan yang lebih dalam dengan Allah.<\/p>\n<p>Kedua, hidup kita dipercayakan dengan kesempatan\u2014seperti pohon ara yang ditanam di kebun anggur, kita diberkati. Kita telah menerima iman, kebebasan, pendidikan, dan cinta. Allah bertanya kepada kita: Buah apa yang kita hasilkan untuk sesama?<\/p>\n<p>Ketiga, kita hidup dalam Injil kesempatan kedua. Setiap hari adalah \u201ctahun lain\u201d yang diberikan kepada \u201cpohon ara\u201d jiwa kita, kesempatan lain yang dipenuhi kasih karunia untuk tumbuh, berdamai, melayani, dan mencintai.<\/p>\n<p>Namun Yesus juga memperingatkan kita: tidak akan selalu ada &#8220;besok&#8221; yang lain. Menunda pertobatan berarti mengambil risiko menyia-nyiakan anugerah hidup. Hari ini adalah waktu untuk menghasilkan buah. Hari ini adalah hari untuk mencabut rumput liar dan memupuk kehidupan kita, untuk memaafkan, melayani, berdoa, dan mencintai. Mari kita tidak menyia-nyiakan kesabaran Allah.<\/p>\n<p>Tuhan, bantulah aku untuk mengubah hidupku agar hidupku berbuah bagi-Mu dan orang-orang di sekitarku. Amin.<\/p>\n<p>Selamat berakhir pekan. Mari bertobat dan menghasilkan buah! \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764\ufe0f<br \/>\n\u2764\ufe0e.<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"YbQnBwQvEp\"><p><a href=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/allah-pemberi-kesempatan-kedua\/\">Allah Pemberi Kesempatan Kedua<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Allah Pemberi Kesempatan Kedua&#8221; &#8212; Sacerdos2000\" src=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/allah-pemberi-kesempatan-kedua\/embed\/#?secret=ZqbMB8QjhW#?secret=YbQnBwQvEp\" data-secret=\"YbQnBwQvEp\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Sabtu 25 Oktober 2025 Lukas 13:7 (Luk 13:1-9) Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-86868","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/86868","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=86868"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/86868\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":86869,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/86868\/revisions\/86869"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=86868"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=86868"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=86868"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}