{"id":86611,"date":"2025-10-20T09:54:09","date_gmt":"2025-10-20T02:54:09","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=86611"},"modified":"2025-10-20T09:54:09","modified_gmt":"2025-10-20T02:54:09","slug":"senin-20-oktober-2025-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=86611","title":{"rendered":"Senin, 20 Oktober 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSenin 20 Oktober 2025<br \/>\nLukas 12:20-21<br \/>\n\u201dDemikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah.&#8221;<\/p>\n<p>Siapa Sebenarnya Yang Kaya<\/p>\n<p>Seorang Ayah yang sukses dan kaya raya, suatu ketika mengajak anaknya berkunjung ke pedesaan yang sederhana, untuk menunjukkan bagaimana kehidupan orang miskin pada anaknya.<br \/>\nSesudah menetap beberapa hari di desa tersebut, mereka pulang. Dalam perjalanan si Ayah bertanya kepada anaknya, bagaimana pendapatnya mengenai pengalaman mereka selama tinggal di desa.<\/p>\n<p>Jawab anaknya: \u201cSangat menarik dan menyenangkan, Ayah. Inilah yang saya pelajari dari kehidupan mereka:<br \/>\n\u201dKita memiliki satu anjing untuk menjaga rumah kita. Mereka punya banyak anjing untuk berburu.<br \/>\nKita hanya punya satu kolam renang di taman, mereka punya sungai yang tiada batas.<br \/>\nKita mempunyai banyak lampu untuk menerangi taman kita. Mereka punya bintang yang bersinar di malam hari.<br \/>\nKita mempunyai lahan untuk hidup. Mereka hidup bersama alam raya.<br \/>\nKita punya banyak pembantu untuk melayani kita, tapi mereka tidak perlu pembantu karena mereka saling melayani.<br \/>\nKita punya pagar yang tinggi untuk melindungi kita. Mereka punya banyak teman yang saling melindungi.\u201d<\/p>\n<p>Sang Ayah tercengang mendengar jawaban anaknya. Si Anak lalu melanjutkan, \u201cTerimakasih Ayah, karena telah menunjukkan betapa miskinnya kita.\u201d<\/p>\n<p>Betapa melimpah hidup kita bila dipenuhi dengan rasa syukur atas anugerah Tuhan yang melimpah. Atas rahmat Allah yang telah memberikan diriNya menjadi sumber hidup kita yang melimpah. Yesus berkata, \u201cAku datang supaya mereka memiliki hidup dan memilikinya dalam segala kelimpahannya. (Yoh 10:10).<br \/>\nBersyukurlah atas kelimpahan rahmat Tuhan, dan berbagilah berkat Tuhan bagi sesama.<br \/>\nKita menjadi kaya bukan karena mengumpulkan banyak, melainkan karena banyak berbagi. Semua orang yang memberi, selalu mempunyai, karena \u2018tak ada orang yang dapat memberi apa yang ia tidak punya.\u2019 (Nemo dat quod non habet).<\/p>\n<p>Mari bersyukur dan bahagia atas hidup yang berkelimpahan rahmat dalam Tuhan Yesus. Ia selalu memberkati kita.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 20 Okt 2025<br \/>\nSenin Pekan Biasa XXIX<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mat 5:3<br \/>\nBacaan Injil: Luk 12:13-21<br \/>\n***********<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMat 5:3<br \/>\nBerbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah,<br \/>\nkarena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nLuk 12:13-21<br \/>\nBagi siapakah nanti harta yang telah kausediakan itu?<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Lukas:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa Yesus mengajar banyak orang.<br \/>\nSalah satu dari mereka berkata kepada Yesus,<br \/>\n&#8220;Guru, katakanlah kepada saudaraku,<br \/>\nsupaya ia berbagi warisan dengan daku.&#8221;<br \/>\nTetapi Yesus menjawab,<br \/>\n&#8220;Saudara, siapakah yang mengangkat Aku<br \/>\nmenjadi hakim atau penengah bagimu?&#8221;<br \/>\nKata Yesus kepada orang banyak itu,<br \/>\n&#8220;Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan!<br \/>\nSebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya,<br \/>\nhidupnya tidak tergantung dari pada kekayaannya itu.&#8221;<\/p>\n<p>Kemudian Ia menceriterakan kepada mereka perumpamaan berikut,<br \/>\n&#8220;Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya.<br \/>\nIa bertanya dalam hatinya, &#8216;Apakah yang harus kuperbuat,<br \/>\nsebab aku tidak punya tempat<br \/>\nuntuk menyimpan segala hasil tanahku.&#8217;<br \/>\nLalu katanya, &#8216;Inilah yang akan kuperbuat:<br \/>\nAku akan merombak lumbung-lumbungku,<br \/>\nlalu mendirikan yang lebih besar,<br \/>\ndan aku akan menyimpan di dalamnya<br \/>\nsegala gandum dan barang-barangku.<br \/>\nSesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku:<br \/>\nJiwaku, ada padamu banyak barang,<br \/>\ntertimbun untuk bertahun-tahun lamanya.<br \/>\nBeristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!&#8217;<br \/>\nTetapi Allah bersabda kepadanya,<br \/>\n&#8216;Hai orang bodoh,<br \/>\npada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu.<br \/>\nBagi siapakah nanti apa yang telah kausediakan itu?<br \/>\nDemikianlah jadinya<br \/>\ndengan orang yang menimbun harta bagi dirinya sendiri,<br \/>\ntetapi ia tidak kaya di hadapan Allah.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201cBerjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.\u201d (Luk 12: 15)<\/p>\n<p>Dalam Injil hari ini, seseorang meminta Yesus untuk menyelesaikan perselisihan yang dialaminnya dengan saudaranya mengenai warisan. Meskipun di Palestina adalah biasa membawa masalah semacam itu kepada seorang rabi, Yesus memilih untuk tidak terlibat dalam perselisihan mengenai harta benda itu. Sebaliknya, Ia menggunakan situasi ini untuk mengajarkan kepada kita sebuah pelajaran: risiko keserakahan dan nilai sejati kekayaan.<\/p>\n<p>Yesus menceritakan perumpamaan tentang Orang Kaya yang Bodoh. Ia memiliki kekayaan, tetapi ia tidak kaya di mata Allah. Perumpamaan ini mengajarkan kita tiga pelajaran.<\/p>\n<p>Pertama, berbagi. Kemiskinan bukan tentang memiliki sedikit, tetapi tentang menolak untuk memberi. Seseorang yang menyimpan segalanya untuk dirinya sendiri menjadi miskin di hati. Kekayaan sejati ditemukan dalam berbagi\u2014sumber daya kita, pengetahuan kita, bahkan waktu kita. Sebuah kata penghiburan kepada sesama, telinga (hati) yang mendengarkan, atau sebuah tindakan kebaikan kecil dapat memperkaya hidup orang lain dan hidup kita sendiri.<\/p>\n<p>Kedua, tidak ada yang pasti. Uang tidak dapat membeli cinta, persahabatan, atau makna. Tak jarang saya jumpai orang-orang dengan kantong tebal penuh uang tetapi hati mereka terbebani kesepian. Harta benda datang dan pergi, tetapi hubungan bertahan: cinta seorang anak, persahabatan seorang pasangan, kehadiran seorang sahabat setia. Ini adalah harta yang tidak dapat diambil oleh pencuri.<\/p>\n<p>Ketiga, jadilah bijaksana. Hidup bukan tentang menimbun barang, tetapi tentang menjalani hidup setiap hari dengan baik. Ada hal-hal yang seharusnya tidak dinegosiasikan: cinta kepada anak-anak Anda, waktu bersama keluarga, percakapan yang tulus dengan sahabat, saat doa, pelukan orang tua, bahkan istirahat untuk jiwa Anda sendiri. Semua itu adalah hadiah yang tak ternilai, jauh lebih berharga daripada emas.<\/p>\n<p>Perumpamaan Injil hari ini mengingatkan kita bahwa keserakahan memisahkan, tetapi kemurahan hati membuka diri kita kepada Tuhan dan sesama. Mari kita memohon kebijaksanaan kepada Tuhan agar kita dapat hidup dengan bebas, menghargai apa yang benar-benar penting, dan menjadi &#8220;kaya di hadapan-Nya.&#8221;<\/p>\n<p>Tuhan, kuletakkan hidupku ke dalam tangan-Mu, sebab hanya iman dan kepercayaanku kepada-Mu yang memberi damai dan sukacita abadi. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas di pekan yang baru. \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764\ufe0f<br \/>\n\u2764\ufe0e.<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"jAhZHLALXD\"><p><a href=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/kaya-di-hadapan-allah\/\">Kaya di Hadapan Allah<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Kaya di Hadapan Allah&#8221; &#8212; Sacerdos2000\" src=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/kaya-di-hadapan-allah\/embed\/#?secret=B3BF3FZpZk#?secret=jAhZHLALXD\" data-secret=\"jAhZHLALXD\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Senin 20 Oktober 2025 Lukas 12:20-21 \u201dDemikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah.&#8221; Siapa Sebenarnya Yang Kaya Seorang Ayah yang sukses dan&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-86611","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/86611","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=86611"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/86611\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":86612,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/86611\/revisions\/86612"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=86611"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=86611"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=86611"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}