{"id":86341,"date":"2025-10-15T09:16:08","date_gmt":"2025-10-15T02:16:08","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=86341"},"modified":"2025-10-15T09:16:08","modified_gmt":"2025-10-15T02:16:08","slug":"rabu-15-oktober-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=86341","title":{"rendered":"Rabu, 15 Oktober 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nRabu 15 Oktober 2025<br \/>\nPeringatan St Teresia dari Avila<br \/>\nLukas 11:42 (Luk 11:42-46)<br \/>\n\u201cTetapi celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu membayar persepuluhan dari selasih, inggu dan segala jenis sayuran, tetapi kamu mengabaikan keadilan dan kasih Allah. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.\u201d<\/p>\n<p>Kesatuan Antara Hukum-Keadilan-Cintakasih<\/p>\n<p>Kecaman Yesus atas kemunafikan orang-orang Farisi dan ahli Taurat, menjadi pembelajaran bagi kita agar tidak melakukan hal yang sama: taat pada aturan tanpa rasa keadilan apalagi cintakasih. Untuk itu Yesus memberikan kita prinsip hidup yang sangat bijaksana, \u201dyang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.\u201d<\/p>\n<p>Bagi Yesus, hukum, keadilan dan cinta kasih adalah satu kesatuan. Seimbang dan harmoni. Hukum adalah perintah cinta kasih yang mesti ditaati dan penjamin keadilan. Keadilan adalah wujud nyata cinta kasih dan ditetapkan dalam hukum.<br \/>\nKetiganya mesti ada dan tritunggal. Sekedar menjalankan hukum tanpa terdorong oleh cinta kasih dan rasa keadilan, hanyalah legalisme belaka. Cinta kasih tanpa mengindahkan hukum dan mengabaikan keadilan hanyalah romantisme belaka. Keadilan tak akan terwujud bila hukum dilanggar dan cinta kasih diabaikan.<\/p>\n<p>Itulah sebabnya Yesus menegur gaya hidup orang Farisi yang taat aturan tapi kehilangan roh cintakasih dan rasa keadilan. Bila hal yang sama terus terjadi pada para pengikut Yesus, betapa relevannya pesan Yesus ini bagi kita: \u201cyang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan!\u201d Inilah kesatuan yang tak terpisahkan antara cinta kasih-keadilan-hukum.<br \/>\nJadilah penegak hukum dan pejuang keadilan yang dilandasi semangat cinta kasih yang tulus dan murni.<\/p>\n<p>\u201dYa Yesus anugerahilah kami Roh KebijaksanaanMu agar taat pada perintahMu, berlaku adil kepada sesama dan terus berkobar dalam cintakasih.\u201d<br \/>\n\u201dSt Teresia dari Avila, doakanlah kami. Amin\u201d<\/p>\n<p>Selamat hari baru, kesempatan baru untuk menjadi saluran kasih Tuhan\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 15 Okt 2025<br \/>\nRabu Pekan Biasa XXVIII<br \/>\nPW S. Teresia dr Yesus, Perawan dan Pujangga Gereja<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 10:27<br \/>\nBacaan Injil: Luk 11:42-46<br \/>\n***********<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 10:27<br \/>\nDomba-domba-Ku mendengar suara-Ku, sabda Tuhan;<br \/>\nAku mengenal mereka, dan mereka mengenal Aku.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nLuk 11:42-46<br \/>\nCelakalah kalian, hai orang-orang Farisi!<br \/>\nCelakahlah kalian, hai ahli-ahli kitab!<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Lukas:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa<br \/>\nYesus bersabda, &#8220;Celakalah kalian, hai orang-orang Farisi!<br \/>\nSebab kalian membayar persepuluhan dari selasih, inggu dan segala jenis sayuran,<br \/>\ntetapi kalian mengabaikan keadilan dan kasih Allah.<br \/>\nYang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.<br \/>\nCelakalah kalian, hai orang-orang Farisi,<br \/>\nsebab kalian suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat<br \/>\ndan suka menerima penghormatan di pasar.<br \/>\nCelakalah kalian,<br \/>\nsebab kalian seperti kubur yang tidak memakai tanda;<br \/>\norang-orang yang berjalan di atasnya, tidak mengetahuinya.&#8221;<\/p>\n<p>Seorang ahli Taurat menjawab,<br \/>\n&#8220;Guru, dengan berkata demikian, Engkau menghina kami juga.&#8221;<br \/>\nTetapi Yesus berkata lagi,<br \/>\n&#8220;Celakalah kalian juga, hai ahli-ahli Taurat,<br \/>\nsebab kalian meletakkan beban-beban yang tak terpikul pada orang,<br \/>\ntetapi kalian sendiri<br \/>\ntidak menyentuh beban itu dengan satu jari pun.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n***********<\/p>\n<p>EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISE<\/p>\n<p>MERINGANKAN BUKAN MENJADI BEBAN BAGI SESAMA<\/p>\n<p>Kabar Baik dari Tuhan pagi untukmu: \u201cTuhan ingin agar kita saling meringankan beban, bukan menjadi beban apalagi sampai mengorbankan orang lain demi kesuksesan kita.\u201d<\/p>\n<p>Dalam injil hari ini Yesus mengingatkan kita: &#8220;Celakalah kamu juga, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu meletakkan beban-beban yang tak terpikul pada orang, tetapi kamu sendiri tidak menyentuh beban itu dengan satu jaripun.&#8221; ( ayat 46 )<\/p>\n<p>Pesan suci hari ini bagimu:<\/p>\n<p>&#8211; Pikulah setiap bebanmu dengan sukacita tanpa mengeluh;<\/p>\n<p>&#8211; \u2060Jangan letakan beban atau menjadi beban bagi orang lain, kalau pun mereka adalah anggota keluargamu sendiri;<\/p>\n<p>&#8211; \u2060Berjuanglah untuk meringankan beban orang lain bila engkau mampu melakukannya.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas untuk para sahabat.<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua. ( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211; Duc in Altum )<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Rabu 15 Oktober 2025 Peringatan St Teresia dari Avila Lukas 11:42 (Luk 11:42-46) \u201cTetapi celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu membayar persepuluhan dari selasih, inggu dan segala jenis sayuran, tetapi kamu&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-86341","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/86341","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=86341"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/86341\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":86342,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/86341\/revisions\/86342"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=86341"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=86341"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=86341"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}