{"id":86242,"date":"2025-10-13T13:06:22","date_gmt":"2025-10-13T06:06:22","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=86242"},"modified":"2025-10-13T13:06:22","modified_gmt":"2025-10-13T06:06:22","slug":"senin-13-oktober-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=86242","title":{"rendered":"Senin, 13 Oktober 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSenin 13 Oktober 2025<br \/>\nLukas 11:29 (Luk 11:29-32)<br \/>\nKetika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: &#8220;Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.\u201d<\/p>\n<p>Bukan Jalan Kehebatan Tapi Jalan Kerendahan Hati<\/p>\n<p>Yesus menolak permintaan orang Farisi dan Ahli Taurat untuk menunjukkan kepada mereka kehebatannya membuat tanda heran dan ajaib agar mereka kagum dan percaya pada Yesus.<br \/>\nSesungguhnya sudah banyak mujizat yang dilakukan Yesus yang jauh melebihi kehebatan Raja Salomo dan kisah Nabi Yunus. Yesus telah memperbanyak 5 roti dan 2 ikan untuk memberi makan ribuan orang. Ia telah menyembuhkan orang sakit, yang lumpuh berjalan, dan yang mati bangkit. Ia bahkan sangguh menenangkan badai dan gelombang. Tapi mereka tetap tidak percaya padaNya, karena hati mereka penuh rasa benci dan iri.<\/p>\n<p>Yesus tidak ingin kita percaya padaNya hanya saat kita melihat mujizatNya, lantas lari meninggalkanNya ketika Ia seakan tak berdaya dan terhina memikul salib.<br \/>\nYesus tidak ingin menjadi superman atau super hero yang dengan sekejab mengatasi masalah karena kehebatannya. Ia ingin solider dengan kita, bukan dengan menunjukkan kejayaanNya tapi oleh kerendahan hatiNya untuk rela menanggung sengsara, merasakan lapar dan haus, sakit hati bila terluka, dan mengalami ngerinya kematian.<br \/>\nTak perlu kita meminta tanda dariNya. Cukuplah derita salibNya, wafat dan kebangkitanNya, menjadi tanda betapa kita berharga di mataNya, betapa Ia sungguh mencintai kita dan rela mati bagi kita.<\/p>\n<p>Semoga kita selalu dikuatkan oleh tanda-tanda kehadiran Yesus di tengah kita melalui sakramen-sakramen yang Ia berikan kepada Gereja khususnya Ekaristi.<br \/>\nMari kita juga menjadi tanda kebaikan Tuhan melalui kasih dan pengorbanan kita bagi sesama di sekitar kita, bagaikan roti yang dipecah-pecah dan anggur yang diperas untuk menghidupkan dunia.<\/p>\n<p>Mari sambut mentari pagi, tanda hadirnya Tuhan di setiap hari hidup kita dan di awal pekan yang baru ini.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 13 Okt 2025<br \/>\nSenin Pekan Biasa XXVIII<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mzm 95:8ab<br \/>\nBacaan Injil: Luk 11:29-32<br \/>\n***********<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMzm 95:8ab<br \/>\nHari ini dengarkanlah suara Tuhan,<br \/>\ndan janganlah bertegar hati.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nLuk 11:29-32<br \/>\nAngkatan ini tidak akan diberi tanda selain tanda Nabi Yunus.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Lukas:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa<br \/>\nYesus berbicara kepada orang banyak yang mengerumuni Dia,<br \/>\n&#8220;Angkatan ini adalah angkatan yang jahat.<br \/>\nMereka menuntut suatu tanda,<br \/>\ntetapi mereka tidak akan diberi tanda selain tanda nabi Yunus.<br \/>\nSebab sebagaimana Yunus menjadi tanda bagi orang-orang Niniwe,<br \/>\ndemikian pulalah<br \/>\nAnak Manusia akan menjadi tanda bagi angkatan ini.<br \/>\nPada waktu penghakiman<br \/>\nratu dari Selatan itu akan bangkit bersama orang dari angkatan ini<br \/>\ndan ia akan menghukum mereka.<br \/>\nSebab ratu ini datang dari ujung bumi<br \/>\nuntuk mendengarkan hikmat Salomo,<br \/>\ndan sungguh, yang ada di sini lebih dari pada Salomo!<br \/>\nPada waktu penghakiman<br \/>\norang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini<br \/>\ndan mereka akan menghukumnya.<br \/>\nSebab orang-orang Niniwe itu bertobat<br \/>\nwaktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus,<br \/>\ndan sungguh, yang ada di sini lebih dari pada Yunus!&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n***********<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201cAngkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus,\u201d (Luk 11: 29).<\/p>\n<p>Kepada para Farisi yang menginginkan tanda-tanda yang mempesona, mukjizat yang spektakuler, Yesus memberikan \u201ctanda Yunus\u201d. Apa itu tanda Yunus? Tanda Yunus mempunyai dua makna. Pertama, itu adalah tanda Kebangkitan Yesus. Yunus berada di perut ikan dan dimuntahkan dengan selamat pada hari ketiga (Yun 2: 1, 11). Kedua, tanda Yunus adalah tanda pertobatan. Seluruh penduduk Niniwe yang berdosa, bertobat ketika mendengar nubuat Yunus (Yun 3: 4-5; 4: 11).<\/p>\n<p>Sahabat, salah satu tanda terbesar, suatu mukjizat yang luar biasa, adalah pertobatan. Banyak hati yang bertobat adalah tanda yang fenomenal yang tak dapat dilewatkan. Itulah sebabnya ketika seorang pendosa bertobat, terdapat sukacita besar di surga (Luk 15: 7, 10). Para pemungut cukai, para pelacur, para pendosa bertobat dan berbalik kepada Yesus dan kepada Allah. Namun para Farisi melewatkan tanda ini, meski Yesus menunjukkannya kepada mereka (Mat 21: 31).<\/p>\n<p>Di masa kini, mungkin kita tidak lagi melihat tanda-tanda, tak lagi melihat mukjizat, karena kita tidak melihat lagi orang yang bertobat dari dosa-dosanya dan mengubah hidupnya. Atau jangan-jangan kita sendiri juga merasa diri tidak perlu bertobat, merasa tidak perlu lagi mengubah hidup kita menjadi lebih baik. Kita bertegar-tengkuk dan merasa diri paling benar, merasa diri sudah suci seperti orang-orang Farisi dan para pemimpin Yahudi. Kalau para pendosa yang bertobat adalah tanda yang diberikan oleh Tuhan yang dapat menuntun lebih banyak orang kepada-Nya, maka, marilah kita bertobat. Jadilah tanda! Bertobatlah!<\/p>\n<p>Tuhan, terima kasih karena selalu memberi kesempatan kepadaku untuk bertobat. Amin.<\/p>\n<p>Selamat pagi. Selamat memasuki pekan yang baru. Jadilah tanda belaskasih Allah. \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764\ufe0f<br \/>\n\u2764\ufe0e.<\/p>\n<p>https:\/\/sacerdos2000.com\/tanda-nabi-yunus-tanda-pertobatan\/<\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Senin 13 Oktober 2025 Lukas 11:29 (Luk 11:29-32) Ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: &#8220;Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-86242","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/86242","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=86242"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/86242\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":86243,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/86242\/revisions\/86243"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=86242"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=86242"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=86242"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}