{"id":85847,"date":"2025-10-04T09:33:39","date_gmt":"2025-10-04T02:33:39","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=85847"},"modified":"2025-10-04T09:33:39","modified_gmt":"2025-10-04T02:33:39","slug":"sabtu-04-oktober-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=85847","title":{"rendered":"Sabtu, 04 Oktober 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSabtu 04 Oktober 2025<br \/>\nPeringatan St Fransiskus Asisi<br \/>\nLukas 10:21 (Luk 10:17-24)<br \/>\nPada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: &#8220;Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.\u201d<\/p>\n<p>Bijak Di Mata Tuhan<\/p>\n<p>Misteri kasih Allah yang tak terkirakan dalam diri Yesus hanya bisa diselami oleh orang yang merasa kecil di hadapan Tuhan, yang dengan rendah hati mengosongkan diri dan mencari kepenuhan hanya dalam Tuhan. Ia seperti tanah yang kering dan tandus yang merindukan air. Dia-lah orang yang bijak di mata Tuhan.<br \/>\nSebaliknya orang yang merasa bijak dan pandai, yang merasa mampu dan sudah mengetahui segalanya, cenderung menutup diri terhadap kebenaran iman. Ibarat tanah, ia sudah jenuh karena sudah penuh dengan air.<\/p>\n<p>Tak usah kecil hati dianggap kecil dan bodoh oleh dunia karena iman kita akan Yesus yang tersalib. Kata Paulus dalam 1 Kor 1:27-29, \u201capa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah.\u201d<\/p>\n<p>St Fransiskus Asisi yang kita rayakan pestanya hari ini, menjadi teladan iman yang indah. Ia yang berasal dari keluarga bangsawan dan pedagang kaya, memilih mengikuti Yesus, meninggalkan segalanya, dan menjadi seperti pengemis yang tak punya apa-apa. Ia hanya mau bermegah dalam Tuhan.<\/p>\n<p>\u201dSt Fransiskus Asisi, doakanlah kami agar selalu dapat bersyukur atas kekayaan rahmat Tuhan yang sangat berlimpah dalam hidup kami.\u201d<br \/>\n\u201dBapa Surgawi beri kami kesempatan untuk menjadi saluran berkatMu dan pembawa damai bagi dunia. Amin.\u201d<\/p>\n<p>Selamat berakhir pekan. Kasih Kristus memenuhi hati kita. Doaku untuk kita semua dari Lourdes. Bunda Maria menemani kita.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 04 Okt 2025<br \/>\nSabtu Pekan Biasa XXVI<br \/>\nPW S. Fransiskus dari Assisi<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mat 11:25<br \/>\nBacaan Injil: Luk 10:17-24<br \/>\n***********<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMat 11:25<br \/>\nTerpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi,<br \/>\nsebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada orang kecil.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nLuk 10:17-24<br \/>\nBersukacitalah karena nama-Mu terdaftar di surga.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Lukas:<\/p>\n<p>Pada waktu itu<br \/>\nketujuh puluh murid Yesus kembali dari perutusannya dengan gembira<br \/>\ndan berkata,<br \/>\n&#8220;Tuhan, setan-setan pun takluk kepada kami demi nama-Mu.&#8221;<br \/>\nLalu kata Yesus kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit.<br \/>\nSesungguhnya Aku telah memberikan kalian<br \/>\nkuasa untuk menginjak-injak ular dan kalajengking<br \/>\ndan kuasa untuk menahan kekuatan musuh,<br \/>\nsehingga tiada yang dapat membahayakan kalian.<br \/>\nNamun demikian janganlah bersukacita<br \/>\nkarena roh-roh itu takluk kepadamu,<br \/>\ntetapi bersukacitalah karena namamu terdaftar di surga.&#8221;<\/p>\n<p>Pada waktu itu juga<br \/>\nbergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata,<br \/>\n&#8220;Aku bersyukur kepada-Mu, ya Bapa, Tuhan langit dan bumi,<br \/>\nkarena semuanya itu Kausembunyikan bagi orang bijak dan pandai,<br \/>\ntetapi Kaunyatakan kepada orang kecil.<br \/>\nYa Bapa, itulah yang berkenan di hati-Mu.<br \/>\nSegala sesuatu telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku<br \/>\ndan tiada seorang pun yang tahu siapakah Anak selain Bapa,<br \/>\ndan siapakah Bapa selain Anak<br \/>\ndan orang yang kepadanya Anak berkenan menyatakannya.&#8221;<\/p>\n<p>Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada para murid dan berkata,<br \/>\n&#8220;Berbahagialah mata yang melihat apa yang kalian lihat.<br \/>\nKarena Aku berkata kepada kamu:<br \/>\nBanyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kalian lihat,<br \/>\ntetapi tidak melihatnya<br \/>\ndan ingin mendengar apa yang kalian dengar,<br \/>\ntetapi tidak mendengarnya.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201cJanganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga.&#8221; [Luk 10: 20]<\/p>\n<p>Hari ini kita rayakan Peringatan Santo Fransiskus dari Assisi, orang miskin Allah yang melihat seluruh ciptaan sebagai saudara dan saudarinya, dan kita juga mengakhiri Bulan Doa untuk Memelihara Keutuhan Ciptaan (Season of Creation). Kalau anda ingat, tanggal 1 September 2025 yang lalu kita membukanya dengan Hari Doa untuk Memelihara Keutuhan Ciptaan, dan gerakan Doa Ekumenis untuk Pemeliharaan Keutuhan Ciptaan ini ditutup tiap tahunnya pada Peringatan St. Fransiskus Asisi, tanggal 4 Oktober. Firman Allah hari ini mengingatkan kita akan kegembiraan, sukacita, kerendahan hati, dan anugerah melihat dengan hati yang polos seperti anak-anak.<\/p>\n<p>Dalam Injil, ketujuh puluh murid kembali dengan penuh sukacita karena mereka telah menyaksikan kuasa Yesus bekerja. Namun Yesus mengingatkan mereka: sumber sukacita yang sejati bukanlah dalam prestasi mereka, melainkan dalam mengetahui bahwa nama mereka tertulis di surga. Kesombongan dapat membuat kita buta, tetapi kerendahan hati membuka mata kita terhadap kasih karunia Allah. Santo Fransiskus hidup sesuai dengan kebenaran ini. Ia menolak kenyamanan dunia ini untuk memeluk harta kekayaan terbesarnya \u2014 cinta Kristus. Kesederhanaannya memungkinkan dia melihat kehadiran Allah tidak hanya pada orang miskin dan penderita kusta, tetapi juga pada burung-burung di udara, matahari, angin, dan bahkan \u201cSaudari Kematian.\u201d<\/p>\n<p>Dalam bacaan pertama Baruch mengingatkan kita bahwa bahkan ketika kita telah menjauh dari Allah, Dia memanggil kita kembali dengan belas kasihan: \u201cHendaklah kamu sekarang berbalik untuk mencari Dia dengan sepuluh kali lebih rajin.\u201d Ini adalah pesan bagi kita hari ini. Kita hidup di dunia yang terluka oleh kesombongan, keserakahan, dan kerusakan lingkungan. Tangisan bumi dan jeritan orang miskin saling terhubung. Mengikuti Fransiskus berarti kembali dengan kerendahan hati, menemukan kembali kegembiraan hidup sebagai anak-anak Allah yang merawat ciptaan-Nya sebagai anugerah, bukan sebagai sesuatu yang harus dieksploitasi.<\/p>\n<p>Saat kita menutup Hari-hari doa untuki Keutuhan Ciptaan (Season of Creation) ini, mari kita bawa semangatnya: bersukacita bukan atas apa yang kita miliki, tetapi atas belas kasihan Allah; bukan atas apa yang kita kuasai, tetapi atas keajaiban menjadi anak-anak-Nya. Bersama Santo Fransiskus, mari kita memuji Allah dalam segala hal, hidup dengan sukacita yang rendah hati dan kesederhanaan yang bersinar.<\/p>\n<p>Ya Allah, anugerahi kami sukacita sejati sebagai anak-anak-Mu, yang senantiasa bersyukur atas anugerah-anugerah-Mu, yang selalu tergerak untuk merawat keutuhan ciptaan-Mu. St. Fransiskus dari Asisi, doakanlah kami. Amin.<\/p>\n<p>Selamat berakhir pekan. Happy St. Francis Day! \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764\ufe0f<br \/>\n\u2764\ufe0e.<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"hYLxY63Z5D\"><p><a href=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/sukacita-sebagai-anak-anak-allah\/\">Sukacita sebagai Anak-Anak Allah<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Sukacita sebagai Anak-Anak Allah&#8221; &#8212; Sacerdos2000\" src=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/sukacita-sebagai-anak-anak-allah\/embed\/#?secret=dftZJHBILo#?secret=hYLxY63Z5D\" data-secret=\"hYLxY63Z5D\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Sabtu 04 Oktober 2025 Peringatan St Fransiskus Asisi Lukas 10:21 (Luk 10:17-24) Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: &#8220;Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-85847","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/85847","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=85847"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/85847\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":85848,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/85847\/revisions\/85848"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=85847"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=85847"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=85847"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}