{"id":85683,"date":"2025-10-01T09:07:35","date_gmt":"2025-10-01T02:07:35","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=85683"},"modified":"2025-10-01T09:07:35","modified_gmt":"2025-10-01T02:07:35","slug":"rabu-01-oktober-2025-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=85683","title":{"rendered":"Rabu, 01 Oktober 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nRabu 01 Oktober 2025<br \/>\nPesta St Theresia dari Lisieux<br \/>\nMatius 18:4-5 (Mat 18:1-5)<br \/>\n\u201dBarangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku.\u201d<\/p>\n<p>Menjadi Anak Kecil Kesayangan Allah<\/p>\n<p>Yesus ingin kita menjadi seperti seorang anak kecil di hadapan Allah Bapa agar Allah menjadi tempat semua anak-anakNya bergantung, berserah dan berlindung.<br \/>\nBila kita merasa diri besar, hebat, kuat, dan mampu, justru akan membuat kita mengalami kehampaan ketika semuanya suatu saat pergi dan berlalu.<\/p>\n<p>Tak ada yang patut kita banggakan dari diri sendiri selain martabat kita sebagai anak Allah. Oleh iman kita akan Allah Bapa yang perkasa dan mahabaik, kita boleh berserah dan bersandar sepenuhnya pada kasih Allah. Bahagianya menjadi anak kecil Allah, polos dan ceria, murni dan tanpa prasangka, penuh impian dan imajinasi.<\/p>\n<p>St Theresia dari Lisieux, selalu membayangkan dirinya menjadi seperti sebuah bola kaki bagi Yesus. Ia gembira menyenangkan hati Yesus melalui imajinasinya, yang menggambarkan betapa senangnya Yesus kecil bermain bola kaki.<\/p>\n<p>Menjadi anak kecil, teman sepermainan Yesus, menggambarkan relasi yang gembira dan ceria bersama Yesus kecil. Senangnya menjadi anak kecil Allah dapat bergembira bersama Yesus. Mari bersama semua anak Allah kita tak henti berdoa \u201cBapa kami yang ada di surga\u2026\u201d<\/p>\n<p>Selamat memasuki bulan Oktober, bulan Rosario dipenuhi berkat Tuhan.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr (Kota Burgos &#8211; Spanyol).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 01 Okt 2025<br \/>\nRabu Pekan Biasa XXVI<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mat 11:25<br \/>\nBacaan Injil: Mat 18:1-5<br \/>\n***********<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMat 11:25<br \/>\nAku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi,<br \/>\nsebab misteri Kerajaan-Mu Kaunyatakan kepada orang kecil.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 18:1-5<br \/>\nJika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini,<br \/>\nkamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa<br \/>\ndatanglah murid-murid kepada Yesus dan bertanya,<br \/>\n&#8220;Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Surga?&#8221;<br \/>\nMaka Yesus memanggil seorang anak kecil<br \/>\ndan menempatkannya di tengah-tengah mereka,<br \/>\nlalu berkata,<br \/>\n&#8220;Aku berkata kepadamu:<br \/>\nSungguh, jika kamu tidak bertobat<br \/>\ndan menjadi seperti anak kecil ini,<br \/>\nkamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.<br \/>\nSedangkan barangsiapa merendahkan diri<br \/>\ndan menjadi seperti anak kecil ini,<br \/>\ndialah yang terbesar dalam Kerajaan Surga.<br \/>\nBarangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku,<br \/>\nia menyambut Aku.&#8221;<br \/>\nDemikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201dBarangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.\u201d (Mat 18: 4)<\/p>\n<p>Siapakah yang terbesar? Yang paling kuat, yang paling populer, atau yang paling kaya? Dunia mengajarkan bahwa yang paling kuat adalah yang punya kuasa dan dan mampu memaksa pihak lain. Orang berlomba-lomba berusaha agar dapat menggunakan kekuatan fisik, ekonomi dan sosial agar segalanya berjalan sesuai dengan yang ia inginkan. Hal itu bisa terjadi di mana saja. Di sekolah anak-anak mengintimidasi yang lain, di rumah yang satu berusaha menekan yang lain untuk menjadi yang lebih dominan, di perusahaan, dalam hubungan antar negara, bahkan dalam Gereja.<\/p>\n<p>Setiap orang memiliki keinginan untuk menjadi besar. Tetapi, apa makna dari kebesaran yang sejati? Di mana letak kebesaran yang sejati? Yesus menunjukkan bahwa kebesaran itu terletak pada ketikdaberdayaan anak kecil. &#8220;Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku.&#8221; Bahkan Yesus mengatkan jika kita tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil, kita tidak masuk ke dalam Kerajaan sorga. Mengapa anak kecil? Seorang anak kecil tidak memiliki derajat, pangkat, kekayaan, prestasi yang kita kejar-kejar agar kita menjadi besar. Bukankah semuanya itu justru membuat kita bersaing dan iri hati satu terhadap yang lainnya?<\/p>\n<p>Tanpa kita sadari, kita justru mencari hal-hal yang memisahkan kita satu sama lain. Tetapi jika kita menerima kemiskinan, kesepian, rasa tidak aman yang ada dalam diri kita masing-masing, maka kita akan menemukan landasan yang cukup untuk persatuan. Ketika kita mencari kekuasaan, kekuatan dan dominasi, kita tidak dapat mendengarkan satu sama lain. Bila kita benar-benar mendengarkan, kita akan menemukan kesamaan yang kita miliki \u2013 seorang anak kecil di kedalaman hati kita.<\/p>\n<p>Anak kecil mempunyai kapasitas yang fantastis untuk berkomunikasi, bahkan tanpa bahasa yang sama pun dapat berkomunikasi, cepat melupakan pertentangan dan dapat dengan cepat mengampuni. Mereka belum memiliki kekayaan, kekuasaan, prestise, citra atau peran yang harus dipertahankan atau bahkan memperbudak mereka. Kita pun bisa menjadi seperti anak-anak kecil itu, tanpa harus menjadi kekanak-kanakan.<\/p>\n<p>Semangat itulah yang dihidupi orang kudus yang kita rayakan pestanya hari ini: St. Theresia dari Kanak-Kanak Yesus. Untuk mencapai kesempurnaan hidup, ia memilih &#8216;jalan sederhana&#8217; berdasarkan ajaran Kitab Suci: hidup selaku seorang anak kecil, penuh cinta dan iman kepercayaan akan Allah dan penyerahan diri yang total dengan perasaan gembira. Demi cita-cita itu, ia melakukan hal-hal kecil dan kewajiban-kewajiban sehari-hari dengan penuh tanggungjawab karena cinta kasihnya yang besar kepada Allah Bapa di surga.<\/p>\n<p>Kita memang hanya dapat melakukan hal-hal kecil dengan cinta yang besar.<\/p>\n<p>St. Theresia dari Kanak-Kanak Yesus, bantu kami untuk mencintai Yesus, melalui hal-hal kecil dan biasa dalam hidup kami. Amin.<\/p>\n<p>Selamat pagi. Selamat beraktivitas. Cintai Tuhan dengan sungguh! \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764\ufe0f<br \/>\n\u2764\ufe0e.<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"C5mN1Ku8HU\"><p><a href=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/si-bunga-kecil\/\">Si Bunga Kecil<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Si Bunga Kecil&#8221; &#8212; Sacerdos2000\" src=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/si-bunga-kecil\/embed\/#?secret=rKur5mjfiG#?secret=C5mN1Ku8HU\" data-secret=\"C5mN1Ku8HU\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Rabu 01 Oktober 2025 Pesta St Theresia dari Lisieux Matius 18:4-5 (Mat 18:1-5) \u201dBarangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. Dan barangsiapa menyambut seorang&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-85683","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/85683","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=85683"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/85683\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":85684,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/85683\/revisions\/85684"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=85683"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=85683"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=85683"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}