{"id":85381,"date":"2025-09-25T14:41:58","date_gmt":"2025-09-25T07:41:58","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=85381"},"modified":"2025-09-25T14:42:01","modified_gmt":"2025-09-25T07:42:01","slug":"jumat-26-september-2025","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=85381","title":{"rendered":"Jumat, 26 September 2025"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Hagai 2:8-10<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Aku akan memenuhi rumah ini dengan kemegahan.&nbsp;Di tempat ini aku akan memberikan damai sejahtera.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">\u2018Bekerjalah. Aku besertamu. Roh-Ku menetap di tengah-tengahmu.\u2019 Demikianlah Tuhan membesarkan hati umat ketika bait Allah dibangun kembali. Demikian pula janji Kristus kepada Gereja. Namun kita bertanya-tanya, siapakah Yesus itu bagi kita? Setelah satu setengah tahun mengikuti Yesus para murid ditanya demikian pula. Kiranya merupakan kekecewaan bahwa Guru mereka bukan orang yang mengejar kemasyhuran dan kekuasaan, melainkan seorang yang mau melayani seutuhnya.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PEMBUKA:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah bedoa:&nbsp;Allah Bapa kami, sumber kedamaian sejati,&nbsp;janganlah kiranya Roh-Mu sampai meninggalkan kami,&nbsp;tetapi semoga kami Kauberi harapan&nbsp;akan kedamaian sejati selama masih ada orang di dunia.&nbsp;Demi Yesus Kristus Putra-Mu, \u2026.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Nubuat Hagai 2:1b-9<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cSedikit waktu lagi maka Aku akan memenuhi rumah ini dengan kemegahan.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pada tahun kedua pemerintahan Raja Darius, pada tanggal 21 bulan ketujuh, datanglah sabda Tuhan dengan perantaraan Nabi Hagai, bunyinya, \u201cKatakanlah kepada Zerubabel bin Sealtiel, bupati Yehuda, dan kepada Yosua bin Yozadak , imam besar, dan kepada sisa bangsa Israel, demikian, \u201cMasih adakah di antara kalian yang dahulu melihat rumah Tuhan dalam kemegahannya yang semula? Dan bagaimanakah kalian lihat keadaannya sekarang? Bukankah keadaannya yang sekarang kamu katakan sama sekali tidak berarti? Tetapi sekarang kuatkanlah hatimu, hai Zerubabel, demikianlah sabda Tuhan, kuatkanlah hatimu, hai Yosua bin Yozadak, imam besar. Kuatkanlah hatimu, hai segala rakyat negeri, demikianlah sabda Tuhan. Bekerjalah, sebab Aku ini menyertai kalian,\u201d demikianlah sabda Tuhan semesta alam, \u201csesuai dengan janji yang telah Kuikat dengan kalian pada waktu kalian keluar dari Mesir. Dan Roh-Ku tetap tinggal di tengah-tengahmu. Janganlah takut!\u201d Dan beginilah sabda Tuhan semesta alam, \u201cSedikit waktu lagi Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat. Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga harta benda semua bangsa datang mengalir. Maka Aku akan memenuhi rumah ini dengan kemegahan. Sebab milik-Kulah perak dan emas, demikianlah sabda Tuhan semesta alam. Maka kemegahan rumah ini nanti akan melebihi kemegahannya yang semula, sabda Tuhan semesta alam, dan di tempat ini Aku akan memberi damai sejahtera.\u201d<br>Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 43:1.2.3.4<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Ref.<\/em><em>&nbsp;Berharap dan bersyukurlah kepada Allah, penolong kita.<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Berikanlah keadilan kepadaku, ya Allah, dan perjuangkanlah perkaraku terhadap kaum yang tidak saleh! Luputkanlah aku dari penipu dan orang curang!<\/li>\n\n\n\n<li>Sebab Engkaulah Allah tempat pengungsianku. Mengapa Engkau membuang aku? Mengapa aku harus hidup berkabung di bawah impitan musuh?<\/li>\n\n\n\n<li>Suruhlah terang dan kesetiaan-Mu datang, supaya aku dituntun, dibawa ke gunung-Mu yang kudus dan ke tempat kediaman-Mu!<\/li>\n\n\n\n<li>Maka aku dapat pergi ke mezbah Allah, menghadap Allah sukacita dan kegembiraanku, dan bersyukur kepada-Mu dengan kecapi, ya Allah, ya Allahku!<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">U :&nbsp;<em>Alleluya, alleluya<\/em><br>S : (Mrk 10:45)&nbsp;<em>Anak Manusia datang untuk melayani dan menyerahkan nyawa-Nya sebagai tebusan bagi banyak orang.<\/em><\/h2>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 9:18-22<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cEngkaulah Kristus dari Allah! Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pada suatu ketika Yesus sedang berdoa seorang diri. Maka, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Yesus lalu bertanya kepada mereka, \u201cKata orang banyak siapakah Aku ini?\u201d Mereka menjawab, \u201cYohanes Pembaptis; ada juga yang mengatakan: Elia; ada pula yang mengatakan: Salah seorang nabi dari zaman dulu telah bangkit.\u201d Yesus bertanya lagi, \u201cMenurut kalian, siapakah Aku ini?\u201d Jawab Petrus, \u201cEngkaulah Kristus dari Allah.\u201d Dengan keras Yesus melarang mereka memberitakan hal itu kepada siapa pun. Ia lalu berkata, \u201cAnak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh para tua-tua, oleh para imam kepala dan para ahli Taurat, lalu dibunuh, dan dibangkitkan pada hari ketiga.\u201d<br>Demikianlah Injil Tuhan<br>U. Terpujilah Kristus.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Vincen Suparman SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pada pandalaman iman di kring, kita sering ditanya, \u201cApa arti Jesus Kristus?\u201d Biasanya kita tidak dapat langsung menjawab. Lantas kita berpaling kepada orang lain dan mengharapkannya menjawabnya lebih dulu. Jesus bertanya, \u201cKata orang banyak siapakah Aku ini?\u201d Tujuan dari pertanyaan Jesus bukan pada pendapat orang banyak tentang siapa Ia. Tetapi Ia ingin mengetahui apa yang diyakini oleh para murid-Nya. Perhatian utama-Nya ialah bagaimana para murid-Nya mengimani Jesus.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Itulah sebabnya pertanyaan kedua-Nya, pada ayat 20, ialah, \u201cTetapi apa katamu, siapakah Aku ini?\u201d Jadi mengapa Ia tidak langsung menanyakannya kepada mereka? Nah, disini Jesus dengan sengaja hendak menciptakan kontras itu. Kontras semacam ini juga mendorong kita untuk merefleksikan iman kita tentang siapa Jesus bagi kita. Pengakuan kita tentang Jesus sebagai Juruselamat tidak tergantung pada apa yang dikatakan orang tentang Jesus.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pada era digital ini banyak tergoda untuk memupuk iman kita melalui apa yang dikatakan orang tentang Jesus. Ada orang yang menghabiskan waktu menonton \u201caneka kesaksian di youtube\u201d, tetapi lupa memperdalam iman sendiri. Banyak orang terbuai oleh aneka penjelasan atau seminar tentang Jesus di youtube. Namun, mereka justru tidak berpartisipasi dalam aneka kegiatan gereja mereka sendiri. &nbsp;<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Iman kita tidak dibangun atas dasar apa yang dikatakan \u2018orang tentang Jesus\u2019, tetapi pada \u2018bagaimana kita menjadikan Jesus dan ajaran-Nya menjadi bagian dari hidup kita.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dari iman pribadi itulah orang menemukan adanya persamaan dengan orang-orang lain yang mengiman Jesus sebagai Jeruselamat. Dan karena itulah kita saling menghormati. Iman yang sama itu pada gilirannya mendorong kita untuk membangun suatu ikatan, seperti gereja, keluarga, pasangan, kring, dsb. Namun, seiring perjalanan waktu iman kita harus dievaluasi dan dimurnikan. &nbsp;Itu sangat diperlukan agar iman kita berkembang dan berbuah. Setiap hari kita mengaku sebagai pengikut Kristus, tetapi benarkah hati dan perilaku kita sudah dikendalikan oleh suara hati kita yang murni dan jujur?<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Banyak yang mengaku bahwa Kristus adalah Tuhan, tetapi jauh dalam lubuk hati, tidak benar-benar percaya bahwa mereka membutuhkan Juruselamat. Mungkin mereka membutuhkan atau pernah membutuhkan bantuan di sana-sini, terkadang bantuan ilahi, tetapi bukan Juruselamat. Demikian pula, banyak yang mengaku bahwa Jesus adalah \u201cKristus\u201d, tetapi kesetiaan mereka yang sejati atau kesetiaan mereka terletak di tempat lain. Pada akhirnya, mereka melayani diri mereka sendiri, bukan Ia yang telah dipilih Allah. Dan banyak yang telah mengaku dan memang mengaku bahwa Ia adalah \u201cKristus\u201d, tetapi dalam pilihan, prioritas, dan perencanaan mereka, mereka juga menolak jalan penderitaan ini\u2026 jalan yang Jesus tempuh, dan jalan yang &nbsp;para murid dan santo-santa tempuh.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Melalui Injil hari ini kita semua ditantang untuk membuka fikiran dan hati kita agar iman kita dari waktu ke waktu menuju kesempurnaan. Kesadaran kita yang tulus akan mendorong kita untuk mendalami kasih karunia Kristus yang disediakan bagi kita.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Roh Kudus akan menghidupi pengakuan kita akan Jesus Sang Juruselamat. Dan seperti Petrus, pemahaman kita akan disempurnakan. Semoga Allah menolong kita masing-masing untuk \u201cmengetahui dengan pasti\u201d bahwa Jesus adalah Tuhan dahulu, sekarang, dan sampai selama-lamanya. Amin.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa mahamulia,&nbsp;berkenanlah menyatakan diri-Mu&nbsp;siapakah Engkau melalui roti anggur ini,&nbsp;melalui Yesus yang terurapi,&nbsp;yang sudi menjadi seperti roti yang dibagi-bagikan&nbsp;demi kebahagiaan kami semua.&nbsp;Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI \u2013 Lukas 9:20<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Yesus bertanya kepada para murid,&nbsp;\u201cMenurut kamu, siapakah Aku ini?\u201d&nbsp;Jawab Petrus, \u201cEngkaulah Mesias dari Allah!\u201d<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa:&nbsp;Allah Bapa kami di surga,&nbsp;Engkau telah sudi menunjukkan jalan kepada kami&nbsp;yang menuju kedamaian dan kebebasan,&nbsp;yaitu Yesus Tuhan kami.&nbsp;Kami mohon, semoga dengan sengsara dan penderitaan&nbsp;kami dapat mencapai kedamaian sejati&nbsp;yang menjadi panggilan semua orang.&nbsp;Demi Kristus, Tuhan \u2026.<\/h4>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Resi-Jumat-26-September-2025-oleh-Rm-Vincen-Suparman-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Wisconsin-USA.mp3\">Resi-Jumat 26 September 2025 oleh Rm Vincen Suparman SCJ dari Komunitas SCJ Wisconsin \u2013 USA<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Sumber <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2025\/09\/24\/jumat-25-september-2025-hari-biasa-pekan-xxv\/\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2025\/09\/24\/jumat-25-september-2025-hari-biasa-pekan-xxv\/<\/a><\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=85381-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_2077\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-85381-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Resi-Jumat-26-September-2025-oleh-Rm-Vincen-Suparman-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Wisconsin-USA.mp3?_=1\" \/><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Resi-Jumat-26-September-2025-oleh-Rm-Vincen-Suparman-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Wisconsin-USA.mp3\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Resi-Jumat-26-September-2025-oleh-Rm-Vincen-Suparman-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Wisconsin-USA.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Resi-Jumat-26-September-2025-oleh-Rm-Vincen-Suparman-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Wisconsin-USA.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=85381-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Resi-Jumat-26-September-2025-oleh-Rm-Vincen-Suparman-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Wisconsin-USA.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"Resi-Jumat-26-September-2025-oleh-Rm-Vincen-Suparman-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Wisconsin-USA.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Hagai 2:8-10 Aku akan memenuhi rumah ini dengan kemegahan.&nbsp;Di tempat ini aku akan memberikan damai sejahtera. PENGANTAR:&nbsp; \u2018Bekerjalah. Aku besertamu. Roh-Ku menetap di tengah-tengahmu.\u2019 Demikianlah Tuhan membesarkan hati umat ketika bait&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"audio","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-85381","post","type-post","status-publish","format-audio","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text","post_format-post-format-audio"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/85381","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=85381"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/85381\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":85383,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/85381\/revisions\/85383"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=85381"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=85381"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=85381"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}