{"id":85044,"date":"2025-09-19T15:53:36","date_gmt":"2025-09-19T08:53:36","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=85044"},"modified":"2025-09-19T15:53:36","modified_gmt":"2025-09-19T08:53:36","slug":"jumat-19-september-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=85044","title":{"rendered":"Jumat, 19 September 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nJumat 19 September 2025<br \/>\nLukas 8:1-3<br \/>\nYesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia. dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat, Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.<\/p>\n<p>Kita Semua Menjadi Pewarta Jaman Now<\/p>\n<p>Yesus tidak ingin Ia sendirian mewartakan datangnya Kerajaan Allah. Ia memilih para murid untuk ikut ambil bagian dalam pewartaanNya. Bukan hanya para murid yang tergerak ikut mewartakan. Dikisahkan Lukas bahwa beberapa perempuan yang telah mengalami hidup baru oleh kasih dan pengampunan Yesus, ikut mendukung pewartaan Yesus dengan kekayaan mereka.<\/p>\n<p>Yesus ingin agar semua orang tahu, \u201cBegitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.\u201d (Yoh 3:16).<br \/>\nOleh baptisan, kita semua telah diangkat Yesus menjadi saudara-saudariNya, keluarga Kerajaan Allah.<br \/>\nMari terus menjadi saksi Kristus melalui hidup dan karya kasih kita, sesuai dengan jalan hidup yang kita jalani.<br \/>\nAda yang menjadi pewarta dalam jabatan resmi gerejani sebagai gembala dan pengurus gereja. Ada yang melalui hidup bakti, pemberian diri total untuk Kerajaan Allah, ada yang melalui profesi dan pekerjaannya masing-masing, bahkan melalui usaha dan bisnis mereka.<br \/>\nKita semua pengikut Yesus dipanggil dan diutus untuk memperluas Kerajaan Cinta Kasih Allah.<br \/>\nSeperti kata Paulus, beginilah caranya kita menjadi pewarta Kerajaan Allah:<br \/>\n\u201dSegala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.\u201d (Kol 3:17)<\/p>\n<p>Selamat hari Jumat. Persembahkanlah hidup dan karya kita hari ini sebagai pewartaan karya Tuhan.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 19 Sep 2025<br \/>\nJumat Pekan Biasa XXIV<br \/>\nPF S. Yanuarius, Uskup dan Martir<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mat 11:25<br \/>\nBacaan Injil: Luk 8:1-3<br \/>\n*************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMat 11:25<br \/>\nTerpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi<br \/>\nsebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada orang kecil.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nLuk 8:1-3<br \/>\nBeberapa wanita menyertai Yesus dan melayani Dia dengan harta bendanya.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Lukas:<\/p>\n<p>Yesus berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa<br \/>\nmemberitakan Injil Kerajaan Allah.<br \/>\nKedua belas murid menyertai Dia,<br \/>\ndan juga beberapa wanita,<br \/>\nyang telah disembuhkan-Nya dari roh-roh jahat serta berbagai macam penyakit,<br \/>\nselalu menyertai Dia.<br \/>\nPara wanita itu ialah:<br \/>\nMaria yang disebut Magdalena,<br \/>\nyang telah dibebaskan dari tujuh setan;<br \/>\nYohana, isteri Khuza, bendahara Herodes,<br \/>\nSusana dan masih banyak lagi yang lain.<br \/>\nWanita-wanita itu melayani seluruh rombongan<br \/>\ndengan harta kekayaan mereka.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201cYesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia, dan juga beberapa orang perempuan\u2026.. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka,\u201d (Luk 8: 1 \u2013 3).<\/p>\n<p>Salah satu yang menarik untuk diamati adalah jumlah perempuan yang terlibat dalam kegiatan Gereja. Seringkali, jumlah perempuan jauh melebihi laki-laki yang hadir pada Misa, kelompok doa dan rekoleksi, seminar, dsb. Perempuan tampaknya lebih tertarik untuk membantu ketika harus mengatur urusan Gereja. Pernahkah Anda memperhatikan ini juga?<\/p>\n<p>Lukas melaporkan kepada kita tentang hari-hari biasa dalam kehidupan Yesus, berkeliling ke desa-desa dan kota-kota &#8211; berkhotbah, mengajar dan menyembuhkan. Dia menyebutkan bahwa perempuan tertentu menyertai-Nya sepanjang jalan. Yohanes menceritakan kepada kita tentang perempuan yang berdiri di kaki salib Yesus, tentang perempuan yang tersentuh oleh pelayanan Yesus yang merasa pantas untuk melayani dan menawarkan bantuan kepada-Nya. Tuhan menerima kemurahan hati mereka, yang merupakan pernyataan yang sangat besar di mata masyarakat di mana perempuan dipandang rendah dan dipinggirkan oleh rekan laki-laki mereka. Bahkan di banyak masyarakat saat ini, perempuan dipandang sebagai warga negara kelas dua. Banyak Paus dan penulis telah mengecam sikap ini dan berusaha memperbarui nilai dan martabat perempuan dalam kehidupan Gereja dan masyarakat pada umumnya.<\/p>\n<p>Jelas, Gereja kita sebagian besar bercorak patriarkal. Laki-laki memimpin Gereja melalui para Kardinal, Uskup dan Imam. Laki-laki dipanggil untuk imamat dalam pribadi dan nama Kristus yang adalah seorang laki-laki. Laki-laki sering terlihat di posisi teratas, tetapi sekarang ada banyak perempuan yang mengambil posisi penting dalam kehidupan Gereja dan dunia. Banyak pemimpin dunia sekarang memiliki perempuan yang membimbing dan mempengaruhi pemerintah mereka. Saya percaya ini adalah hal yang baik. Perempuan membawa tingkat kehangatan tertentu, perhatian yang tulus, intuisi, dan keteguhan saat berurusan dengan orang lain. Mereka melengkapi laki-laki dan memainkan peran penting dalam pembentukan dan pemenuhan kebutuhan hidup. Lagi pula, tidak ada dari kita yang akan ada di bumi jika bukan karena seorang perempuan yang kita sebut ibu.<\/p>\n<p>Bagaimanakah anda menghayati kesetaraan laki-laki dan perempuan? Apakah Anda menjunjung tinggi martabat laki-laki dan perempuan yang diciptakan menurut gambar Allah?<\/p>\n<p>Tuhan, beri kami rahmat untuk menghormati dan mencintai semua orang, yang Kaucipta dalam cintaMu. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas. Mari bersama menjadi rekan-rekan kerja Tuhan. \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764\ufe0f<br \/>\n\u2764\ufe0e.<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"5j6exrNbSY\"><p><a href=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/yesus-emansipator\/\">Yesus Emansipator<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Yesus Emansipator&#8221; &#8212; Sacerdos2000\" src=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/yesus-emansipator\/embed\/#?secret=xkGTGMZqFI#?secret=5j6exrNbSY\" data-secret=\"5j6exrNbSY\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Jumat 19 September 2025 Lukas 8:1-3 Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia. dan juga beberapa orang&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-85044","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/85044","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=85044"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/85044\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":85045,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/85044\/revisions\/85045"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=85044"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=85044"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=85044"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}