{"id":85011,"date":"2025-09-18T13:57:37","date_gmt":"2025-09-18T06:57:37","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=85011"},"modified":"2025-09-18T13:57:37","modified_gmt":"2025-09-18T06:57:37","slug":"berkatmu-orang-tuaku-cipt-sr-m-benediktin-fsgm","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=85011","title":{"rendered":"BERKATMU ORANG TUAKU. Cipt. Sr. M. Benediktin FSGM"},"content":{"rendered":"<p>BERKATMU ORANG TUAKU. Cipt. Sr. M. Benediktin FSGM<\/p>\n<p>Terimakasih padamu para orang tua hebat; orang tua secara fisik, para senior, dan para saudara yang melalui doa, kehadiran, senyuman, support, bimbingan telah menjadi orang tua rohani, sebagai guru yang menuntun dalam perjalanan penuh pengharapan.<br \/>\nLagu ini terangkai dalam syukur atas para orang tua dimana pun berada yang turut membentuk pribadi kami. Dalam gerak yang semakin terbatas, justru tersimpan berjuta berkat dan menyinarkan pengharapan bagi kami untuk terus berjalan menelusuri lorong-lorong dan menghadapi berbagai tantangan.<br \/>\nTak jarang kutemui, orang tua yang dirawat di rumah sakit karena merasa kesepian, sendiri ditinggalkan, rasa tak berdaya dengan keterbatasan, dan merasa tak berguna lagi. Padahal kami sebagai anak dan cucu sangat mengharapkan doa dan kehadiran orang tua\/kakek nenek. Bersama para orang tua, kami menjadi semakin berani menatap dan menjalani dunia ini. Kami mohon maaf karena terlambat menyadari betapa berharganya para orang tua, betapa besarnya kebesaran Allah dalam dirimu. Terimakasih padamu orang tuaku, tetaplah bersinar di tengah kerapuhan yang semakin mendekat. Benarlah sabda Tuhan ini: \u201cOrang benar akan bertunas\u2026Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk &amp; segar, untuk memberitakan bahwa Tuhan itu benar, bahwa Ia gunung batu ku &amp; tidak ada kecurangan pada-Nya\u201d (Mz 92;13-16)<br \/>\nKehadiran\/doa orang tua menjadi oase untuk kembali pada jati diri menuju Sang Cahaya. Peace. (Sr.M. Benediktin FSGM)<br \/>\nBERKATMU ORANGTUAKU (Cipt. Sr.M. Benediktin FSGM)<\/p>\n<p>Dibalik Langkah tertatih dan sgala keterbatasan<br \/>\nTersimpan berjuta makna kehidupan yang penuh perjuangan<br \/>\nSaat sakit menghampiri, rasa sepi menemani<br \/>\nKesetian dan pasrah menguatkan hidup dan semangat mu<\/p>\n<p>Trimakasihku padamu orang tua ku<br \/>\nMenuntunku pada kasih Ilahi<br \/>\nTetaplah bersinar pancarkan asa dan cinta<br \/>\nSenyummu mantapkan setiap Langkah ku<\/p>\n<p>Doa mu sejukkan hatiku, doa mu teguhkan langkahku<br \/>\nTerimakasih, terimakasih, padamu orang tua ku<br \/>\nBerkat Tuhan menyertaimu<br \/>\n#myyearonyoutube<br \/>\n#lagurohaniterbaru<br \/>\n#lagurohanikatolik<\/p>\n<p>Sumber fsgm indonesia<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BERKATMU ORANG TUAKU. Cipt. Sr. M. Benediktin FSGM Terimakasih padamu para orang tua hebat; orang tua secara fisik, para senior, dan para saudara yang melalui doa, kehadiran, senyuman, support, bimbingan telah menjadi orang tua&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":28971,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"video","meta":{"footnotes":""},"categories":[17,27,26,28,2],"tags":[],"class_list":["post-85011","post","type-post","status-publish","format-video","has-post-thumbnail","hentry","category-campur-sari","category-ekonomi","category-pengembangan","category-sosial","category-tokoh","post_format-post-format-video"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/ki.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/85011","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=85011"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/85011\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":85012,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/85011\/revisions\/85012"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/28971"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=85011"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=85011"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=85011"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}