{"id":84995,"date":"2025-09-18T10:57:56","date_gmt":"2025-09-18T03:57:56","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=84995"},"modified":"2025-09-18T10:57:56","modified_gmt":"2025-09-18T03:57:56","slug":"kamis-18-september-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=84995","title":{"rendered":"Kamis, 18 September 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nKamis 18 September 2025<br \/>\nLukas 7:47a (Luk 7:36-50)<br \/>\n\u201cSebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih\u2026\u201d<\/p>\n<p>Kasih Penebus Dosa<\/p>\n<p>Yesus sangat tersentuh oleh ungkapan kasih yang ditunjukkan si wanita pendosa padaNya. Ia membasuh kaki Yesus dengan air matanya, itulah air mata penyesalan atas dosa-dosanya. Ia menyeka kaki Yesus dengan rambutnya. Sekalipun martabatnya telah hilang ia masih punya rambut yang menjadi mahkota seorang wanita. Mahkota itu dipakainya untuk menyeka kaki. Ini suatu tanda penghormatan kepada Yesus.<br \/>\nWanita ini juga meminyaki kaki Yesus dengan minyak wangi. Padahal kaki bukan tempat urapan minyak wangi. Ini suatu tanda kerendahan hati dan pemuliaan bagi Yesus, apalagi ia mencium kaki Yesus.<\/p>\n<p>Rambut, airmata dan minyak wangi adalah tiga hal yang sangat pribadi dan khas bagi seorang wanita. Wanita ini sekalipun pendosa berat, lebih tepat seorang pelacur, masih punya apa yang sangat bernilai yang ia persembahkan pada Yesus yakni air mata, rambut dan minyak wangi dan tentu saja hati yang penuh penyesalan. Semuanya itu adalah ungkapan kasihnya pada Yesus. Olehnya martabat wanita ini dipulihkan Yesus.<br \/>\nYesus tidak peduli apa kata orang terhadapNya karena membiarkan diriNya didekati oleh seorang pelacur dan menyentuh tubuhNya. Semua itu adalah tindakan kasih, kerendahan hati dan penyembahan.<\/p>\n<p>Bagi Yesus kasih adalah penghapus dosa karena dosa terjadi ketika kasih tidak ada. Sebagaimana malam tercipta ketika matahari menghilang, atau gelap datang ketika cahaya padam. Bila matahari terbit dan cahaya datang, sirnalah kegelapan tergantikan terang.<br \/>\nBila kasih adalah nyala api yang berkobar dan Roh Kudus adalah sumber api cinta Kristus, mari datang pada Yesus untuk menyalakan api cinta kita agar tidak padam oleh keinginan untuk mencari kesenangan diri dan hanya mau menang sendiri.<br \/>\nYesus telah mengampuni dan memulihkan martabat kita, mari memperbanyak perbuatan kasih, rela mengampuni. Berilah kesempatan baik bagi diri sendiri maupun orang lain untuk memulai baru lagi.<\/p>\n<p>Selamat hari baru, kesempatan baru untuk memperbanyak perbuatan kasih.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 18 Sep 2025<br \/>\nKamis Pekan Biasa XXIV<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mat 11:28<br \/>\nBacaan Injil: Luk 7:36-50<br \/>\n***************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMat 11:28<br \/>\nDatanglah kepada-Ku,<br \/>\nkalian semua yang letih dan berbeban berat.<br \/>\nAku akan memberi kelegaan kepadamu.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nLuk 7:36-50<br \/>\nDosanya yang banyak telah diampuni,<br \/>\nkarena ia telah banyak berbuat kasih.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Lukas:<\/p>\n<p>Pada suatu ketika<br \/>\nseorang Farisi mengundang Yesus makan di rumahnya.<br \/>\nYesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan.<br \/>\nDi kota itu ada seorang wanita yang terkenal sebagai orang berdosa.<br \/>\nKetika mendengar<br \/>\nbahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu,<br \/>\ndatanglah ia membawa buli-buli pualam berisi minyak wangi.<br \/>\nSambil menangis ia berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya,<br \/>\nlalu membasahi kaki-Nya dengan air matanya,<br \/>\ndan menyekanya dengan rambutnya.<br \/>\nKemudian ia mencium kaki Yesus<br \/>\ndan meminyakinya dengan minyak wangi.<\/p>\n<p>Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu,<br \/>\nia berkata dalam hati,<br \/>\n&#8220;Seandainya Dia ini nabi, mestinya Ia tahu,<br \/>\nsiapakah dan orang apakah wanita yang menjamah-Nya ini;<br \/>\nsemestinya Ia tahu, bahwa wanita ini adalah orang yang berdosa.&#8221;<\/p>\n<p>Lalu Yesus berkata kepada orang Farisi itu,<br \/>\n&#8220;Simon, ada yang hendak Kukatakan kepadamu.&#8221;<br \/>\nSahut Simon, &#8220;Katakanlah, Guru.&#8221;<br \/>\n&#8220;Ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang.<br \/>\nYang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh.<br \/>\nKarena mereka tidak sanggup membayar,<br \/>\nmaka hutang kedua orang itu dihapuskannya.<br \/>\nSiapakah di antara mereka akan lebih mengasihi dia?&#8221;<\/p>\n<p>Jawab Simon,<br \/>\n&#8220;Aku sangka, yang mendapat penghapusan utang lebih banyak!&#8221;<br \/>\nKata Yesus kepadanya, &#8220;Betul pendapatmu itu!&#8221;<br \/>\nDan sambil berpaling kepada wanita itu,<br \/>\nYesus berkata kepada Simon, &#8220;Engkau melihat wanita ini?<br \/>\nAku masuk ke dalam rumahmu,<br \/>\nnamun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kaki-Ku;<br \/>\ntetapi wanita ini membasahi kaki-Ku dengan air mata<br \/>\ndan menyekanya dengan rambutnya.<br \/>\nEngkau tidak mencium Aku,<br \/>\ntetapi sejak Aku masuk, ia tiada henti-hentinya mencium kaki-Ku.<br \/>\nEngkau tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak,<br \/>\ntetapi dia meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi.<br \/>\nSebab itu Aku berkata kepadamu,<br \/>\n&#8216;Dosanya yang banyak itu telah diampuni,<br \/>\nkarena ia telah banyak berbuat kasih.<br \/>\nTetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih!&#8221;<\/p>\n<p>Lalu Yesus berkata kepada wanita itu: &#8220;Dosamu telah diampuni.&#8221;<br \/>\nOrang-orang yang makan bersama Yesus berpikir dalam hati,<br \/>\n&#8220;Siapakah Dia ini, maka Ia dapat mengampuni dosa?&#8221;<br \/>\nTetapi Yesus berkata kepada wanita itu,<br \/>\n&#8220;Imanmu telah menyelamatkan dikau. pergilah dengan selamat!&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n****************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201cKetika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi. Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu,\u201d (Luk 7: 37 \u2013 38).<\/p>\n<p>Perikope Injil hari ini terpampang di hadapan kita seperti sebuah lukisan, begitu hidup sehingga kita hampir dapat melihat warnanya dan gerakannya. Adegan ini berlangsung di rumah Simon orang Farisi, di mana Yesus sedang bersantap. Menurut adat, seorang tamu kehormatan seharusnya disambut dengan ciuman damai, kakinya dibasuh dengan air, dan kepalanya diurapi dengan minyak wangi. Namun Simon, sang tuan rumah, tidak memberikan penghormatan tersebut. Yesus diundang mungkin karena rasa ingin tahu, bukan karena cinta.<\/p>\n<p>Lalu masuklah seorang perempuan, yang dikenal oleh semua orang sebagai seorang pendosa. Yang ia bawa hanyalah air matanya dan sebuah buli-buli pualam. Dengan kerendahan hati yang mendalam, ia membasahi kaki Yesus dengan air matanya, mengeringkannya dengan rambutnya yang terurai, dan mengurapi kaki-Nya dengan minyak wangi. Dia melanggar semua pranata sosial, melupakan semua orang kecuali Yesus. Dan dalam kerentanannya, dia menemukan belas kasihan.<\/p>\n<p>Di sini kita melihat dua hati yang bertentangan: hati Simon yang puas diri, dan hati perempuan itu, yang terbuka dalam kebutuhan. Simon tidak merasa membutuhkan, jadi dia tidak menunjukkan kasih, dan dia tidak menerima pengampunan. Perempuan itu, yang sadar akan kelemahannya, mencurahkan kasihnya, dan sebagai balasannya, dia menerima pengampunan dan damai.<\/p>\n<p>Inilah paradoks iman kita: orang yang menganggap dirinya benar menutup pintu bagi belas kasih Allah, sementara orang yang menyadari kebutuhannya membuka diri bagi kasih-Nya.<\/p>\n<p>Mari kita bertanya kepada diri kita masing-masing: ketika mendengar ungkapan \u201cseorang berdosa\u201d, siapa yang pertama kali saya ingat? Suami atau istri yang selingkuh? Pejabat pemerintah yang korup atau punya simpanan? Pegawai yang tak jujur? Pelacur jalanan? Tetapi ketika Tuhan berkata: \u201cAku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa,\u201d Ia tidak hanya berbicara tentang orang-orang yang kita ingat tadi, atau orang-orang lain, tetapi juga SAYA dan ANDA.<\/p>\n<p>Ketika kita mendengar kata \u201cpendosa\u201d, janganlah mengingat orang lain. Ingatlah diri sendiri. Kita harus katakan \u201cKetika saya mendengar kata, \u201cpendosa\u201d, saya harus ingat bahwa saya adalah seorang pendosa.\u201d Sebab jika kita mendengar kata \u201cpendosa\u201d dan yang pertama kita ingat adalah orang lain, maka kita jatuh dalam dosa kemunafikan. Sama seperti Simon, orang Farisi yang puas diri dan merasa benar.<\/p>\n<p>Mari kita belajar dari perempuan dalam Injil ini: berlutut di hadapan Yesus dengan segala air mata kita, melepaskan kebanggaan kita, dan membiarkan pengampunan-Nya memulihkan kita.<\/p>\n<p>Tuhan, kasihanilah aku orang berdosa. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas hari ini. Banyaklah berbuat kasih. \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764\ufe0f<br \/>\n\u2764\ufe0e.<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"1epyWr1fds\"><p><a href=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/kasih-membuka-pintu-pengampunan\/\">Kasih Membuka Pintu Pengampunan<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Kasih Membuka Pintu Pengampunan&#8221; &#8212; Sacerdos2000\" src=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/kasih-membuka-pintu-pengampunan\/embed\/#?secret=vE6IoLkXyg#?secret=1epyWr1fds\" data-secret=\"1epyWr1fds\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Kamis 18 September 2025 Lukas 7:47a (Luk 7:36-50) \u201cSebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih\u2026\u201d Kasih Penebus Dosa Yesus sangat tersentuh oleh&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-84995","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/84995","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=84995"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/84995\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":84996,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/84995\/revisions\/84996"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=84995"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=84995"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=84995"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}