{"id":84803,"date":"2025-09-14T16:45:28","date_gmt":"2025-09-14T09:45:28","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=84803"},"modified":"2025-09-14T16:45:28","modified_gmt":"2025-09-14T09:45:28","slug":"minggu-14-september-2025-3","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=84803","title":{"rendered":"Minggu, 14 September 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nMinggu 14 September 2025<br \/>\nPesta Pemuliaan Salib Suci<br \/>\nYohanes 3:14-15(Yoh 3:13-17)<br \/>\n\u201dDan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.\u201d<\/p>\n<p>Salib Kristus Kekuatan Kita<\/p>\n<p>Salib sesungguhnya adalah hukuman yang paling keji dan brutal bagi seorang penjahat. Seorang yang dihukum mati dengan disalibkan menunjukkan bahwa ia adalah penjahat ulung yang pantas mati dengan siksaan yang paling keji. Mati tersiksa perlahan-lahan hingga kehabisan darah dan putus nafasnya.<br \/>\nBahwa seorang yang tidak bersalah dihukum mati di salib adalah lambang penghinaan dan kebencian yang paling dalam. Ditambah dengan mahkota duri maka lengkaplah sudah penghinaan itu, bagi seorang yang dihina karena mengakui raja.<\/p>\n<p>Yesus mengambil jalan salib untuk menebus kita semua dari kuasa dosa dan merebut kita dari tangan Iblis oleh salibNya yang suci.<br \/>\nOleh cintaNya yang tak terhingga bagi kita, Yesus mengambil rupa seorang penjahat yang paling hina untuk mengangkat kita dari kehinaan kita dan memahkotai kita dengan kemuliaan anak-anak Allah dan menganugerahkan kita hidup abadi bersama Bapa di surga.<\/p>\n<p>Di saat kita merasa ragu akan cinta Tuhan bagi kita, pandanglah salib Yesus dan temukan kekuatan cinta Tuhan yang rela mati di salib untuk menebus kita. Saat merasa terhina dan direndahkan oleh perjuangan membela keadilan dan kebenaran, oleh cinta dan pengorbanan, pandanglah salib Yesus dan temukanlah kekuatan dan daya ilahi cinta Tuhan di dalam salibNya.<br \/>\nBangunlah, bangkitlah dan jangan menyerah. Itulah tanda betapa dalamnya nilai cinta dan pengorbanan yang kita rangkul sebagai salib kita, untuk setia mengikuti Yesus. Olehnya kita menjadi pemenang dan pejuang cinta kasih yang pantang menyerah, karena kita percaya tak ada pengorbanan yang sia-sia. Biarlah jalan salib menjadi jalan hidup kita. Mari menandai seluruh hidup dan karya kita dengan tanda salib Kristus.<\/p>\n<p>\u201dTerimakasih ya Yesus, dengan salib suciMu Engkau telah menebus dunia. Kuatkanlah kami untuk merangkul salib kehidupan kami, berjalan memikul salib, terus mencintai sekalipun terluka, berani berkorban dengan setulus hati.\u201d<\/p>\n<p>Selamat Hari Minggu. Selamat Pesta Salib Suci. Bersama Yesus kita kuat memikul salib hidup kita.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 14 Sep 2025<br \/>\nMinggu Pekan Biasa XXIV<br \/>\nWarna Liturgi: Merah<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 3:13-17<br \/>\n************<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 3:13-17<br \/>\nAnak Manusia harus ditinggikan.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Dalam percakapan-Nya dengan Nikodemus, Yesus berkata,<br \/>\n&#8220;Tidak ada seorang pun yang telah naik ke surga,<br \/>\nselain Dia yang telah turun dari surga,<br \/>\nyaitu Anak Manusia.<\/p>\n<p>Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun,<br \/>\ndemikian juga Anak Manusia harus ditinggikan,<br \/>\nsupaya setiap orang yang percaya kepada-Nya<br \/>\nberoleh hidup yang kekal.<br \/>\nKarena begitu besar kasih Allah akan dunia ini,<br \/>\nsehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal,<br \/>\nsupaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa,<br \/>\nmelainkan beroleh hidup yang kekal.<br \/>\nSebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia<br \/>\nbukan untuk menghakimi dunia,<br \/>\nmelainkan untuk menyelamatkannya&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n*************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201cKarena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal,\u201d [Yoh 3: 13 \u2013 17]<\/p>\n<p>Di zaman Romawi, tak seorangpun menganggap penyaliban sebagai suatu kemuliaan dan kemenangan. Mungkin itu akan memberi kepuasan bagi mereka yang menyalibkan, namun tidak akan pernah menjadi kemenangan bagi yang disalibkan. Tetapi justru kemenangan salib itulah yang kita rayakan hari ini. Yesus telah disalibkan, dan Ia telah menang. Itulah kemenangan cinta atas kebencian. Seperti dikatakan dalam Injil Yohanes: \u201cKarena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal,\u201d (Yoh 3: 16). Yesus adalah pernyataan cinta Allah dalam segala yang dilakukan-Nya, tetapi cinta Allah itu dinyatakan sepenuh-penuhnya dengan salib. St Yohanes hendak mengatakan bahwa di atas kayu salib Yesus menyatakan kemuliaan Allah. Itulah sebabnya Yesus berbicara tentang penyaliban-Nya sebagai saat Ia dimuliakan. \u201cDan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan,\u201d (Yoh 3: 14).<\/p>\n<p>Cinta sejati memberi kehidupan. Sama seperti kemenangan cinta atas kebencian, kemenangan salib Yesus adalah kemenangan atas kematian. Yesus telah dibunuh dengan cara yang paling keji, tetapi dengan kematian-Nya ia beralih ke kehidupan yang baru dan hidup itulah yang diberikan kepada kita. Darah dan air mengalir dari lambung-Nya mengatakan kepada kita bahwa hidup mengalir dari kematian-Nya. Salib, pohon kehidupan. Kemenangan salib, yang adalah kemenangan Allah dan Yesus atas segala kuasa kejahatan, adalah kemenangan kita. Dari salib-Nya Ia menarik kita masuk dalam cinta dan hidup Allah. \u201cDan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku,\u201d (Yoh 12: 32). Kita hanya perlu membiarkan diri ditarik oleh-Nya.<\/p>\n<p>Kini dengan memandang kepada salib Kristus itulah kita pun dikuatkan untuk terus memenangkan cinta dengan mengasihi dan mengampuni sesama; dan juga untuk bertumbuh dalam kerendahan hati, sebab itulah jalan yang dipilih Allah untuk menghantar kita kepada keselamatan kekal. Di pesta perayaan Salib suci ini, mari kita mendaraskan doa sederhana yang diwariskan oleh St. Fransiskus dari Asisi, \u201cKami menyembah Engkau, ya Kristus dan memuji-Mu, sebab dengan Salib Suci-Mu Engkau telah menebus dunia\u2026..\u201d<\/p>\n<p>Ya, Tuhan bantulah aku untuk semakin menghayati dalamnya makna Tanda Salib yang setiap saat aku lakukan. Amin.<\/p>\n<p>Selamat Hari Minggu. Selamat Pesta Pemuliaan Salib Tuhan. \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764\ufe0f<br \/>\n\u2764\ufe0e.<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"gDAUIXbCZu\"><p><a href=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/begitu-besar-kasih-allah-akan-dunia-ini\/\">Begitu Besar Kasih Allah akan Dunia Ini<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Begitu Besar Kasih Allah akan Dunia Ini&#8221; &#8212; Sacerdos2000\" src=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/begitu-besar-kasih-allah-akan-dunia-ini\/embed\/#?secret=w0UhTDRnaL#?secret=gDAUIXbCZu\" data-secret=\"gDAUIXbCZu\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Minggu 14 September 2025 Pesta Pemuliaan Salib Suci Yohanes 3:14-15(Yoh 3:13-17) \u201dDan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-84803","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/84803","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=84803"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/84803\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":84804,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/84803\/revisions\/84804"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=84803"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=84803"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=84803"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}