{"id":84724,"date":"2025-09-12T10:19:25","date_gmt":"2025-09-12T03:19:25","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=84724"},"modified":"2025-09-12T10:19:25","modified_gmt":"2025-09-12T03:19:25","slug":"jumat-12-september-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=84724","title":{"rendered":"Jumat, 12 September 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nJumat 12 September 2025<br \/>\nLukas 6:41 (Luk 6:39-42)<br \/>\n\u201dMengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?\u201d<\/p>\n<p>Introspeksi Diri<\/p>\n<p>Cara kita melihat sangat menentukan siapa diri kita yang sebenarnya. Dikatakan bahwa mata lebah akan selalu melihat bunga, sedangkan mata lalat akan selalu melihat sampah.<br \/>\nJangan kita terjebak dengan cara melihat yang cenderung melihat kesalahan atau kelemahan orang lain, tanpa menyadari kesalahan dan kelemahan diri sendiri.<br \/>\nIntrospeksi diri adalah langkah yang bijaksana untuk kita berefleksi dan melihat ke dalam diri saat menilai dan menghakimi orang lain.<\/p>\n<p>Yesus mengajak kita untuk mawas diri, merenungkan pikiran, emosi, sikap, perbuatan, kelemahan, dan kesalahan diri sendiri guna meningkatkan pemahaman dan wawasan serta mengembangkan diri menjadi pribadi yang lebih baik. Mengganti kecenderungan melihat yang negatif, menjadi pribadi yang mengutamakan yang baik dan positip dalam diri orang lain, juga dalam diri sendiri, sekalipun tidak perlu merasa benar sendiri.<br \/>\nBila kita tergoda melihat kesalahan orang dan menghakiminya, mari bercermin dan bertanya dalam hati, \u201cBila Yesus yang melihat, apakah yang pertama-tama dilihatNya?\u201d<\/p>\n<p>\u201dYa Yesus murnikanlah hati dan pikiran kami, agar mata kami jernih dan mampu memandang apa yang baik dalam diri orang lain. Bila melihat kesalahan, mampukan kami untuk dapat membantu memperbaiki atas dasar kasih dan ketulusan hati. Jauhkan kami dari sikap menghakimi dan mencari kesalahan orang lain. Semoga kami selalu mawas diri. Amin.\u201d<\/p>\n<p>Selamat hari Jumat. Tuhan Yesus memberkati kita\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 25 Jul 2025<br \/>\nJumat Pekan Biasa XVI<br \/>\nWarna Liturgi: Merah<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 15:16<br \/>\nBacaan Injil: Mat 20:20-28<br \/>\n*************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 15:16<br \/>\nAku telah menetapkan kamu<br \/>\nsupaya kamu pergi dan menghasilkan buah,<br \/>\ndan buahmu itu tetap.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 20:20-28<br \/>\nCawan-Ku akan kamu minum.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa,<br \/>\nmenjelang kepergian Yesus ke Yerusalem,<br \/>\ndatanglah ibu Zebedeus serta anak-anaknya kepada Yesus,<br \/>\nlalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu.<br \/>\nKata Yesus, &#8220;Apa yang kaukehendaki?&#8221;<br \/>\nJawab ibu itu, &#8220;Berilah perintah,<br \/>\nsupaya kedua anakku ini kelak boleh duduk di dalam Kerajaan-Mu,<br \/>\nyang seorang di sebelah kanan-Mu,<br \/>\ndan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.&#8221;<br \/>\nTetapi Yesus menjawab,<br \/>\n&#8220;Kamu tidak tahu apa yang kamu minta!<br \/>\nDapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum?&#8221;<br \/>\nKata mereka kepada-Nya, &#8220;Kami dapat.&#8221;<br \/>\nYesus berkata kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Cawan-Ku memang akan kamu minum,<br \/>\ntetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku,<br \/>\nAku tidak berhak memberikannya.<br \/>\nItu akan diberikan kepada orang-orang<br \/>\nbagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya.&#8221;<\/p>\n<p>Mendengar itu,<br \/>\nmarahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua bersaudara itu.<br \/>\nTetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata,<br \/>\n&#8220;Kamu tahu, bahwa pemerintah bangsa-bangsa<br \/>\nmemerintah rakyatnya dengan tangan besi,<br \/>\ndan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.<br \/>\nTidaklah demikian di antara kamu!<br \/>\nBarangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu,<br \/>\nhendaklah ia menjadi pelayanmu,<br \/>\ndan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu,<br \/>\nhendaklah ia menjadi hambamu;<br \/>\nsama seperti Anak Manusia:<br \/>\nIa datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani,<br \/>\ndan untuk memberikan nyawa-Nya<br \/>\nmenjadi tebusan bagi banyak orang.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201cBarangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu,\u201d [Mat 20: 26 \u2013 27]<\/p>\n<p>Hari ini kita rayakan Pesta St. Yakobus, anak Zebedeus dan saudara Yohanes Penginjil. Yakobus diyakini sebagai rasul pertama yang menjadi martir. Ada sebuah tradisi dari awal abad pertengahan yang menunjukkan bahwa ia menyebarkan Injil di Spanyol dan dihormati sebagai santo pelindung Spanyol. Dia dieksekusi dengan cara dipenggal di tangan Herodes Agripa, cucu Raja Herodes, pada tahun 44. Pada abad ke-9, jasadnya dimakamkan di Compostela, yang sekarang menjadi salah satu tempat ziarah paling terkenal di dunia.<\/p>\n<p>Matius memperingatkan bahwa komunitas murid-murid Yesus berada dalam bahaya ababila mereka termotivasi oleh keinginan untuk menjadi yang pertama, mencari pengakuan dan rasa hormat dari orang lain. Sungguh, ajaran Yesus bertentangan dengan nilai-nilai dunia. Alih-alih berusaha mendominasi orang lain, Yesus menekankan pentingnya melayani satu sama lain.<\/p>\n<p>Anak-anak Zebedeus, Yakobus dan Yohanes, datang kepada Yesus bersama ibu mereka dengan sebuah permintaan. Yesus mengambil kesempatan ini untuk memberikan pengajaran yang kuat tentang kerendahan hati. \u201cKamu ingin menjadi besar?\u201d kata Yesus, \u201chendaklah kamu menjadi pelayan bagi yang lain.\u201d \u201cKamu ingin menjadi yang terkemuka? Hendaklah kamu menjadi hamba bagi yang lain.\u201d<\/p>\n<p>Di masa sekarang, hal itu tetap relevan. Jika ingin menjadi besar, berubahlah:<\/p>\n<p>* Hentikanlah sikap membandingkan diri dengan orang lain dan merasa diri lebih hebat.<br \/>\n* Jangan mengukur prestasi akademis dan kecerdasan Anda dengan orang lain.<br \/>\n* Berhentilah berpikir untuk mengendalikan dan memanipulasi hasil.<br \/>\n* Hindari mempertimbangkan status atau kemampuan Anda untuk memengaruhi orang lain.<\/p>\n<p>Tidak penting entah sudah berapa lama saya telah menjadi anggota Gereja\/komunitas, atau seberapa jauh saya dapat menjadi pemimpin, atau posisi atau \u201cjabatan\u201d apa yang saya pegang, hati yang melayani dan mengasihilah satu-satunya hal yang penting. \u201cDemikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah KASIH,\u201d [1 Kor 13: 13].<\/p>\n<p>Tuhan, berilah kami hati yang melayani dan mengasihi. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas hari ini. Selamat pesta St. Yakobus. \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764\ufe0f<\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Jumat 12 September 2025 Lukas 6:41 (Luk 6:39-42) \u201dMengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?\u201d Introspeksi Diri Cara kita melihat sangat menentukan&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-84724","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/84724","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=84724"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/84724\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":84725,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/84724\/revisions\/84725"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=84724"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=84724"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=84724"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}