{"id":84519,"date":"2025-09-09T14:46:14","date_gmt":"2025-09-09T07:46:14","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=84519"},"modified":"2025-09-09T14:46:14","modified_gmt":"2025-09-09T07:46:14","slug":"selasa-09-september-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=84519","title":{"rendered":"Selasa, 09 September 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSelasa 09 September 2025<br \/>\nLukas 6:12-13 (Luk 6:12-19)<br \/>\nPada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah. Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul.<\/p>\n<p>Tak Ada Hari Tanpa Doa<\/p>\n<p>Penginjil Lukas sangat menekankan hidup doa Yesus. Tak ada hari yang dilaluiNya tanpa komunikasi dan perjumpaan pribadi dengan BapaNya dalam doa. Entah mengawali hari maupun mengakhirnya.<br \/>\nTidak diceritakan oleh Lukas apa yang dibicarakan Yesus dengan BapaNya, namun apa yang terjadi sesudahnya menunjukkan apa yang disampaikan Yesus dalam doaNya. Yesus menyampaikan kepada BapaNya siapa saja yang akan dipilihNya menjadi rasul, berapa jumlahnya, dan tentu saja karakter masing-masing murid-muridNya.<\/p>\n<p>Pertanyaan bagi kita, mengapa yang dipilih Yesus adalah orang-orang biasa saja, para nelayan yang tidak biasa berbicara di depan umum, bahkan ada yang termasuk kelompok pemberontak, dan malah ada seorang yang ambisius, matre bahkan pengkhianat seperti Yudas Iskariot? Apakah Yesus telah salah memilih murid?<br \/>\nRancangan Allah bukanlah rancangan manusia. Yesus memberi kita teladan dalam berdoa. Kita bisa menyampaikan apa saja dan juga meminta apa saja kepada Bapa. Namun kita selalu berserah kepada kehendak Bapa di surga. Kata Yesus kepada BapaNya dalam doa di Taman Getsemani, \u201cBukan kehendakKu, melainkan kehendakMulah yang terjadi.\u201d Dalam dia Bapa Kami Yesus mengajar kita \u201cJadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.\u201d<\/p>\n<p>Yesus selalu berserah pada BapaNya dan menyatukan kehendakNya dengan kehendak Bapa di Surga. Maka ketika Ia harus memanggul salib ke Golgota, dengan taat dan setia Yesus menjalaninya. Keselamatan semua umat manusia dan seluruh ciptaan adalah nyawa taruhannya.<br \/>\nUntuk melaksanakan kehendak BapaNya, Yesus mengorbankan seluruh hidupNya.<br \/>\nKekuatan doa Yesus membuatNya mamu menjalani semua sengsara dan derita dengan penuh penyerahan diri dan akhirnya Ia menyelesaikan karya penyelamatan umat manusiq dengan gemilang dan mulia.<\/p>\n<p>\u201cYa Yesus, kuatkanlah aku setiap saat oleh hadirMu di hidupku. Biarlah doaMu menjadi doaku, dan jalanMu menjadi jalanku. Hidupku ada dalam tanganMu. Dengarlah doaku, rahmati aku dengan Roh KudusMu di setiap jalan yang kulalui, dan semua karya yang kulakukan. Terjadilah padaku seturut kehendakMu. Amin.\u201d<\/p>\n<p>Selamat menikmati hari baru. Kita awali dengan doa dan menutup hari dengan doa.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 09 Sep 2025<br \/>\nSelasa Pekan Biasa XXIII<br \/>\nPF S. Petrus Klaver, Imam<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 15:16<br \/>\nBacaan Injil: Luk 6:12-19<br \/>\n**************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 15:16<br \/>\nKalian telah Kupilih dari dunia<br \/>\ndan Kutetapkan agar pergi dan berbuah,<br \/>\ndan buahmu tinggal tetap.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nLuk 6:12-19<br \/>\nSemalam-malaman Yesus berdoa.<br \/>\nLalu Ia memilih dua belas orang, yang disebut-Nya rasul.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Lukas:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa Yesus mendaki sebuah bukit untuk berdoa.<br \/>\nSemalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.<br \/>\nKeesokan harinya, ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya<br \/>\ndan memilih dari antara mereka dua belas orang,<br \/>\nyang disebut-Nya rasul.<br \/>\nMereka itu ialah: Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus,<br \/>\ndan Andreas saudara Simon,<br \/>\nYakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus,<br \/>\nMatius dan Tomas,<br \/>\nYakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot,<br \/>\nYudas anak Yakobus,<br \/>\ndan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.<\/p>\n<p>Lalu Yesus turun bersama mereka<br \/>\ndan berhenti pada suatu tempat yang datar.<br \/>\nDi situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya<br \/>\ndan banyak orang lain<br \/>\nyang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem<br \/>\ndan dari daerah pantai Tirus dan Sidon.<br \/>\nMereka datang untuk mendengarkan Dia<br \/>\ndan untuk disembuhkan dari penyakit mereka;<br \/>\njuga mereka yang kerasukan roh-roh jahat mendapat kesembuhan.<br \/>\nDan orang banyak itu berusaha menjamah Dia,<br \/>\nsebab daripada-Nya keluar suatu kuasa,<br \/>\ndan semua orang itu disembuhkan-Nya.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n**************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201cPada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah. Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul.\u201d [Luk 6: 12-13]<\/p>\n<p>Perikope Injil hari ini bertutur tentang Yesus yang memilih para rasul-Nya. Dan alasan pertama sangat sederhana namun mendalam: Ia ingin mereka menyertai-Nya, (lih. Mrk 3:14). Yesus tidak memanggil mereka pertama-tama untuk melakukan sesuatu, tetapi untuk \u201cbeserta Dia\u201d, hidup dalam persahabatan dengan-Nya. Amatlah indah merenungkan bahwa Anak Allah menginginkan kedekatan persahabatan, bahwa Ia membutuhkan pribadi-pribadi untuk berjalan bersama-Nya.<\/p>\n<p>Yesus bisa saja meninggalkan kita sebuah buku atau sistem pemikiran, tetapi Ia memilih untuk menulis pesan-Nya dalam kehidupan pribadi-pribadi, pria dan wanita. Mereka menjadi \u201cbuku hidup\u201d-Nya. Hal ini mengingatkan kita bahwa Kristianitas bukanlah teori, tetapi kehidupan yang dibagikan. Menjadi murid berarti menjadi pembelajar \u2014 selalu belajar dari Tuhan, selalu mendengarkan Firman-Nya dengan lebih dalam, hingga saatnya kita bertemu dengan-Nya muka dengan muka.<\/p>\n<p>Dan kemudian Yesus menjadikan mereka rasul \u2014 orang-orang yang diutus, duta-duta-Nya. Seorang Kristen tidak pernah hanya untuk dirinya sendiri; ia selalu diutus. Kita dipanggil untuk mewakili Kristus, tidak hanya dengan kata-kata kita tetapi dengan hidup kita, gestur kita, tutur kata kita, belas kasih kita. Dalam sebuah pelajaran agama seorang anak pernah menyebut rasul-rasul itu sebagai \u201csampel-sampelnya Yesus.\u201d Ya! Setiap orang Kristen dimaksudkan untuk menjadi contoh hidup Kristus sendiri. Setiap orang yang berjumpa dengan kita hendaknya dapat melihat Yesus dalam diri kita.<\/p>\n<p>Tetapi perhatikan bahwa orang-orang yang dipilih Yesus bukanlah orang-orang luar biasa. Mereka adalah nelayan, pemungut pajak, dan bahkan musuh masyarakat. Namun Yesus mempersatukan mereka, Matius si pemungut cukai yang dianggap pengkhianat bangsa karena mengumpulkan cukai untuk penjajah dan Simon Zelot yang nasionalis seharusnya saling membenci. Hanya Kristus yang dapat membuat lawan-lawan seperti itu hidup bersama dalam damai. Inilah mukjizat-Nya \u2014 mengubah perpecahan menjadi persekutuan.<\/p>\n<p>Mari kita bertanya pada diri sendiri: Apakah aku hidup sebagai sahabat-Nya? Apakah aku membiarkan hidupku menjadi warta tentang Dia? Apakah aku menjadi duta kasih-Nya di manapun aku berada?<\/p>\n<p>Tuhan, perkenankan aku bersama-Mu sebagai sahabat-Mu, belajar pada-Mu, dibangun dan berakar dalam Dikau, agar semakin pantas menjadi duta-duta kasih-Mu. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas. Semoga setiap orang yang anda jumpai melihat Yesus dalam diri anda! \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764\ufe0f<br \/>\n\u2764\ufe0e..<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"c0fTnllY0e\"><p><a href=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/dipilih-untuk-bersama-nya\/\">Dipilih untuk Bersama-Nya<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Dipilih untuk Bersama-Nya&#8221; &#8212; Sacerdos2000\" src=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/dipilih-untuk-bersama-nya\/embed\/#?secret=5nDY068zhw#?secret=c0fTnllY0e\" data-secret=\"c0fTnllY0e\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Selasa 09 September 2025 Lukas 6:12-13 (Luk 6:12-19) Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah. Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-84519","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/84519","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=84519"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/84519\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":84520,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/84519\/revisions\/84520"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=84519"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=84519"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=84519"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}