{"id":84263,"date":"2025-09-05T09:59:33","date_gmt":"2025-09-05T02:59:33","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=84263"},"modified":"2025-09-05T10:27:43","modified_gmt":"2025-09-05T03:27:43","slug":"jumat-05-september-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=84263","title":{"rendered":"Jumat, 05 September 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nJumat 05 September 2025<br \/>\nPeringatan St Teresa Dari Kalkuta<br \/>\nLukas 5:37-38 (Luk 5:33-39)<br \/>\n\u201dTidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian, anggur yang baru itu akan mengoyakkan kantong itu dan anggur itu akan terbuang dan kantong itupun hancur. Tetapi anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula.\u201d<\/p>\n<p>Selalu Membaharui Diri<\/p>\n<p>Dengan begitu indah dan sederhana, Yesus menggunakan contoh dari keseharian umat Israel, mengenai pentingnya kita selalu membaharui diri.<br \/>\nKain yang baru tidak dapat ditambalkan pada kain yang tua. Serat kain yang baru masih kuat sementara serat kain yang tua sudah rapuh dan mudah sobek.<br \/>\nDemikian juga anggur yang baru tidak bisa dimasukkan dalam kantong kulit yang tua, karena proses fermentasi anggur yang baru menghasilkan gas dengan tekanan tinggi, dan akan merobek kantong kulit yang tua, dan anggur di dalamnya akan terbuang percuma. Kantongnya juga rusak.<\/p>\n<p>Yesus mengaitkan perumpamaan ini dengan semangat pembaharuan diri kita dan betapa pentingnya menyesuaikan diri dengan berbagai pembaharuan dalam kehidupan. Cara lama tidak sesuai untuk dipakai menyelesaikan persoalan baru. Mindset, cara pikir, paradigma yang lama mesti dibaharui.<br \/>\nAlbert Einstein berkata, \u201cAdalah mimpi mengharapkan hasil yang berbeda dengan menggunakan pendekatan yang sama dengan yang dipakai dulu.\u201d<\/p>\n<p>Yesus Tuhan kita selalu baru. Ia ada di segala zaman, dan membaharui segala masa dengan ciptaan baru. Pembaharuan adalah kata lain dari pertobatan. Kita mesti meninggalkan manusia lama dan merangkul manusia baru. Bila manusia lama kita jauh dari Tuhan, dengan segala perbuatan yang menyakiti hati Tuhan, maka dengan mengenakan manusia baru, kita hidup untuk Tuhan, untuk memuliakan dan menyenangkan hati Tuhan serta semakin melekat pada Tuhan.<br \/>\nRasul Paulus dengan bagus menasehati, \u201cBerubahlah oleh pembaharuan budimu.\u201d (Rom 12:2).<br \/>\nSemoga Roh Kudus, Roh Kristus membaharui semangat cinta kita kepada Tuhan dan sesama.<br \/>\n\u201dSanta Teresa dari Kalkuta doakanlah kami. Amin\u201d<\/p>\n<p>Selamat merayakan hari Jumat pertama di bulan September. Tuhan Yesus memberkati\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 05 Sep 2025<br \/>\nJumat Pekan Biasa XXII<br \/>\nPF S. Teresa dari Kalkuta, Biarawati<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 8:12<br \/>\nBacaan Injil: Luk 5:33-39<br \/>\n***********<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 8:12<br \/>\nAku ini cahaya dunia, sabda Tuhan.<br \/>\nYang mengikuti Aku, hidup dalam cahaya.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nLuk 5:33-39<br \/>\nApabila mempelai diambil,<br \/>\nbarulah sahabat-sahabat mempelai akan berpuasa.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Lukas:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa<br \/>\norang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat berkata kepada Yesus,<br \/>\n&#8220;Murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang.<br \/>\nDemikian pula murid-murid orang Farisi.<br \/>\nTetapi murid-murid-Mu makan dan minum.&#8221;<\/p>\n<p>Yesus menjawab, &#8220;Dapatkah sahabat mempelai disuruh berpuasa,<br \/>\nselagi mempelai itu bersama mereka?<br \/>\nTetapi akan datang waktunya mempelai diambil dari mereka;<br \/>\npada waktu itulah mereka akan berpuasa.&#8221;<\/p>\n<p>Yesus mengatakan juga suatu perumpamaan kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Tiada seorang pun mengoyakkan secarik kain dari baju yang baru<br \/>\nuntuk menambalkannya pada baju yang tua.<br \/>\nSebab jika demikian, yang baru itu pun akan koyak.<br \/>\nApalagi kain penambal yang dikoyakkan dari baju baru<br \/>\ntidak akan cocok pada baju yang tua.<\/p>\n<p>Demikian juga tiada seorang pun mengisikan anggur baru<br \/>\nke dalam kantong kulit yang tua.<br \/>\nSebab jika demikian,<br \/>\nanggur baru itu akan mengoyakkan kantong tua itu,<br \/>\nlalu anggur akan terbuang dan kantong itu pun hancur.<br \/>\nTetapi anggur baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula.<br \/>\nDan tiada seorang pun<br \/>\nyang telah minum anggur tua ingin minum anggur yang baru,<br \/>\nsebab ia akan berkata, &#8216;Anggur yang tua itu baik&#8217;.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n*************<\/p>\n<p>MAKNA PUASA\/BERPUASA UNTUK SAYA, ANDA<br \/>\n(RD John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng)<\/p>\n<p>Dalam Injil hari ini, orang2 Farisi dan ahli2 Taurat mengeritik para murid Yesus yang tidak berpuasa. Terhadap kritikan itu, Yesus memberikan jawaban tentang makna atau tujuan puasa\/berpuasa. Bahwa puasa\/berpuasa itu dilakukan ketika &#8220;mempelai laki-laki&#8221; itu (Yesus sendiri) tidak ada bersama mereka. Jawaban Yesus ini mengajar saya, anda tentang makna atau tujuan dari puasa\/berpuasa yakni salah satu cara\/upaya agar saya, anda bisa bertemu, akrab, dekat dan bersatu LAGI dengan Dia (yang &#8220;hilang, menghilang, jauh dari saya, anda karena ulah\/perbuatan saya, anda karena DOSA saya, anda). &#8220;Orang2 Farisi dan ahli2 Taurat berkata kepada Yesus: Murid2 Yohanes sering berpuasa dan sembahyang, demikian juga murid2 orang Farisi, tetapi murid2Mu makan dan minum. Jawab Yesus kepada mereka: Dapatkah sahabat mempelai laki-laki disuruh berpuasa, sedang mempelai itu bersama mereka? Tetapi akan datang waktunya, apabila mempelai itu diambil dari mereka, pada waktu itulah mereka akan berpuasa&#8221; (Luk.5:33-35).<\/p>\n<p>Dalam kehidupan sehari-hari, puasa dimaknai sebagai UPAYA menahan dan mengurangi makan dan minum. Namun ada MAKNA yang lebih mendalam daripada itu yaitu saya, anda menahan dan mengurangi HAL2 YANG KURANG BAIK\/NEGATIP dalam diri saya, anda seperti dendam, iri hati, benci, sombong, dan lain2 keinginan tidak teratur (dosa dan kesalahan: dengan pikiran, perkataan, perbuatan dan kelalaian). Ketika hal2 buruk\/negatif\/DOSA ini ada dalam diri saya, anda maka Tuhan pasti &#8220;jauh&#8221; dari hidup saya, anda. Dengan puasa\/berpuasa saya, anda kembali dekat, akrab dan bersatu dengan Tuhan.<br \/>\nSaya, anda bisa puasa setiap hari, tanpa harus tunggu masa Prapaskah. Artinya setiap hari saya, anda BERUPAYA untuk MENAHAN DAN MENGURANGI hal2 buruk\/negatif dalam hati, pikiran, perkataan dan perbuatan saya, anda sehingga hidup saya, anda selalu bersih dan selalu bersama, akrab, dan bersatu dengan Tuhan. Kebersamaan dan kebersatuan dengan Tuhan akan membuat saya, anda selalu RINDU untuk hidup dalam kebenaran dan kebaikan. Hal ini pula yang membuat saya, anda merasa nyaman dan aman. Misa apa saja, terutama Misa Harian (fakultatip) dan Misa Hari Minggu dan Hari2 Raya yang disamakan dengan Hari Minggu adalah bentuk konkrit dari praktek puasa itu karena dalam Misa itu dosa dan salah saya DIHAPUSKAN oleh Yesus (Tubuh dan DarahNya) sehingga saya, anda bersatu kembali dengan Tuhan, mendapat rahmat dan berkat, mendapat keselamatan.<\/p>\n<p>Selamat merayakan Misa\/Adorasi Jumat pertama bulan September 2025. Selamat menjalankan puasa. Selamat berpuasa. Selamat mengurangi hal2 buruk\/negatip, DOSA dalam hidup ini. Selamat bersatu lagi dengan Tuhan.<\/p>\n<p>Semoga Allah Tritunggal Mahakudus (+) memberkati saya, anda yang selalu berpuasa setiap hari. Amin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Jumat 05 September 2025 Peringatan St Teresa Dari Kalkuta Lukas 5:37-38 (Luk 5:33-39) \u201dTidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian, anggur yang baru itu&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-84263","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/84263","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=84263"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/84263\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":84281,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/84263\/revisions\/84281"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=84263"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=84263"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=84263"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}