{"id":83989,"date":"2025-09-01T09:44:51","date_gmt":"2025-09-01T02:44:51","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=83989"},"modified":"2025-09-01T09:44:51","modified_gmt":"2025-09-01T02:44:51","slug":"senin-01-september-2025-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=83989","title":{"rendered":"Senin, 01 September 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSenin 01 September 2025<br \/>\nLukas 4:24 (Luk 4:16-30)<br \/>\nDan kata-Nya lagi: &#8220;Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya.\u201d<\/p>\n<p>Tetap Mencintai Sekalipun Tidak Dihargai<\/p>\n<p>Betapa sedih hati Yesus, ketika ditolak oleh orang-orang sekampungNya di Nazareth. Mereka lebih melihat latar belakang keluargaNya yang sederhana, daripada melihat semua tanda-tanda heran yang dibuat Yesus sebagai tanda bahwa Tahun Rahmat Tuhan yang dinantikan Israel sudah tiba.<br \/>\nMemang betapa sulit menerima dan menghargai apa yang datang dari kalangan sendiri. Mantan presiden Habibi merasa sedih karena tekadnya menjadikan Indonesia hebat dengan membuat pesawat terbang sendiri, ternyata tidak dihargai di negaranya sendiri. Orang lebih tertarik dengan merk luar negri daripada buatan negri sendiri. Lucunya cepatu Nike dibuat di Tangerang, fashion terkenal Zara diproduksi di Sukoharjo, Hugo Boss di Bandung, termasuk Uniqlo dan H&amp;M. Para Insinyur pesawat yang mendesain pesawat Boeing ternyata para insinyur Indonesia. Tetaplah bangga dengan buatan dalam negeri!<\/p>\n<p>Penolakan Yesus oleh keluarga sekampungNya, sahabat kenalanNya sendiri, mengingatkan kita pentingnya menerima dan menghargai semua anggota keluarga kita, orang-orang sederhana di sekitar kita.<br \/>\nNamun sekalipun ditolak manusia, Yesus tak pernah menolak kita. Ia mencintai kita apa adanya. Ia ikut menanggung beban derita kita karena Ia mengerti kesulitan kita sebagai manusia biasa.<\/p>\n<p>Yesus meminta kita untuk melakukan yang sama, mencintai semua orang yang Yesus cintai, bahkan musuh sekalipun.<br \/>\nNasehat Rasul Paulus ini sangat indah: \u201cJika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya. Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!\u201d (Rom 12:20-21)<br \/>\nTetaplah baik sekalipun diperlakukan tidak baik! Teruslah berkarya, bukan lagi ditentukan oleh penghargaan orang lain, melainkan karena Tuhan yang mengutus kita.<\/p>\n<p>Selamat memasuki bulan September dengan penuh syukur. Yesus selalu menemani kita.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 01 Sep 2025<br \/>\nSenin Pekan Biasa XXII<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Luk 4:18<br \/>\nBacaan Injil: Luk 4:16-30<br \/>\n*************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nLuk 4:18<br \/>\nRoh Tuhan menyertai aku;<br \/>\nAku diutus Tuhan mewartakan kabar baik<br \/>\nkepada orang-orang miskin.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nLuk 4:16-30<br \/>\nAku diutus menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin.<br \/>\nTiada nabi yang dihargai di tempat asalnya.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Lukas:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa datanglah Yesus di Nazaret, tempat Ia dibesarkan.<br \/>\nSeperti biasa, pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat.<br \/>\nYesus berdiri hendak membacakan Kitab Suci.<br \/>\nMaka diberikan kepada-Nya kitab nabi Yesaya.<\/p>\n<p>Yesus membuka kitab itu dan menemukan ayat-ayat berikut,<br \/>\n&#8220;Roh Tuhan ada pada-Ku.<br \/>\nSebab Aku diurapi-Nya<br \/>\nuntuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin.<br \/>\nDan Aku diutus-Nya<br \/>\nmemberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan,<br \/>\npenglihatan kepada orang-orang buta,<br \/>\nserta membebaskan orang-orang yang tertindas;<br \/>\nAku diutus-Nya memberitakan<br \/>\nbahwa tahun rahmat Tuhan telah datang.&#8221;<br \/>\nKemudian Yesus menutup kitab itu<br \/>\ndan mengembalikannya kepada pejabat, lalu duduk;<br \/>\nlalu Ia duduk<br \/>\ndan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya.<\/p>\n<p>Kemudian Yesus mulai mengajar mereka, kata-Nya,<br \/>\n&#8220;Pada hari ini genaplah ayat-ayat Kitab Suci itu<br \/>\npada saat kalian mendengarnya.&#8221;<br \/>\nSemua orang membenarkan Yesus.<br \/>\nMereka heran akan kata-kata indah yang diucapkan-Nya.<br \/>\nLalu kata mereka, &#8220;Bukankah Dia anak Yusuf?&#8221;<br \/>\nYesus berkata,<br \/>\n&#8220;Tentu kalian akan mengatakan pepatah ini kepada-Ku,<br \/>\n&#8216;Hai Tabib, sembuhkanlah dirimu sendiri.<br \/>\nPerbuatlah di sini, di tempat asal-Mu ini,<br \/>\nsegala yang kami dengar telah terjadi di Kapernaum!&#8221;<\/p>\n<p>Yesus berkata lagi, &#8220;Aku berkata kepadamu:<br \/>\nSungguh, tiada nabi yang dihargai di tempat asalnya.<br \/>\nAku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar,<br \/>\n&#8216;Pada zaman Elia terdapat banyak wanita janda di Israel<br \/>\nketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan<br \/>\ndan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri.<br \/>\nTetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka,<br \/>\nmelainkan kepada seorang wanita janda di Sarfat, di tanah Sidon.<br \/>\nDan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel<br \/>\ntetapi tiada seorang pun dari mereka yang ditahirkan,<br \/>\nselain Naaman, orang Siria itu.&#8221;<\/p>\n<p>Mendengar itu sangat marahlah semua orang di rumah ibadat itu.<br \/>\nMereka bangkit lalu menghalau Yesus ke luar kota,<br \/>\ndan membawa Dia ke tebing gunung tempat kota itu terletak,<br \/>\nuntuk melemparkan Dia dari tebing itu.<br \/>\nTetapi Yesus berjalan lewat tengah-tengah mereka, lalu pergi.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n*************<\/p>\n<p>  \u210d \u2618\ufe0f<\/p>\n<p>\u201cRoh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang\u2026. Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.\u201d (Luk 4: 18 \u2013 19. 21).<\/p>\n<p>Mulai hari ini, sampai akhir tahun liturgi, bacaan Injil diambil dari Injil Lukas, Injil yang memberi perhatian khusus pada Roh Kudus, belas kasih Allah, perhatian Yesus bagi orang kecil dan miskin, dan peran perempuan dalam kehidupan Yesus. Lukas menempatkan kabar gembira dalam perjalanan Yesus dari Nazareth di Galilea menuju Yerusalem.<\/p>\n<p>Hari ini kita mendengar awal dari pelayanan publik Yesus, program hidup-Nya yang \u201cdisusun\u201d oleh Roh Kudus.<\/p>\n<p>Ia memaklumkan bahwa keselamatan dimulai \u201chari ini\u201d dengan pengajaran-Nya dan karya-Nya di tengah umat manusia. Bagi kita pun, waktu rahmat itu adalah \u201chari ini\u201d, \u201csaat ini\u201d.<\/p>\n<p>\u201cPada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya,&#8221; (Luk 4: 21).<\/p>\n<p>Bagi kita pun, saat rahmat itu adalah hari ini, saat ini, dengan Tuhan yang hidup dan berkarya di tengah-tengah kita, dan kita-lah rekan kerja-Nya. Dengan Yesus hidup di tengah-tengah kita, kita harus berani dan siap berkata bersama-Nya: \u201cRoh Tuhan ada padaku. Ia mengutus aku untuk memberitakan kabar baik bagi orang-orang miskin.\u201d<\/p>\n<p>Yesus diutus oleh Bapa. Mengikuti Yesus berarti siap diutus atas nama-Nya dan atas nama Bapa. Kemuridan (discipleship) kita harus menjadi matang menjadi kerasulan (apostleship).<\/p>\n<p>Apakah kehadiran saya, di manapun, menjadi kabar baik bagi kesekitaran saya? Apakah program kerja Yesus juga menjadi program kita?<\/p>\n<p>Bapa, urapi kami dengan Roh yang sama dengan yang Kaucurahkan atas Yesus Putera-Mu. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas di pekan yang baru. Hadirkan kabar baik! \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764\ufe0f<br \/>\n\u2764\ufe0e..<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"LvYCjUbf7H\"><p><a href=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/program-keselamatan\/\">Program Keselamatan<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Program Keselamatan&#8221; &#8212; Sacerdos2000\" src=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/program-keselamatan\/embed\/#?secret=bGZ6k0HF95#?secret=LvYCjUbf7H\" data-secret=\"LvYCjUbf7H\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Senin 01 September 2025 Lukas 4:24 (Luk 4:16-30) Dan kata-Nya lagi: &#8220;Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya.\u201d Tetap Mencintai Sekalipun Tidak Dihargai Betapa sedih hati Yesus,&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-83989","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/83989","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=83989"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/83989\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":83990,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/83989\/revisions\/83990"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=83989"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=83989"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=83989"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}