{"id":83937,"date":"2025-08-31T12:18:39","date_gmt":"2025-08-31T05:18:39","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=83937"},"modified":"2025-08-31T12:18:39","modified_gmt":"2025-08-31T05:18:39","slug":"minggu-31-agustus-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=83937","title":{"rendered":"Minggu, 31 Agustus 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nMinggu 31 Agustus 2025<br \/>\nHari Minggu Biasa XXII<br \/>\nLukas 14:11 (Luk 14:1.7-11)<br \/>\n\u201dBarangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.&#8221;<\/p>\n<p>Rendah Hati Bukan Rendah Diri<\/p>\n<p>Salah satu luka batin yang mendasar yang terbawa sejak lahir adalah, \u2018kita dianggap kecil dan tidak tahu apa-apa.\u2019 Apalagi orang sering dibandingkan dengan orang lain. \u2018Dia lebih baik, lebih hebat, lebih cantik, lebih tampan, lebih sukses.\u2019 Maka salah satu ketakutan kita dan sekaligus hal yang sangat tidak kita sukai adalah bila kita direndahkan, dihina, dianggap kecil, dan tak berarti.<br \/>\nSebagai kompensasi, maka orang ingin dipuji, dihormati dan ditinggikan. Semuanya ini adalah hal yang wajar dan alami. Akan tetapi menjadi tidak wajar bila pujian dan penghormatan selalu dicari karena datang dari rasa rendah diri.<\/p>\n<p>Karena itulah Yesus datang ke dunia menjadi manusia untuk mengangkat kita dengan menunjukkan siapakah kita sebenarnya. Kita adalah anak-anak Allah. Diciptakan menurut gambar dan rupa Allah.<br \/>\nHarga diri kita bukan lagi terletak pada penghormatan dan pujian dari orang lain, melainkan dari martabat kita sebagai anak Allah, anak kesayangan Allah. Untuk kita semua, saudara-saudaraNya, Yesus telah merendahkan diri agar kita ditinggikan. Ia menjadi miskin agar kita menjadi kaya di dalam Dia.<br \/>\nYesus telah mengosongkan diri agar kepenuhanNya tinggal di dalam kita. Yesus mengisi seluruh relung hati dan hidup kita dengan kepenuhan cintaNya. Ia memperkaya hidup kita dengan seluruh kekayaan ilahi yang ada padaNya. Ia mengangkat kita agar tak satupun yang merasa hina, rendah diri dan tak berarti.<\/p>\n<p>Mari kita selalu bersyukur atas kekayaan rahmat Allah oleh pengangkatan kita sebagai anak Allah dalam Yesus. Tak perlu mencari penghormatan semu, namun selalu bersandar pada Tuhan dan kuasaNya. Kita bermegah hanya dalam Tuhan.<\/p>\n<p>\u201dYa Yesus yang lemah lembut dan rendah hati, jadikanlah hati kami seperti hatiMu.\u201d<\/p>\n<p>Selamat hari Minggu. Terus bersyukur, tetap rendah hati dan bahagia.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 31 Agt 2025<br \/>\nMinggu Pekan Biasa XXII<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mat 11:29ab<br \/>\nBacaan Injil: Luk 14:1.7-14<br \/>\n*************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMat 11:29ab<br \/>\nPikullah kuk yang Kupasang padamu, sabda Tuhan,<br \/>\ndan belajarlah pada-Ku,<br \/>\nkarena Aku lemah lembut dan rendah hati.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nLuk 14:1.7-14<br \/>\nBarangsiapa meninggikan diri akan direndahkan,<br \/>\ndan barangsiapa merendahkan diri akan ditinggikan.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Lukas:<\/p>\n<p>Pada suatu hari Sabat<br \/>\nYesus masuk ke rumah salah seorang pemimpin dari orang-orang Farisi<br \/>\nuntuk makan di situ.<br \/>\nSemua yang hadir mengamat-amati Dia dengan saksama.<\/p>\n<p>Melihat tamu-tamu berusaha menduduki tempat-tempat kehormatan,<br \/>\nYesus lalu mengatakan perumpamaan ini,<br \/>\n&#8220;Kalau engkau diundang ke pesta perkawinan,<br \/>\njanganlah duduk di tempat kehormatan.<br \/>\nSebab mungkin undangan yang lebih terhormat daripadamu.<br \/>\nJangan-jangan orang yang mengundang engkau dan tamu itu<br \/>\ndatang dan berkata kepadamu,<br \/>\n&#8216;Berilah tempat itu kepada orang ini.&#8217;<br \/>\nLalu dengan malu engkau harus pergi<br \/>\npindah ke tempat yang paling rendah.<br \/>\nTetapi, apabila engkau diundang,<br \/>\nduduklah di tempat yang paling rendah.<br \/>\nMungkin tuan rumah akan datang dan berkata kepadamu,<br \/>\n&#8216;Sahabat, silakan duduk di depan.<br \/>\nDengan demikian<br \/>\nengkau akan mendapat kehormatan di depan semua tamu yang lain.<br \/>\nSebab barangsiapa meninggikan diri akan direndahkan,<br \/>\ndan barangsiapa merendahkan diri akan ditinggikan.&#8221;<\/p>\n<p>Dan Yesus berkata juga kepada orang yang mengundang-Nya,<br \/>\n&#8220;Apabila engkau mengadakan perjamuan siang atau malam,<br \/>\njanganlah mengundang sahabat-sahabatmu, saudara-saudaramu,<br \/>\nkaum keluargamu, atau tetangga-tetanggamu yang kaya,<br \/>\nkarena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula,<br \/>\ndan dengan demikian engkau mendapat balasnya.<br \/>\nTetapi apabila engkau mengadakan perjamuan,<br \/>\nundanglah orang-orang miskin, cacat, lumpuh dan buta.<br \/>\nDan engkau akan berbahagia,<br \/>\nkarena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalas engkau.<br \/>\nSebab engkau akan mendapat balasnya<br \/>\npada hari kebangkitan orang-orang benar.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n**************<\/p>\n<p>INTISARI FIRMAN TUHAN DARI KOTA AMBON MANISE<\/p>\n<p>SYARAT MENDAPATKAN MAHOTA SURGAWI<\/p>\n<p>Kabar baik dari Tuhan bagimu pagi ini: \u201cTuhan menyiapkan pahala bagi kita di surga. Namun perlu usaha dari setiap orang untuk memperolehnya.\u201d<\/p>\n<p>Tuhan Yesus memberitahukan cara untuk memperoleh ganjaran dari Tuhan melalui Firman-Nya pagi ini: \u201cTetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta. Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar.\u201d ( ayat 13 &#8211; 14 )<\/p>\n<p>Injil Suci hari ini mengingatkan kita untuk:<\/p>\n<p>&#8211; Selalu ingat bahwa apa pun yang kita lakukan di dunia ini adalah dasar bagi Allah untuk mengadili kita di akhirat;<\/p>\n<p>&#8211; \u2060Berjuanglah untuk mendapatkan ganjaran dari Allah daripada mengharapkan balasan dari manusia;<\/p>\n<p>&#8211; \u2060Janganlah berhenti berbuat baik kepada sesama yang miskin, susah dan menderita karena besar ganjaranmu di surga.<\/p>\n<p>Akhirnya setiap kali kebaikanmu tak dapat dibalas oleh orang kecil dan miskin maka berbahagialah jiwamu karena engkau telah menabung untuk mendapatkan ganjaran di surga.<\/p>\n<p>Selamat berhari minggu untuk para sahabat.<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.<br \/>\n( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211; Duc in Altum )<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Minggu 31 Agustus 2025 Hari Minggu Biasa XXII Lukas 14:11 (Luk 14:1.7-11) \u201dBarangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.&#8221; Rendah Hati Bukan Rendah Diri Salah satu&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-83937","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/83937","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=83937"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/83937\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":83938,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/83937\/revisions\/83938"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=83937"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=83937"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=83937"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}