{"id":83832,"date":"2025-08-29T17:16:56","date_gmt":"2025-08-29T10:16:56","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=83832"},"modified":"2025-08-29T21:48:38","modified_gmt":"2025-08-29T14:48:38","slug":"katekese-bulan-agustus-2025-aku-cinta-indonesia-edisi-kemerdekaan-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=83832","title":{"rendered":"Katekese!! Bulan Agustus 2025 Aku Cinta Indonesia (Edisi Kemerdekaan Indonesia)"},"content":{"rendered":"<p>KATEKESE II BULAN AGUSTUS 2025 : AKU CINTA INDONESIA (EDISI KEMERDEKAAN INDONESIA)<\/p>\n<p>Merdeka!!! Sahabat komisi KKS KAM yang terkasih! Jumpa lagi bersama kami dalam program Katekese Awam Komisi Kitab Suci Keuskupan Agung Medan. Kita masih di bulan kemerdekaan. Tentu saja aroma perayaan kemerdekaan masih kuat kita rasakan. Pada edisi Minggu Ke-4 Agustus 2025 ini pun, kita masih akan berbicara seputar kehidupan bernegara. Kami memberinya tema \u201cAku Cinta Indonesia\u201d. Bagaimana kita sebagai warga negara mengungkapkan rasa cinta kita kepada negara kita seturut ajaran Kitab Suci?<br \/>\nBersama kita hari ini telah hadir beberapa teman ngobrol. Ada bapak &#8230;.. dan ibu &#8230;&#8230; Kita akan berdikusi bersama sambil berbagi pemahaman dan pengalaman terkait bagaimana seorang warga negara harus bersikap terhadap negaranya. Bagaimana rasa cinta kepada negara dapat diwujudkan dalam kehidupan praktis sehari-hari. Tentu saja semuanya percakapan kita ini akan coba kita dasarkan pada Kitab Suci.<br \/>\nSesi 1<br \/>\nDalam 1Ptr 2:13-15 dikatakan, \u201cTunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi, maupun kepada wali-wali yang diutusnya untuk menghukum orang-orang yang berbuat jahat dan menghormati orang-orang yang berbuat baik. Sebab inilah kehendak Allah, yaitu supaya dengan berbuat baik kamu membungkamkan kepicikan orang-orang yang bodoh.\u201d Bagaimana memahami atau menerapkan teks ini dalam konteks menjadi Indonesia yang telah merdeka 80 tahun?<br \/>\nSesi 2<br \/>\nDalam kitab yang sama, 1 Ptr 2:16 disampaikan, \u201cHiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah.\u201d Apa makna orang merdeka? Seperti apa pengalaman Bapak dan Ibu sebagai orang merdeka dan bukan yang menyalahgunakan kemerdekaan di negara kita?<br \/>\nSesi 3<br \/>\nDalam Sir 10:1-2 dikatakan, \u201cPemerintah yang bijak mempertahankan ketertiban pada rakyatnya, dan pemerintahan orang arif adalah teratur. Seperti penguasa bangsa demikian pun para pegawainya, dan seperti pemerintah kota demikian pula semua penduduknya.\u201d Apakah pemerintah kita sudah bertindak arif dan bijak demi rakyat yang teratur sehingga menular kepada penduduk? Apa masukan yang tepat seturut Kitab Suci?<br \/>\nSesi 4<br \/>\nSir 10:7-8 berkata, \u201cKecongkakan dibenci oleh Tuhan maupun oleh manusia, dan bagi kedua-duanya kelaliman adalah salah. Pemerintahan beralih dari bangsa yang satu kepada bangsa yang lain akibat kelaliman, kekerasan, dan uang.\u201d Bagaimana pengamatan Bapak dan Ibu terhadap pemerintah kita seturut teks Kitab Suci ini? Apa saran kita?<br \/>\nSesi 5<br \/>\nSir 10:3 mengatakan, \u201cRaja yang tidak terdidik membinasakan rakyatnya, tetapi sebuah kota sejahtera berkat kearifan para pembesarnya.\u201d Dalam konteks Indonesia, pemimpin yang terdidik itu seperti apa? Apa peran kita untuk membantu pemimpin kita terdidik?<br \/>\nSesi 6<br \/>\nYesus dalam Mat 22:21 berkata, \u201cBerikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.\u201d Pengalaman Bapak dan Ibu, bagaimana perwujudan ajaran Yesus ini sebagai bentuk cinta kepada Indonesia?<br \/>\nPenutup<br \/>\nSahabat Komisi KKS KAM yang terkasih. Ada sebuah ungkapan legendaris dari pahlawan nasional Uskup Albertus Sugiyopranoto kepada seluruh umat Katolik di nusantara: Orang Katolik Indonesia adalah warga yang \u201c100 persen Katolik, 100 persen Indonesia\u201d. Kita dipanggil mewujudkan iman kepada Allah secara total dengan mengambil bagian dan memberi hati untuk kemajuan bangsa dan negara kita secara total. Menjadi Katolik di Indonesia haruslah menjadi warga negara yang baik. Tidak ada keraguan menjadi Indonesia yang ditunjukkan lewat sumbangan materi, tenaga, dan pemikiran demi nusa dan bangsa. Sekecil apa pun peran kita di negara ini, marilah kita menjalankannya dengan sungguh-sungguh.<br \/>\nDemikianlah bincang-bicang kita kali ini dalam Program Katekese Awam Komisi Kerasulan Kitab Suci Keuskupan Agung Medan. Sampai jumpa di edisi mendatang. Jangan lupa dukung kami dengan menonton menu-menu dalam Youtube Komisi Kerasulan Kitab Suci serta memberikan like dan comment. Oh ya, bagikan juga video-video komisi kepada siapa saja supaya semakin banyak orang mendapat pencerahan dan berkat. Akhir kata, saya &#8230;bersama seluruh rekan ngobrol bareng undur diri. Horas, mejuah-juah, yahowu. Merdekaa&#8230;!!!<\/p>\n<p>Sumber Komisi Kerasulan Kitab Suci KAM<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KATEKESE II BULAN AGUSTUS 2025 : AKU CINTA INDONESIA (EDISI KEMERDEKAAN INDONESIA) Merdeka!!! Sahabat komisi KKS KAM yang terkasih! Jumpa lagi bersama kami dalam program Katekese Awam Komisi Kitab Suci Keuskupan Agung Medan. Kita&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":28971,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,27,26,28,2],"tags":[],"class_list":["post-83832","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-sekitar","category-ekonomi","category-pengembangan","category-sosial","category-tokoh"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/ki.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/83832","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=83832"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/83832\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":83833,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/83832\/revisions\/83833"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/28971"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=83832"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=83832"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=83832"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}