{"id":83667,"date":"2025-08-27T10:15:04","date_gmt":"2025-08-27T03:15:04","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=83667"},"modified":"2025-08-27T10:15:04","modified_gmt":"2025-08-27T03:15:04","slug":"rabu-27-agustus-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=83667","title":{"rendered":"Rabu, 27 Agustus 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nRabu 27 Agustus 2025<br \/>\nPeringatan St Monika Ibunda St Agustinus<br \/>\nLukas 7:13-14 (Luk 7:11-17)<br \/>\nKetika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: &#8220;Jangan menangis!&#8221; Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: &#8220;Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!&#8221;<\/p>\n<p>Yesus Sungguh Mengerti Kita<\/p>\n<p>Yesus sungguh mengerti kesedihan kita ditinggal pergi orang yang dicintai. Ia hadir membawa harapan bagi setiap orang yang berduka. Yesus tidak ingin kita larut dalam kesedihan karena tak punya pengharapan. Saat kematian menjemput, Ia datang menggantinya dengan kebangkitan dan hidup baru.<br \/>\nSapaan Yesus dalam Injil hari ini kepada Ibu Janda yang sedang bersedih karena kematian putranya, kiranya menjadi penghiburan bagi kita yang sering dilanda kesedihan karena ditinggal pergi: \u201cJangan menangis!\u201d<br \/>\nHari ini gereja memperingati St Monika, ibunda St Agustinus. Hidupnya penuh airmata duka karena suaminya kasar dan pemabuk. Ia juga tidak mau percaya Tuhan. Anaknya Agustinus lebih menyakitkan. Bukannya menjfi anak yang taat, malah sesuka hati mencari kenikmatan dan kesenangannya sendiri. Doa dan airmata St Monika tidaklah sia-sia. Suaminya akhirnya bertobat, menyusul anaknya Agustinus. Bukan hanya bertobat, Agustinus menjadi imam, lantas ditahbiskan menjadi uskup, dan menjadi salah satu dari Bapa Gereja yang menjadi pengajar iman yang unggul, serta meletakkan dasar-dasar pokok iman Kristiani. Kemudian digelar kudus.<\/p>\n<p>Ingatlah bahwa Yesus selalu ada untuk menguatkan kita dalam melanjutkan perjalanan hidup. Ia juga ada untuk membangkitkan semangat hidup kita. \u201cBangkitlah!\u201d Kata Yesus.<br \/>\nJanganlah terus tinggal dalam keterpurukan, kejatuhan dan kegagalan. Sambutlah tangan Yesus yang terulur untuk mengangkat, membangkitkan, menghidupkan kembali gairah hidup kita dalam melanjutkan perjuangan.<br \/>\nTak ada persoalan yang tak sanggup diatasiNya bila kita mengandalkan Tuhan dalam semua pergumulan dan permasalahan kita. Jangan menyerah, tekunlah dalam doa. Segala sesuatu indah sesuai waktu Tuhan.<\/p>\n<p>Selamat hari Rabu. Yesus ada menemani kita.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 27 Agt 2025<br \/>\nRabu Pekan Biasa XXI<br \/>\nPW S. Monika<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: 1Yoh 2:5<br \/>\nBacaan Injil: Mat 23:27-32<br \/>\n*************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\n1Yoh 2:5<br \/>\nSempurnakanlah cinta Allah dalam hati orang<br \/>\nyang mendengarkan sabda Kristus.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 23:27-32<br \/>\nKalian ini keturunan pembunuh nabi-nabi.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Pada waktu itu Yesus bersabda,<br \/>\n&#8220;Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi,<br \/>\nhai kalian orang-orang munafik,<br \/>\nsebab kalian itu seperti kuburan yang dilabur putih.<br \/>\nSebelah luarnya memang tampak bersih,<br \/>\ntetapi sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran.<br \/>\nDemikian pula kalian,<br \/>\ndari sebelah luar nampaknya benar,<br \/>\ntetapi sebelah dalam penuh kemunafikan dan kedurjanaan.<\/p>\n<p>Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi,<br \/>\nhai kalian orang-orang munafik,<br \/>\nkalian membangun makam bagi nabi-nabi<br \/>\ndan memperindah tugu peringatan bagi orang-orang saleh,<br \/>\ndan sementara itu kalian berkata,<br \/>\n&#8216;Seandainya kami hidup pada zaman nenek moyang kita,<br \/>\ntentulah kami tidak ikut membunuh para nabi.&#8217;<br \/>\nTetapi dengan demikian kalian bersaksi melawan dirimu sendiri,<br \/>\nbahwa kalian keturunan pembunuh nabi-nabi itu.<br \/>\nJadi, penuhilah takaran para leluhurmu!&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n************<\/p>\n<p>EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISE<\/p>\n<p>ANDA MAMPU MENJADI PRIBADI JUJUR DAN BENAR<\/p>\n<p>Kabar Baik dari Tuhan pagi ini untukmu: \u201cTuhan percaya bahwa engkau mampu menjadi orang baik, jujur dan benar. Karena itu berjuanglah untuk jangan menodai kepercayaan Tuhan terhadapmu.\u201d<\/p>\n<p>Agar tetap menjadi pribadi jujur dan benar, maka Yesus ingatkan sekaligus menegur kita semua dalam Injil pagi ini: \u201cDemikian jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan.\u201d ( ayat 28 )<\/p>\n<p>Pesannya untuk kita:<\/p>\n<p>&#8211; Percayalah bahwa Anda tercipta dan bertumbuh serta hidup dengan kemampuan untuk menjadi jujur, baik dan benar;<\/p>\n<p>&#8211; \u2060Hancurkanlah segala kecenderungan untuk berkata bohong dan kemunafikan di dalam dirimu;<\/p>\n<p>&#8211; \u2060Bertanggung jawablah terhadap semua yang Anda katakan dan perbuat<\/p>\n<p>Ingat bahwa orang dapat mengenal identitas kita dari kata dan perbuatan kita.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas untuk para sahabat.<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.<br \/>\n( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211; Duc in Altum )<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Rabu 27 Agustus 2025 Peringatan St Monika Ibunda St Agustinus Lukas 7:13-14 (Luk 7:11-17) Ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: &#8220;Jangan menangis!&#8221; Sambil menghampiri&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-83667","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/83667","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=83667"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/83667\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":83668,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/83667\/revisions\/83668"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=83667"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=83667"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=83667"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}