{"id":83389,"date":"2025-08-23T08:56:55","date_gmt":"2025-08-23T01:56:55","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=83389"},"modified":"2025-08-23T08:56:55","modified_gmt":"2025-08-23T01:56:55","slug":"sabtu-23-agustus-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=83389","title":{"rendered":"Sabtu, 23 Agustus 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSabtu 23 Agustus 2025<br \/>\nPeringatan St Rosa De Lima<br \/>\nMatius 23:11-12 (Mat 23:1-12)<br \/>\n\u201dBarangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.\u201d<\/p>\n<p>Hidup Untuk Melayani<\/p>\n<p>Di tengah kecaman Yesus terhadap para Ahli Taurat dan orang Farisi yang sombong dan selalu menonjolkan diri, Yesus meminta murid-muridNya untuk menjadi pelayan yang rendah hati.<br \/>\nYesus sendiri yang adalah Tuhan dan Guru kita mengambil rupa seorang hamba. \u201cWalaupun dalam rupa Allah, Ia tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.\u201c (Filp 2:6-7).<\/p>\n<p>Martabat kita sebagai anak Allah, sahabat Yesus dan bait kediaman Roh Kudus, menjadi keyakinan kita yang teguh untuk tidak merasa kecol hati ketika mengambil rupa seorang hamba.<br \/>\nBunda Maria juga menyebut dirinya \u201chamba Tuhan\u201d ketik ia menerima tugas menjadi ibu Yesus. Inilah justru sukacita kita ketika diperkenankan Tuhan menjadi hambaNya.<br \/>\nApapun yang kita kerjakan, apapun profesi kita, kiranya semangat pelayanan ini menjadi spirit terdalam pemberian diri kita. Baik sebagai atasan atau bawahan, pemimpin atau yang dipimpin, kita ada untuk melayani.<br \/>\nDemikian juga sebagai orangtua bagi anak-anaknya, anak bagi orangtua, suami terhadap istri dan sebaliknya, kakak-adik, dan dalam pertemanan. Kita semua saling melayani.<br \/>\nDorongan dan gelora cinta Yesus yang datang untuk melayani, kiranya menjadi dorongan hati kita untuk selalu menjadi pelayan. Katakanlah selalu dengan penuh kerendahan hati, \u201cAku ini hamba Tuhan, aku ada untuk melayani. Melayanimu itulah sukacitaku.\u201d<\/p>\n<p>Selamat melayani dalam Tuhan dan selamat berakhir pekan.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 23 Agt 2025<br \/>\nSabtu Pekan Biasa XX<br \/>\nPF S. Rosa dari Lima, Perawan<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mat 23:9a.10b<br \/>\nBacaan Injil: Mat 23:1-12<br \/>\n*************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMat 23:9a.10b<br \/>\nBapamu hanya satu, ialah yang ada di Surga.<br \/>\nPemimpinmu hanya satu, yaitu Kristus.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 23:1-12<br \/>\nMereka mengajarkan, tetapi tidak melakukan.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa<br \/>\nberkatalah Yesus kepada orang banyak dan murid-murid-Nya,<br \/>\n&#8220;Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi<br \/>\ntelah menduduki kursi Musa.<br \/>\nSebab itu turutilah dan lakukanlah<br \/>\nsegala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu,<br \/>\ntetapi janganlah kalian turuti perbuatan mereka,<br \/>\nkarena mereka mengajarkannya, tetapi tidak melakukannya.<\/p>\n<p>Mereka mengikat beban-beban berat,<br \/>\nlalu meletakkannya di atas bahu orang,<br \/>\ntetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya.<br \/>\nSemua pekerjaan yang mereka lakukan<br \/>\nhanya dimaksud supaya dilihat orang.<br \/>\nMereka memakai tali sembahyang yang lebar<br \/>\ndan jumbai yang panjang.<br \/>\nMereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan<br \/>\ndan di tempat terdepan di rumah ibadat;<br \/>\nmereka suka menerima penghormatan di pasar<br \/>\ndan suka dipanggil Rabi.<\/p>\n<p>Tetapi kalian, janganlah kamu disebut &#8216;Rabi&#8217;;<br \/>\nkarena hanya satulah Rabimu, dan kalian semua adalah saudara.<br \/>\nDan janganlah kalian menyebut siapa pun bapa di bumi ini,<br \/>\nkarena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di surga.<br \/>\nJanganlah pula kalian disebut pemimpin,<br \/>\nkarena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Kristus.<\/p>\n<p>Siapa pun yang terbesar di antara kamu,<br \/>\nhendaklah ia menjadi pelayanmu.<br \/>\nBarangsiapa meninggikan diri, akan direndahkan,<br \/>\ndan barangsiapa merendahkan diri, akan ditinggikan.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n*************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201dAhli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya.\u201d (Mat 23: 2 \u2013 3)<\/p>\n<p>Injil hari ini merupakan sindiran langsung terhadap mereka yang banyak \u201dbla, bla, bla\u201d dalam Firman Tuhan, tetapi kemudian lupa mempraktikkan apa yang mereka khotbahkan. Yesus dengan keras mengkritik ahli Taurat dan orang Farisi \u2013 Ia bersikap keras terhadap mereka yang memanfaatkan Tuhan dan agama untuk keuntungan dan gengsi mereka sendiri.<\/p>\n<p>Para murid Yesus dipanggil untuk menjadi orang-orang yang sedikit bicara tetapi lebih banyak bertindak. Nasihat terkenal Santo Fransiskus dari Assisi, ketika ia mengutus dua biarawannya untuk mewartakan Injil patut diingat: &#8220;Selalu beritakan Injil, gunakan kata-kata bila perlu&#8221;. Evangelisasi tidak selalu berarti banyak bicara, mengkhotbahkan suatu ajaran.<\/p>\n<p>Orang Farisi dan ahli Taurat menyatakan diri mereka sebagai penafsir resmi Taurat \u2013 Hukum Musa; mereka menafsirkan apa yang baik dan yang buruk. Namun Yesus mengkritik mereka karena tindakan kesalehan mereka di depan umum hanya untuk mengesankan orang banyak.<\/p>\n<p>Sabda Tuhan hari ini menjadi pengingat bagi kita, terutama bagi mereka yang memegang wewenang dalam Gereja, untuk menghindari memamerkan puasa dan silih di depan umum, berlutut, berdoa banyak-banyak di hadapan semua orang, sementara perilaku dan hubungan dengan orang lain tidak mencerminkan apa yang mereka ajarkan. Sudah sepantasnya kita semua yang memiliki wewenang di Gereja membaca bagian ini dengan saksama dan merenungkan kehidupan kita. Janganlah kita termasuk dalam kategori orang-orang yang membebani orang lain dengan beban yang tak tertahankan, lalu kita tidak bergerak sedikit pun untuk membantu.<\/p>\n<p>Paus Fransiskus, mengomentari perikope Injil ini, mengatakan, \u201cKesalahan umum yang dilakukan oleh mereka yang memegang otoritas sipil atau gerejawi adalah menuntut orang lain untuk melakukan hal-hal \u2014 bahkan hal-hal yang benar \u2014 yang tidak mereka praktikkan secara langsung. Mereka menjalani kehidupan ganda. Ini menjadi contoh buruk otoritas. Otoritas adalah penolong, tetapi jika disalahgunakan, ia menjadi represif; ia tidak memungkinkan orang untuk bertumbuh, dan menciptakan iklim ketidakpercayaan dan permusuhan, serta mengarah pada kerusakan.<\/p>\n<p>Kita, para murid Yesus, hendaklah tidak mencari gelar kehormatan, otoritas, atau supremasi. Kita tidak boleh menganggap diri kita lebih unggul daripada orang lain; kerendahan hati sangat penting bagi kehidupan yang berusaha selaras dengan ajaran Yesus, yang lemah lembut dan rendah hati, yang datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani.<\/p>\n<p>Tuhan, bimbing kami untuk menghidupi kebenaran Injil dan berani memberi kesaksian nyata dalam hidup kami. Amin.<\/p>\n<p>Selamat berakhir pekan. Mari hidupi apa yang kita katakan. \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764\ufe0f<br \/>\n[\u2661.]<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"YBx1rypn80\"><p><a href=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/selalu-wartakan-injil-gunakan-kata-kata-jika-perlu\/\">Selalu Wartakan Injil, Gunakan Kata-Kata Jika Perlu<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Selalu Wartakan Injil, Gunakan Kata-Kata Jika Perlu&#8221; &#8212; Sacerdos2000\" src=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/selalu-wartakan-injil-gunakan-kata-kata-jika-perlu\/embed\/#?secret=ST2wyb0r6i#?secret=YBx1rypn80\" data-secret=\"YBx1rypn80\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Sabtu 23 Agustus 2025 Peringatan St Rosa De Lima Matius 23:11-12 (Mat 23:1-12) \u201dBarangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-83389","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/83389","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=83389"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/83389\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":83390,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/83389\/revisions\/83390"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=83389"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=83389"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=83389"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}