{"id":83263,"date":"2025-08-21T09:28:56","date_gmt":"2025-08-21T02:28:56","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=83263"},"modified":"2025-08-21T09:28:56","modified_gmt":"2025-08-21T02:28:56","slug":"kamis-21-agustus-2025-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=83263","title":{"rendered":"Kamis, 21 Agustus 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nKamis 21 Agustus 2025<br \/>\nPeringatan St. Pius X<br \/>\nMatius 22:2-3 (Mat 22:1-14)<br \/>\n\u201dHal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya. Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang&#8230;&#8221;<\/p>\n<p>Mari Memenuhi Undangan Tuhan<\/p>\n<p>Dengan berbagai cara Yesus mengingatkan kita betapa Allah merindukan kita berada bersamaNya di hadiratNya yang kudus, penuh kemuliaan dan sukacita.<br \/>\nYesus menggambarkan suasana perjumpaan kita dengan Allah Bapa bagaikan sebuah pesta perjamuan kawin anak raja. Orang yang diundang hadir tentu saja adalah orang-orang pilihan, istimewa dan dekat di hati raja.<\/p>\n<p>Bayangkan saja bila kita menerima undangan untuk ikut upacara 17 Agustus di Istana Negara disertai jamuan kenegaraan. Nama kita tertera dalam undangan dengan cap istana. Di dalamnya tertera nama yang mengundang: Presiden Prabowo!<br \/>\nBetapa kita akan melonjak kegirangan atas kehormatan yang diberikan. Tidak mungkin kita hanya sekedar hadir dan tidak mempersiapkan penampilan terbaik dan hati yang penuh kerinduan serta sukacita.<\/p>\n<p>Demikian mau dikatakan Yesus, begitu istimewanya kita di mata Allah sehingga Yesus sendiri yang menulis nama kita di undangan dan Yesus mengutus Roh KudusNya untuk menyampaikannya pada kita.<br \/>\nItulah undangan untuk ikut perjamuan Ekaristi setiap hari Minggu. Bahkan setiap hari, dalam persekutuan doa dan ibadah.<br \/>\nMari kita bangun suasana hati yang penuh kerinduan, gairah dan sukacita untuk berjumpa dengan Allah. Yesus yang sangat kita kenal dan begitu dekat dengan kita jadi tuan pesta. Biarlah Roh Kudus Allah terus mendandani kita dengan pakaian kesucian serta gairah kasih untuk berjumpa dengan Tuhan, Sang Tuan Pesta.<\/p>\n<p>\u201dIni aku Tuhan, aku mau hadir untukMu. Layakkanlah aku untuk berdiri di hadiratMu yang kudus, memuji dan menyembahMu seumur hidupku. Amin.\u201d<\/p>\n<p>Selamat hari Kamis. Tuhan selalu mengundang kita bersatu denganNya\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 21 Agt 2025<br \/>\nKamis Pekan Biasa XX<br \/>\nPW S. Pius X, Paus<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mzm 95:8ab<br \/>\nBacaan Injil: Mat 22:1-14<br \/>\n*************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMzm 95:8ab<br \/>\nHari ini janganlah bertegar hati,<br \/>\ntetapi dengarkanlah sabda Tuhan.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 22:1-14<br \/>\nUndanglah setiap orang yang kalian jumpai ke pesta nikah ini.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Pada suatu ketika<br \/>\nYesus berbicara kepada para imam kepala dan pemuka rakyat<br \/>\ndengan memakai perumpamaan.<br \/>\nIa bersabda, &#8220;Hal Kerajaan Surga itu seumpama seorang raja<br \/>\nyang mengadakan perjamuan nikah untuk anaknya.<br \/>\nIa menyuruh hamba-hambanya<br \/>\nmemanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan nikah itu<br \/>\ntetapi mereka tidak mau datang.<\/p>\n<p>Raja itu menyuruh pula hamba-hamba lain dengan pesan,<br \/>\n&#8216;Katakanlah kepada para undangan:<br \/>\nHidanganku sudah kusediakan,<br \/>\nlembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih.<br \/>\nSemuanya telah tersedia.<br \/>\nDatanglah ke perjamuan nikah ini.&#8217;<br \/>\nTetapi para undangan itu tidak mengindahkannya.<br \/>\nAda yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya,<br \/>\ndan yang lain menangkap para hamba itu,<br \/>\nmenyiksa dan membunuhnya.<\/p>\n<p>Maka murkalah raja itu.<br \/>\nIa lalu menyuruh pasukannya ke sana<br \/>\nuntuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu<br \/>\ndan membakar kota mereka.<br \/>\nKemudian ia berkata kepada para hamba,<br \/>\n&#8216;Perjamuan nikah telah tersedia,<br \/>\ntetapi yang diundang tidak layak untuk itu.<br \/>\nSebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan<br \/>\ndan undanglah setiap orang yang kalian jumpai di sana<br \/>\nke perjamuan nikah itu.<br \/>\nMaka pergilah para hamba<br \/>\ndan mereka mengumpulkan semua orang<br \/>\nyang dijumpainya di jalan-jalan,<br \/>\norang jahat dan orang-orang baik,<br \/>\nsehingga penuhlah ruangan perjamuan nikah itu dengan tamu.<\/p>\n<p>Ketika raja masuk hendak menemui para tamu,<br \/>\nia melihat seorang tamu yang tidak berpakaian pesta.<br \/>\nIa berkata kepadanya,<br \/>\n&#8216;Hai saudara, bagaimana Saudara masuk tanpa berpakaian pesta?&#8217;<br \/>\nTetapi orang itu diam saja.<br \/>\nMaka raja lalu berkata kepada para hamba,<br \/>\n&#8216;Ikatlah kaki dan tangannya<br \/>\ndan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap;<br \/>\ndi sana akan ada ratap dan kertak gigi.&#8217;<br \/>\nSebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n*************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201cBanyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih,\u201d [Mat 22: 14]<\/p>\n<p>Dalam Injil hari ini, Yesus menceritakan perumpamaan seorang raja yang mempersiapkan pesta perkawinan untuk anaknya \u2014 sebuah perayaan besar, sebuah perayaan cinta dan persekutuan (lih. Mat 22:1\u201314). Raja ini adalah Allah sendiri, dan keinginan terdalam-Nya adalah berbagi sukacita-Nya dengan kita. Namun, Ia tidak memaksa kita; Ia mengundang kita. Ia membuka lebar pintu pesta\u2013Nya dan menanti tanggapan kita.<\/p>\n<p>Betapa indahnya gambaran ini tentang Allah kita! Ia tidak memaksakan kehendak-Nya, tetapi dengan penuh kasih memanggil. Ia mempersiapkan segalanya, namun tetap memberi kita kebebasan untuk menerima atau menolak. Seperti yang diingatkan oleh Santo Agustinus: \u201cDia yang menciptakan kita tanpa bantuan kita tidak akan menyelamatkan kita tanpa persetujuan kita.\u201d Inilah martabat kebebasan kita. Namun, betapa seringnya kita menolak undangan itu?<\/p>\n<p>Injil mengatakan bahwa banyak dari mereka yang diundang memiliki alasan \u2014 mereka terlalu sibuk dengan ladang mereka sendiri, bisnis mereka sendiri. Dan seberapa sering kita melakukan hal yang sama? Kita mengisi hidup kita dengan kebisingan, kesibukan, jadwal, dan banyak gangguan lainnya, dan karenanya kita melewatkan suara lembut Dia yang memanggil kita kepada sesuatu yang lebih besar: kepada persekutuan, kepada sukacita, kepada cinta.<\/p>\n<p>Tetapi Allah tidak menyerah. Dia terus mengundang. Dia pergi ke jalan-jalan dan mengumpulkan semua \u2014 orang miskin, yang terlupakan, yang terluka. Mereka yang tahu bahwa mereka membutuhkan anugerah yang datang memenuhi undangan-Nya. Dan ketika mereka berkata \u201cya,\u201d pesta itu terpenuhi.<\/p>\n<p>Mari kita bertanya pada diri kita sendiri dengan jujur: Seberapa besar ruang yang saya berikan kepada Allah dalam hidup saya? Apakah saya berkata \u201cya\u201d pada undangan-Nya, atau saya menutup pintu hati karena terlalu sibuk dengan diri sendiri?<\/p>\n<p>Mari kita belajar dari Maria, yang dengan kata \u201cya\u201d yang rendah hati membuka hidupnya bagi sukacita Allah. Semoga kita juga melakukannya.<\/p>\n<p>Tuhan, semoga kami tidak pernah melewatkan undangan-Mu. Semoga kami selalu membuka hati kami bagi-Mu. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas. Mari, jangan lewatkan undangan-Nya! \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764\ufe0f<br \/>\n[\u2661.]<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"oodbjlbj0c\"><p><a href=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/undangan-bagi-orang-orang-sibuk\/\">Undangan bagi Orang-Orang Sibuk<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Undangan bagi Orang-Orang Sibuk&#8221; &#8212; Sacerdos2000\" src=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/undangan-bagi-orang-orang-sibuk\/embed\/#?secret=6H2C4gpVOj#?secret=oodbjlbj0c\" data-secret=\"oodbjlbj0c\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Kamis 21 Agustus 2025 Peringatan St. Pius X Matius 22:2-3 (Mat 22:1-14) \u201dHal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya. Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-83263","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/83263","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=83263"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/83263\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":83264,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/83263\/revisions\/83264"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=83263"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=83263"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=83263"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}