{"id":83198,"date":"2025-08-20T09:09:18","date_gmt":"2025-08-20T02:09:18","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=83198"},"modified":"2025-08-20T09:09:18","modified_gmt":"2025-08-20T02:09:18","slug":"rabu-20-agustus-2025-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=83198","title":{"rendered":"Rabu, 20 Agustus 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nRabu 20 Agustus 2025<br \/>\nPeringatan St Bernardus<br \/>\nMatius 20:11-13 (Mat 20:1-16a)<br \/>\nKetika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu, katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari. Tetapi tuan itu menjawab seorang dari mereka: Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari?<\/p>\n<p>Sukacita Bila Semua Selamat<\/p>\n<p>Sering kita menuduh Tuhan tidak adil. Mengapa saya yang sudah bekerja sekian lama untuk Tuhan, aktif di gereja, berusaha taat pada perintah Tuhan, justru lebih susah hidupnya dari mereka yang tidak peduli dengan imannya dan hidup seenaknya saja?<br \/>\nInilah masalahnya bila kita membandingkan berkat yang kita terima dengan orang lain, dan mengukur berkat Tuhan dari jasa yang kita berikan.<\/p>\n<p>Yesus mengingatkan kita semua bahwa dalam hal upah keselamatan, kemurahan hati Allah tidaklah ditentukan oleh jasa manusia. Keselamatan bukan ditentukan oleh lamanya kita bekerja atau berat ringannya pekerjaan kita.<br \/>\nBila kita telah lama mengikuti Kristus dan melayani Tuhan, tidaklah perlu membandingkan diri dengan orang yang baru mengenal Kristus. Tidak perlu merasa lebih berjasa dan karena itu harus mendapatkan penghargaan lebih.<\/p>\n<p>Mari bersyukur karena kita semua diselamatkan Tuhan. Betapa bahagianya kita bila pada akhirnya semua orang bisa mengalami kemurahan hati Allah dan bersama-sama masuk dalam Rumah Bapa. Entah sudah lama mengimani Yesus atau baru saja bertobat. Ingatlah kisah si penjahat yang bertobat pada saat akhir hidupnya dan diselamatkan Yesus.<br \/>\nNamun jangan berkata, kalau begitu saya ingin menjadi seperti si penjahat. Bertobat nanti saat akhir! Kalau kita dapat mengalami sukacita karena mendapatkan kemurahan hati Allah Bapa, kita diampuni dan dipulihkan kembali, diberkati dan mengalami kepenuhan cinta Tuhan, mengapa mesti menunggu saat akhir?<\/p>\n<p>Alamilah sukacita setiap hari karena pengenalan kita akan Yesus. Teruslah bertumbuh dalam kasih karuniaNya. Giatlah terus bekerja di kebun anggur Tuhan, ajaklah sebanyak mungkin orang mengalami kasih Yesus. Teruslah menambah jumlah orang yang percaya. Semakin banyak orang selamat, semakin besar sukacita kita. Dan janganlah menghitung-hitung jasa kita.<\/p>\n<p>Tetap semangat bekerja di ladang Tuhan, jangan lupa bersyukur dan bahagia.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 20 Agt 2025<br \/>\nRabu Pekan Biasa XX<br \/>\nPW S. Bernardus, Abas dan Pujangga Gereja<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Ibr 4:12<br \/>\nBacaan Injil: Mat 20:1-16a<br \/>\n************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nIbr 4:12<br \/>\nSabda Allah itu hidup dan penuh daya,<br \/>\nmenguji pikiran dan segala maksud hati.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 20:1-16a<br \/>\nIri hatikah engkau, karena aku murah hati?<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa<br \/>\nYesus mengemukakan perumpamaan berikut<br \/>\nkepada murid-murid-Nya,<br \/>\n&#8220;Hal Kerajaan Surga itu seperti seorang tuan rumah<br \/>\nyang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja<br \/>\nuntuk kebun anggurnya.<br \/>\nSetelah sepakat dengan para pekerja mengenai upah sedinar sehari,<br \/>\nia menyuruh mereka ke kebun anggurnya.<\/p>\n<p>Kira-kira pukul sembilan pagi ia keluar pula,<br \/>\ndan dilihatnya ada orang-orang lain menganggur di pasar.<br \/>\nKatanya kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Pergi jugalah kalian ke kebun anggurku,<br \/>\ndan aku akan memberimu apa yang pantas.&#8221;<br \/>\nDan mereka pun pergi.<br \/>\nKira-kira pukul dua belas dan pukul tiga sore ia keluar pula,<br \/>\ndan berbuat seperti tadi.<br \/>\nKira-kira pukul lima sore ia keluar lagi<br \/>\ndan mendapati orang-orang lain pula;<br \/>\nlalu katanya kepada mereka,<br \/>\n&#8216;Mengapa kalian menganggur saja di sini sepanjang hari?&#8217;<br \/>\nJawab mereka, &#8220;Tidak ada orang yang mengupah kami.&#8217;<br \/>\nKata orang itu, &#8216;Pergilah kalian juga ke kebun anggurku.&#8217;<\/p>\n<p>Ketika hari sudah malam berkatalah tuan itu kepada mandornya,<br \/>\n&#8216;Panggillah sekalian pekerja dan bayarlah upahnya,<br \/>\nmulai dari yang masuk terakhir<br \/>\nsampai kepada yang masuk terdahulu.<br \/>\nMaka datanglah mereka yang mulai bekerja kira-kira pukul lima sore,<br \/>\ndan mereka masing-masing menerima satu dinar.<br \/>\nKemudian datanglah mereka yang masuk terdahulu.<br \/>\nMereka mengira akan mendapat lebih besar.<br \/>\nTetapi mereka pun menerima masing-masing satu dinar juga.<br \/>\nKetika menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu, katanya,<br \/>\n&#8216;Mereka yang masuk paling akhir ini hanya bekerja satu jam,<br \/>\ndan engkau menyamakan mereka dengan kami<br \/>\nyang sehari suntuk bekerja berat<br \/>\ndan menanggung panas terik matahari.<br \/>\nTetapi tuan itu menjawab salah seorang dari mereka,<br \/>\n&#8216;Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadapmu.<br \/>\nBukankah kita telah sepakat sedinar sehari?<br \/>\nAmbillah bagianmu dan pergilah.<br \/>\nAku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu.<br \/>\nTidakkah aku bebas mempergunakan milikku<br \/>\nmenurut kehendak hatiku?<br \/>\nAtau iri hatikah engkau karena aku murah hati?&#8217;<\/p>\n<p>Demikianlah yang terakhir menjadi yang terdahulu<br \/>\ndan yang terdahulu menjadi yang terakhir.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n*************<\/p>\n<p>TERIMALAH UNDANGAN DAN TAWARAN KESELAMATAN TUHAN ALLAH<br \/>\n(RD. John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng)<\/p>\n<p>Perumpamaan tentang orang2 upahan di kebun anggur.<\/p>\n<p>Pesta St. BERNARDUS, ABAS dan PUJANGGA GEREJA<\/p>\n<p>&#8220;Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau karena aku murah hati&#8221; kata Tuan\/pemilik kebun anggur dalam Injil hari ini kp penggarap kebun anggur (saya,anda) yg &#8220;mengomel&#8221; krn Tuhan beri upah yg sama saja (&#8220;sedinar sehari&#8221;) kp masing2 penggarap yg menerima undangan dan tawaran untuk bekerja di kebun anggurnya (Mat. 20:15).<\/p>\n<p>Yesus mau menyadarkan para penggarap kebun anggur (saya\/anda, sebagai apa saja) bahwa Allah sungguh tidak mau melihat dan membiarkan penggarap kebun anggurnya (umatNya, saya\/anda) terlantar dan menderita\/tdak selamat (&#8220;menganggur&#8221;). Sebaliknya Tuhan mau menolongnya dengan mempergunakan kriteria\/ukuran keadilan dan cintakasihNya. Kebaikan dan kemurahan hatiNya selalu ditawarkan kp umatNya.<\/p>\n<p>Kisah Injil hari ini menyadarkan dan meneguhkan saya\/anda akan SIKAP DAN KERINDUAN ALLAH TERHADAP saya\/anda &#8211; apapun keadaan &#8220;saat ini &#8211; di dini&#8221;: Allah selalu ingin agar umatNya (saya\/anda) MAU MENERIMA UNDANGAN DAN TAWARAN KESELAMATAN TUHAN . Betapa gembiranya hati Allah ketika umatNya datang menanggapi dan memenuhi undangan dan tawaran keselamatanNya serta mau bekerjasama dg Allah utk melakukan kehendakNya. Jgn iri hati kp Allah yg &#8220;sepertinya hanya baik kp org tertentu&#8221; (menurut pikiran saya\/anda)!! Tuhan Allah begitu adil dan penuh cintakasih. Dia tetap memberikan &#8220;upah sedinar sehari&#8221; kepada saya\/anda. Dan itu sudah cukup.<br \/>\nSaya\/anda diajak untuk selalu membuka hati untuk menerima undangan dan tawaran keselamatan dan kehadiran Tuhan!! Dengarkanlah suara dan kehendakNya!! Bekerjasamalah dg Allah. Upah standar atau rahmat dan berkat standar &#8220;SEDINAR SEHARI&#8221; selalu tersedia dan diberikanNya kepada saya\/anda yang mau menerima undangan dan tawaran keselamatanNya.<\/p>\n<p>Semoga dengan bantuan doa St. Bernardus, Allah Tritunggal Mahakudus (+) memberkati saya\/anda yang selalu mau menerima undangan dan tawaran keselamatan dari Tuhan. Amin<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Rabu 20 Agustus 2025 Peringatan St Bernardus Matius 20:11-13 (Mat 20:1-16a) Ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu, katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-83198","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/83198","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=83198"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/83198\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":83199,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/83198\/revisions\/83199"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=83198"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=83198"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=83198"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}