{"id":82761,"date":"2025-08-13T10:17:49","date_gmt":"2025-08-13T03:17:49","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=82761"},"modified":"2025-08-13T10:17:49","modified_gmt":"2025-08-13T03:17:49","slug":"rabu-13-agustus-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=82761","title":{"rendered":"Rabu, 13 Agustus 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nRabu 13 Agustus 2025<br \/>\nMatius 18:19-20 (Mat 18:15-20)<br \/>\n\u201dAku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.&#8221;<\/p>\n<p>Indahnya Persekutuan Doa<\/p>\n<p>Yesus mendirikan Gereja agar kita tidak sendirian berjalan di dunia ini menuju ke surga. Kita punya teman, kita punya keluarga, kita punya komunitas. Yesus telah berjanji, \u201cdi mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.\u201d<br \/>\n\u201dAku Ada\u201d itulah arti dari nama Yahweh. Nama yang diberikan Allah kepada Musa sebagai jaminan untuk perutusannya. Kehadiran Yesus di tengah kita adalah jaminan hadirnya Yahweh, Allah yang perkasa dan setia dalam perjalanan hidup kita.<br \/>\nMaka bila Yesus ada dalam persekutuan keluarga, jemaat, wilayah rohani, sel, komunitas, betapa kita diberkati oleh persekutuan kasih bersama Dia.<\/p>\n<p>Sesungguhnya pengabulan doa kita yang paling utama adalah kehadiran Yesus di tengah kita dalam Roh KudusNya. Bila Yesus hadir, Ia selalu berjanji, \u201cAku ini, jangan takut! Tinggallah bersama Aku. Mintalah maka kamu akan menerima.\u201d<br \/>\nMari bersatu dengan teman dan saudara kita, ajak seluruh anggota keluarga kita berjumpa dengan Yesus dalam persekutuan iman, dan kita sepakat untuk berdoa bersama dalam nama Yesus.<br \/>\nJadikanlah Yesus bagian dari komunitas kecil kita. Rasakan kehadiranNya yang memberi kelegaan. Ia selalu memasang telingaNya yang setia mendengar ungkapan hati kita. TanganNya selalu terulur siap menolong. Yesus adalah sahabat kita yang setia. Ia Tuhan tempat kita bersandar dan menemukan segalanya yang kita perlukan.<\/p>\n<p>\u201dYa Yesus tinggalah bersama kami. KehadiranMu memberi kami kedamaian. PenyertaanMu membuat kami kuat menjalani hidup ini, berjalan bersamaMu selalu itulah sukacita kami.\u201d<\/p>\n<p>Selamat Hari Rabu. Damailah selalu di hati, Yesus menemani kita.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 13 Agt 2025<br \/>\nRabu Pekan Biasa XIX<br \/>\nPF S. Hippolitus, Imam dan Martir<br \/>\nPF S. Pontianus, Paus<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: 2Kor 5:19<br \/>\nBacaan Injil: Mat 18:15-20<br \/>\n************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\n2Kor 5:19<br \/>\nAllah mendamaikan dunia dengan diri-Nya dalam diri Kristus<br \/>\ndan mempercayakan warta perdamaian kepada kita.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 18:15-20<br \/>\nJika saudaramu yang berbuat dosa mendengarkan teguranmu,<br \/>\nengkau telah mendapatnya kembali.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya,<br \/>\n&#8220;Apabila saudaramu berbuat dosa,<br \/>\ntegurlah dia di bawah empat mata.<br \/>\nJika ia mendengarkan nasihatmu<br \/>\nengkau telah mendapatnya kembali.<br \/>\nJika ia tidak mendengarkan dikau,<br \/>\nbawalah seorang atau dua orang lain,<br \/>\nsupaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi,<br \/>\nperkara itu tidak disangsikan.<br \/>\nJika ia tidak mau mendengarkan mereka,<br \/>\nsampaikanlah soalnya kepada jemaat.<br \/>\nDan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat,<br \/>\npandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah<br \/>\natau seorang pemungut cukai.<\/p>\n<p>Aku berkata kepadamu:<br \/>\nSungguh, apa yang kalian ikat di dunia ini akan terikat di surga,<br \/>\ndan apa yang kalian lepaskan di dunia ini akan terlepas di surga.<\/p>\n<p>Dan lagi Aku berkata kepadamu,<br \/>\nJika dua orang di antaramu di dunia ini sepakat meminta apa pun,<br \/>\npermintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di surga.<br \/>\nSebab di mana ada dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku,<br \/>\nAku hadir di tengah-tengah mereka.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n**************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201cApabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah&#8230;.. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali.\u201d (Mat 18: 15)<\/p>\n<p>Dalam interaksi sosial dalam kehidupan bersama kita, saling menegur dan saling mengingatkan adalah hal yang baik. Namun permenungan lebih dalam dari perikop Injil hari ini membawa kesadaran bahwa apa yang diajarkan lebih dari sekadar memberi koreksi kepada orang-orang yang bersalah. Di balik semuanya itu adalah KASIH. Kasih sejati. Kasih sejati dan perhatian kita kepada saudara-saudari kita, tidak membiarkan kita untuk diam dan acuh tak acuh terhadap saudara-saudari kita yang mempunyai kelemahan. Diam dan menolak untuk melibatkan diri bukanlah pilihan yang menyelamatkan. Dengan diam dan tak peduli kita dapat jatuh dalam dosa \u201ckelalaian\u201d.<\/p>\n<p>Dalam budaya \u201cmalu hati\u201d, \u201crikuh pekewuh\u201d, mengoreksi saudara-saudari berbuat salah mungkin sulit dilakukan. Namun demi kasih kita kepada mereka, hal itu wajib dilakukan. \u201cDi atas semuanya itu, kenakanlah KASIH, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan,\u201d (Kolose 3:14)<\/p>\n<p>Namun, di atas segalanya, kehadiran Tuhan di tengah kita menjadi yang utama. Perikope Injil hari ini beberapa kali mengatakan \u201cdua atau tiga orang\u201d. Yesus mengajarkan, jika seorang saudara yang berbuat kesalahan dan tidak dapat dikoreksi dengan pembicaraan empat mata, saudara yang prihatin akan hal itu dan hendak menegurnya dianjurkan untuk mengundang dua atau tiga orang saksi untuk membantunya berbicara dengan saudara yang bersalah. Lebih lanjut Yesus berkata, \u201cJika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga,\u201d dan jika dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Nya, Ia ada di tengah-tengah mereka. Dalam apa saja yang kita buat, hendaknya kita sadar bahwa kita ada \u201cdalam kehadiran-Nya.\u201d Pun dalam usaha kita menegur saudara kita, undang Tuhan untuk hadir. Tegurlah saudara-saudari yang berbuat kesalahan, tetapi jangan lupa doakan mereka. Berbicara dari hati ke hati itu penting, namun pertama-tama yang mengubah hati orang adalah rahmat Tuhan. Rahmat Tuhanlah yang membuat hati bertobat, bukan kita. Itulah sebabnya, doa adalah sangat penting, bagian paling vital dalam koreksi persaudaraan.<\/p>\n<p>Tuhan, saat memberikan koreksi terhadap sesama, berilah aku kasih. Ketika menerima koreksi, berilah aku kerendahan hati. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas. Mari saling koreksi dalam kasih. \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764\ufe0f<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"RnSvzJwO6K\"><p><a href=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/kehadiran-tuhan-dalam-teguran-persaudaraan\/\">Kehadiran Tuhan dalam Teguran Persaudaraan<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Kehadiran Tuhan dalam Teguran Persaudaraan&#8221; &#8212; Sacerdos2000\" src=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/kehadiran-tuhan-dalam-teguran-persaudaraan\/embed\/#?secret=An97RDoAuC#?secret=RnSvzJwO6K\" data-secret=\"RnSvzJwO6K\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Rabu 13 Agustus 2025 Matius 18:19-20 (Mat 18:15-20) \u201dAku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-82761","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/82761","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=82761"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/82761\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":82762,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/82761\/revisions\/82762"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=82761"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=82761"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=82761"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}