{"id":81965,"date":"2025-08-01T09:59:22","date_gmt":"2025-08-01T02:59:22","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=81965"},"modified":"2025-08-01T09:59:22","modified_gmt":"2025-08-01T02:59:22","slug":"jumat-01-agustus-2025-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=81965","title":{"rendered":"Jumat, 01 Agustus 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nJumat 01 Agustus 2025<br \/>\nMatius 13:54~55, 57 (Mat 13:54-58)<br \/>\nSetibanya di tempat asal-Nya, Yesus mengajar orang-orang di situ di rumah ibadat mereka. Maka takjublah mereka dan berkata: \u201cDari mana diperoleh-Nya hikmat itu dan kuasa untuk mengadakan mujizat-mujizat itu? Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas?\u201d Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.<\/p>\n<p>Pemusnah Rasa Takjub<\/p>\n<p>Berbahagialah anda bila merasa takjub. Entah karena melihat sesuatu yang baru, yang luar biasa, yang tak terduga, pokoknya yang membuat anda takjub, heran, kagum, surprise.<br \/>\nSesungguhnya rasa takjub dan kagum adalah karunia Tuhan.<br \/>\nSayang sekali ada banyak pemusnah rasa kagum di sekitaran kita. Salah satu pemusnah rasa kagum adalah pemikiran bahwa segala sesuatu itu bisa dijelaskan dan terkendali akal. Tidak boleh ada yang tidak masuk akal dalam hidup.<br \/>\nAkibatnya rasa kagum, heran, tercengang, takjub, surprise, mujizat, menghilang. Semua bisa dijelaskan.<\/p>\n<p>Yesus selalu hadir membawa kekaguman. Para penginjil memberi kesaksian bahwa orang-orang yang mendengarNya merasa kagum dan takjub melihat apa yang dilakukan Yesus. Tapi banyak orang tidak mau ikutan kagum dan berusaha mencari alasan rasional.<br \/>\nMereka mengatakan bahwa Ia kerasukan setan. Ia mengusir setan dengan kuasa penghulu Iblis. Yesus berasal dari keluarga sederhana, bagaimana mungkin bisa menjadi sehebat itu. Tidak masuk akal.<\/p>\n<p>Semoga kita yang hidup di jaman AI (Artificial Intelligent) yang canggih, dengan teknologi kedokteran yang sangat maju, tetap tidak kehilangan rasa takjub terhadap perbuatan-perbuatan Tuhan.<br \/>\nSetiap kali menghirup udara segar di hari baru, melihat sinar matahari membuka hari, mendengar sapaan orang-orang di sekitar kita, mari terus kagum akan keagungan Tuhan.<br \/>\nJangan biarkan pikiran kritis dan alasan rasional menghilangkan kekaguman kita.<br \/>\nBiarlah iman kita adalah iman anak kecil yang selalu kagum akan keagungan Tuhan. Biarlah kita tetap percaya bahwa mujizat itu nyata. Jangan musnahkan rasa takjub kita oleh prasangka dan keraguan akan kuasa Allah yang melampaui segala akal.<br \/>\n\u201dYa Tuhan, karuniakanlah kami rasa kagum dan takjub akan penyelenggaraanMu, sehingga kami selalu bersyukur atas kasihMu yang ajaib dan heran.\u201d<\/p>\n<p>Selamat hari Jumat pertama di bulan Agustus. Teruslah merasa kagum dan takjub akan kasih Tuhan, setiap hari.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 01 Agt 2025<br \/>\nJumat Pekan Biasa XVII<br \/>\nPW S. Alfonsus Maria de Liguori, Uskup dan Pujangga Gereja<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: 1Ptr 1:25<br \/>\nBacaan Injil: Mat 13:54-58<br \/>\n*************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\n1Ptr 1:25<br \/>\nSabda Tuhan tetap selama-lamanya.<br \/>\nItulah sabda yang diwartakan kepadaku.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 13:54-58<br \/>\nBukankah Dia itu anak tukang kayu?<br \/>\nDari mana diperoleh-Nya semuanya itu?<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Pada suatu hari Yesus kembali ke tempat asal-Nya.<br \/>\nDi sana Ia mengajar orang di rumah ibadat mereka.<br \/>\nOrang-orang takjub dan berkata,<br \/>\n&#8220;Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu?<br \/>\nBukankah Dia itu anak tukang kayu?<br \/>\nBukankah ibu-Nya bernama Maria<br \/>\ndan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas?<br \/>\nDari mana diperoleh-Nya semuanya itu?&#8221;<br \/>\nLalu mereka kecewa dan menolak Dia.<\/p>\n<p>Maka Yesus berkata kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Seorang nabi dihormati di mana-mana,<br \/>\nkecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya.&#8221;<br \/>\nKarena ketidakpercayaan mereka itu,<br \/>\nmaka Yesus tidak mengerjakan banyak mujizat di situ.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n************<\/p>\n<p>EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA TERNATE, BUMI KIE RAHA<\/p>\n<p>TUHAN INGIN MELAKUKAN MUJIZAT KEPADAMU<\/p>\n<p>Kabar Baik dari Tuhan Pagi ini:\u201cKerinduan terbesar Tuhan terhadapmu adalah agar engkau beriman kepada-Nya dan percaya bahwa mujizat-Nya nyata dalam hidupmu. Namun, satu hal yang Tuhan tuntut adalah imanmu.\u201d<\/p>\n<p>Namun sayangnya bahwa kadang penghalang terjadinya mujizat berasal dari pihak kita seperti tercatat dalam Injil pagi ini: \u201cDan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ.\u201d( ayat 57 )<\/p>\n<p>Ada beberapa butir permenungan bagi kita di pagi ini, yakni:<\/p>\n<p>&#8211; Tetap percaya seperti Abraham bahwa Tuhan pasti melakukan yang terbaik bagimu;<\/p>\n<p>&#8211; \u2060Tetap beriman dan percaya akan kuat kuasa dan penyelenggaraan-Nya;<\/p>\n<p>&#8211; \u2060Berserah kepada-Nya dengan penuh keyakinan bahwa Allah adalah Bapa yang baik.<\/p>\n<p>Akhirnya tetaplah berdoa dan nantikanlah pertolongan-Nya dengan penuh iman. Bila mujizat Tuhan telah terjadi atas diri dan hidup orang lain, maka Ia pasti juga akan melakukan-Nya untukmu.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas untuk para sahabat.<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.<br \/>\n( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211; Duc in Altum )<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Jumat 01 Agustus 2025 Matius 13:54~55, 57 (Mat 13:54-58) Setibanya di tempat asal-Nya, Yesus mengajar orang-orang di situ di rumah ibadat mereka. Maka takjublah mereka dan berkata: \u201cDari mana diperoleh-Nya hikmat itu&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-81965","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/81965","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=81965"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/81965\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":81966,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/81965\/revisions\/81966"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=81965"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=81965"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=81965"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}