{"id":81758,"date":"2025-07-29T09:32:51","date_gmt":"2025-07-29T02:32:51","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=81758"},"modified":"2025-07-29T09:32:51","modified_gmt":"2025-07-29T02:32:51","slug":"selasa-29-juli-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=81758","title":{"rendered":"Selasa, 29 Juli 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSelasa 29 Juli 2025<br \/>\nPeringatan St Marta, Maria dan Lazarus<br \/>\nYohanes 11:25-26 (Yoh 11:19-27)<br \/>\nJawab Yesus: &#8220;Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?&#8221;<\/p>\n<p>Belajar Dari Keluarga Kudus Di Betania<\/p>\n<p>Kakak beradik Marta, Maria dan Lazarus adalah sebuah keluarga yang begitu dekat dengan Yesus sebagaimana dikisahkan dalam Injil Lukas dan Yohanes. Yesus sering mampir di rumah mereka dalam perjalanan ke Yerusalem. Keyakinan iman kakak beradik ini akan Yesus kiranya menjadi teladan bagi kita dalam beriman kepada Yesus. Demikian juga kecintaan mereka satu sama lain sebagai kakak beradik dapat menjadi contoh bagi keluarga kita.<\/p>\n<p>Dikisahkan dalam Lukas 10:38-42, bagaimana Yesus memuji Maria yang duduk bersimpuh depan kakiNya, memberi perhatian sepenuhnya pada perkataan Yesus. Ia begitu terpesona mendengarkan Yesus. Suatu teladan bagi kita untuk memberi waktu mendengarkan Yesus berbicara kepada kita, serta memberi perhatian penuh pada apa yang difirmankan Tuhan.<br \/>\nSementara Marta menjadi teladan dalam bekerja dengan rajin dan tekun untuk melayani Yesus.<br \/>\nKetika Lazarus adik mereka meninggal dunia, iman Marta dan Maria akan kuasa Yesus untuk membangkitkan orang mati, menyentuh hati Yesus untuk segera membangkitkan Lazarus yang sudah 4 hari dalam kubur.<br \/>\nMarta maupun Maria mengungkapkan iman mereka dengan kata-kata yang sama: \u201cTuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.\u201d (Yoh 11:21,32).<br \/>\nYesus begitu tersentuh hatiNya menyaksikan kecintaan mereka akan adiknya Lazarus dan iman mereka yang teguh lalu Ia membangkitkan Lazarus dari kematian.<\/p>\n<p>Semoga persaudaraan kakak beradik keluarga Betania ini, sekalipun mereka berbeda karakter dan kepribadiannya, menjadi contoh bagi kita untuk saling peduli dan saling mendoakan antar kakak beradik.<br \/>\nSemoga iman mereka akan Yesus meneguhkan iman kita. Kita-pun dapat menjadi seperti Lazarus, bangkit dari kubur masa lalu. Biarlah pengalaman pahit dan luka batin dalam keluarga menjadi masa lalu. Kita mati terhadap semuanya itu dan mengalami pemulihan oleh kasih Yesus yang selalu mau menumpang di rumah kita. Jadilah selalu sahabat dekat Yesus.<\/p>\n<p>Semangat hari Selasa. Yesus ada bersama kita.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 29 Jul 2025<br \/>\nSelasa Pekan Biasa XVII<br \/>\nPW S. Marta, Maria, dan Lazarus<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 8:12b<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 11:19-27<br \/>\n**************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 8:12b<br \/>\nAkulah terang dunia.<br \/>\nBarangsiapa mengikut Aku, ia tidak berjalan dalam kegelapan,<br \/>\ndan ia akan mempunyai terang hidup.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 11:19-27<br \/>\nAku percaya bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Menjelang Hari Raya Paskah,<br \/>\nbanyak orang Yahudi datang kepada Marta dan Maria<br \/>\nuntuk menghibur mereka berhubung dengan kematian saudaranya.<br \/>\nKetika Marta mendengar, bahwa Yesus datang,<br \/>\nia pergi mendapatkan-Nya.<br \/>\nTetapi Maria tinggal di rumah.<\/p>\n<p>Maka kata Marta kepada Yesus,<br \/>\n&#8220;Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini,<br \/>\nsaudaraku pasti tidak mati.<br \/>\nTetapi sekarang pun aku tahu,<br \/>\nbahwa Allah akan memberikan kepada-Mu<br \/>\nsegala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya.&#8221;<br \/>\nKata Yesus kepada Marta,<br \/>\n&#8220;Saudaramu akan bangkit.&#8221;<br \/>\nKata Marta kepada-Nya,<br \/>\n&#8220;Aku tahu bahwa ia akan bangkit<br \/>\npada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman.&#8221;<br \/>\nJawab Yesus, &#8220;Akulah kebangkitan dan hidup!<br \/>\nBarangsiapa percaya kepada-Ku,<br \/>\nia akan hidup walaupun sudah mati;<br \/>\ndan setiap orang yang hidup serta percaya kepada-Ku,<br \/>\ntidak akan mati selama-lamanya.<br \/>\nPercayakah engkau akan hal ini?&#8221;<br \/>\nJawab Marta,<br \/>\n&#8220;Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah,<br \/>\nDia yang akan datang ke dalam dunia.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n**************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201cAda seorang yang sedang sakit, namanya Lazarus. Ia tinggal di Betania, kampung Maria dan adiknya Marta,\u201d (Yoh 11: 1)<\/p>\n<p>Pada tanggal 26 Januari 2021, Paus Fransiskus menetapkan pencantuman peringatan wajib Sta. Marta, Maria, dan Lazarus dalam Kalender Liturgi Romawi untuk menggantikan peringatan Sta Marta (saja), yang dirayakan pada tanggal 29 Juli.<\/p>\n<p>Kita kenangkan ketiga sahabat Yesus yang diceritakan dalam Injil, karena apa yang mereka persembahkan kepada Tuhan dan apa yang mereka contohkan bagi kita: mereka menjadikan hati dan rumah mereka sebagai tempat peristirahatan dan sukacita bagi Tuhan, serta menawarkan keramahtamahan yang penuh percaya dan kasih yang memulihkan sesaat sebelum Ia mulai menapaki jalan Sengsara dan wafat-Nya.<\/p>\n<p>Dalam Injil Marta digambarkan sebagai seorang perempuan yang aktif dan dinamis, yang meskipun merasa sedih akan kematian saudaranya, percaya bahwa Yesuslah Tuhan atas hidup dan mati dan menyatakannya dengan pengakuan imannya akan Tuhan dan Mesias. Sedangkan Maria digambarkan sebagai seorang yang tekun mendengarkan Sabda Tuhan dan menerapkannya dalam hidupnya. Ada yang berpendapat bahwa Maria saudara Lazarus, Maria dari Magdala, dan seorang yang berdosa, yang mengurapi kaki Yesus di rumah seorang Farisi bernama Simon, adalah orang yang sama. Namun, Paus Fransiskus mendukung pendapat para ahli Kitab Suci modern bahwa ketiganya (Maria saudari Lazarus, Maria dari Magdala, dan perempuan berdosa yang mengurapi kaki Yesus) adalah orang yang berbeda. Lazarus disertakan dalam peringatan hari ini karena kesaksiannya yang berani setelah dibangkitkan dari mati oleh Yesus, meskipun orang-orang Farisi mengancam untuk menangkapnya.<\/p>\n<p>Dalam penetapan peringatan ini, Kongregasi Ibadat Ilahi berkata, \u201cDalam rumah di Betania, Yesus, Tuhan, mengalami kekeluargaan dan persahabatan dari Marta, Maria dan Lazarus, dan karenanya Injil Yohanes mengatakan bahwa Ia sangat mengasihi mereka.\u201d<\/p>\n<p>Apa warta peringatan hari ini bagi hidup kita? Pertama, marilah kita mengundang Yesus dalam keluarga kita masing-masing, dengan mempersembahkan keluarga kita pada Hati Kudus-Nya agar Ia sungguh meraja dalam hidup kita. Kedua, kita semua membutuhkan baik Marta-Marta maupun Maria-Maria dalam Gereja kita \u2013 mereka yang aktif dan mereka yang kontemplatif. Bagaimana Gereja akan bertahan jika tidak ada mereka yang aktif dalam kegiatan-kegiatan dan pelayanan seperti koor, mengajar sekolah Minggu, menghias altar, melayani orang miskin dan sebagainya? Demikian juga dalam keluarga. Kita membutuhkan orang-orang yang memasak, membersihkan rumah, mengerjakan ini dan itu. Pun pula bidang-bidang kehidupan yang lain. Ketiga, kita tidak boleh juga lalai untuk mendengarkan Sabda Tuhan dan menyediakan waktu untuk berwawan-hati dengan-Nya dalam doa.<\/p>\n<p>Sabda Yesus jelas bagi kita: \u201cBerbahagialah mereka yang mendengarkan Sabda Tuhan dan melaksanakannya.\u201d<\/p>\n<p>Tuhan, semoga rumah kami dan hati kami menjadi tempat tinggal yang pantas dan membahagiakan bagi-Mu. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas. Jadikan hatimu istana cinta-Nya! \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764\ufe0f<\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Selasa 29 Juli 2025 Peringatan St Marta, Maria dan Lazarus Yohanes 11:25-26 (Yoh 11:19-27) Jawab Yesus: &#8220;Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-81758","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/81758","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=81758"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/81758\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":81769,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/81758\/revisions\/81769"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=81758"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=81758"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=81758"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}