{"id":81563,"date":"2025-07-26T10:32:34","date_gmt":"2025-07-26T03:32:34","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=81563"},"modified":"2025-07-26T17:49:07","modified_gmt":"2025-07-26T10:49:07","slug":"sabtu-26-juli-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=81563","title":{"rendered":"Sabtu, 26 Juli 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSabtu 26 Juli 2025<br \/>\nPeringatan St Yoakim dan St Ana, Orangtua St Maria<br \/>\nMatius 13:16-17<br \/>\n\u201dBerbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.\u201d<\/p>\n<p>Berbahagia Karena Ikut Melihat-Mendengar Dan Percaya<\/p>\n<p>Setiap tanggal 26 Juli, Gereja memperingati St Yoakim dan St Anna, Papa dan Mama St Maria, Opa dan Oma dari Yesus Tuhan kita.<br \/>\nOpa dan Oma Yesus ini tidak disebutkan namanya dalam Kitab Suci, tapi ada dalam tradisi Gereja dan sudah pasti mereka menjadi bagian dalam kehidupan Yesus. Mereka masih hidup ketika Yesus terlahir ke dunia melalui putri kesayangan mereka St Maria, ibu Yesus.<\/p>\n<p>Dalam Injil Matius 13:16-17 Yesus sendiri berkata, \u201cBerbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.\u201d<br \/>\nSemua nabi dan raja Israel ingin sekali melihat datangnya Mesias, Raja Israel yang sejati, Sang Penyelamat dunia. Tapi sayang mereka tidak dapat melihatNya dan tidak bisa mendengar apa yang disabdakanNya karena mereka telah meninggal sebelum Yesus lahir.<br \/>\nSt Yoakim dan St Ana, Opa Oma Yesus tentu termasuk orang-orang yang bahagia yang disebutkan Yesus dalam Injil hari ini, karena mereka diperkenankan melihat dan mendengar serta percaya akan perutusan Yesus cucu mereka, dan ambil bagian mengasuh dan membesarkan Yesus, Sang Sabda yang menjadi manusia.<\/p>\n<p>Yesus ingin agar semua orang menjadi anggota keluargaNya, bukan lagi karena hubungan darah, melainkan karena iman akan Yesus. Maka berbahagialah kita karena dengan mata iman, dianugerahi Allah Bapa kesanggupan untuk melihat dan mendengar karya agung Allah dalam diri Yesus.<br \/>\nYesus ingin agar kita kita dapat melihat sebagaimana Ia melihat dengan iman akan hadirnya Allah dalam kehidupan kita baik dalam suka maupun duka. Yesus ingin kita mendengar seperti Ia mendengar bisikan suara Allah Bapa yang berkata, \u201cEngkaulah Anak yang Kukasihi.\u201d<br \/>\nBerbahagialah kita yang oleh rahmat iman dari Allah Bapa diperkenakan menjadi kakak adik, saudara saudari, mama papa, oma opa dari Yesus.<\/p>\n<p>Mari bersyukur dan bahagia di akhir pekan ini. Yesus beserta kita\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 25 Jul 2025<br \/>\nJumat Pekan Biasa XVI<br \/>\nWarna Liturgi: Merah<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 15:16<br \/>\nBacaan Injil: Mat 20:20-28<br \/>\n*************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 15:16<br \/>\nAku telah menetapkan kamu<br \/>\nsupaya kamu pergi dan menghasilkan buah,<br \/>\ndan buahmu itu tetap.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 20:20-28<br \/>\nCawan-Ku akan kamu minum.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa,<br \/>\nmenjelang kepergian Yesus ke Yerusalem,<br \/>\ndatanglah ibu Zebedeus serta anak-anaknya kepada Yesus,<br \/>\nlalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu.<br \/>\nKata Yesus, &#8220;Apa yang kaukehendaki?&#8221;<br \/>\nJawab ibu itu, &#8220;Berilah perintah,<br \/>\nsupaya kedua anakku ini kelak boleh duduk di dalam Kerajaan-Mu,<br \/>\nyang seorang di sebelah kanan-Mu,<br \/>\ndan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.&#8221;<br \/>\nTetapi Yesus menjawab,<br \/>\n&#8220;Kamu tidak tahu apa yang kamu minta!<br \/>\nDapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum?&#8221;<br \/>\nKata mereka kepada-Nya, &#8220;Kami dapat.&#8221;<br \/>\nYesus berkata kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Cawan-Ku memang akan kamu minum,<br \/>\ntetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku,<br \/>\nAku tidak berhak memberikannya.<br \/>\nItu akan diberikan kepada orang-orang<br \/>\nbagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya.&#8221;<\/p>\n<p>Mendengar itu,<br \/>\nmarahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua bersaudara itu.<br \/>\nTetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata,<br \/>\n&#8220;Kamu tahu, bahwa pemerintah bangsa-bangsa<br \/>\nmemerintah rakyatnya dengan tangan besi,<br \/>\ndan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.<br \/>\nTidaklah demikian di antara kamu!<br \/>\nBarangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu,<br \/>\nhendaklah ia menjadi pelayanmu,<br \/>\ndan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu,<br \/>\nhendaklah ia menjadi hambamu;<br \/>\nsama seperti Anak Manusia:<br \/>\nIa datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani,<br \/>\ndan untuk memberikan nyawa-Nya<br \/>\nmenjadi tebusan bagi banyak orang.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n************<\/p>\n<p>\u210d<\/p>\n<p>\u201cBarangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu,\u201d [Mat 20: 26 \u2013 27]<\/p>\n<p>Hari ini kita rayakan Pesta St. Yakobus, anak Zebedeus dan saudara Yohanes Penginjil. Yakobus diyakini sebagai rasul pertama yang menjadi martir. Ada sebuah tradisi dari awal abad pertengahan yang menunjukkan bahwa ia menyebarkan Injil di Spanyol dan dihormati sebagai santo pelindung Spanyol. Dia dieksekusi dengan cara dipenggal di tangan Herodes Agripa, cucu Raja Herodes, pada tahun 44. Pada abad ke-9, jasadnya dimakamkan di Compostela, yang sekarang menjadi salah satu tempat ziarah paling terkenal di dunia.<\/p>\n<p>Matius memperingatkan bahwa komunitas murid-murid Yesus berada dalam bahaya ababila mereka termotivasi oleh keinginan untuk menjadi yang pertama, mencari pengakuan dan rasa hormat dari orang lain. Sungguh, ajaran Yesus bertentangan dengan nilai-nilai dunia. Alih-alih berusaha mendominasi orang lain, Yesus menekankan pentingnya melayani satu sama lain.<\/p>\n<p>Anak-anak Zebedeus, Yakobus dan Yohanes, datang kepada Yesus bersama ibu mereka dengan sebuah permintaan. Yesus mengambil kesempatan ini untuk memberikan pengajaran yang kuat tentang kerendahan hati. \u201cKamu ingin menjadi besar?\u201d kata Yesus, \u201chendaklah kamu menjadi pelayan bagi yang lain.\u201d \u201cKamu ingin menjadi yang terkemuka? Hendaklah kamu menjadi hamba bagi yang lain.\u201d<\/p>\n<p>Di masa sekarang, hal itu tetap relevan. Jika ingin menjadi besar, berubahlah:<\/p>\n<p>* Hentikanlah sikap membandingkan diri dengan orang lain dan merasa diri lebih hebat.<br \/>\n* Jangan mengukur prestasi akademis dan kecerdasan Anda dengan orang lain.<br \/>\n* Berhentilah berpikir untuk mengendalikan dan memanipulasi hasil.<br \/>\n* Hindari mempertimbangkan status atau kemampuan Anda untuk memengaruhi orang lain.<\/p>\n<p>Tidak penting entah sudah berapa lama saya telah menjadi anggota Gereja\/komunitas, atau seberapa jauh saya dapat menjadi pemimpin, atau posisi atau \u201cjabatan\u201d apa yang saya pegang, hati yang melayani dan mengasihilah satu-satunya hal yang penting. \u201cDemikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah KASIH,\u201d [1 Kor 13: 13].<\/p>\n<p>Tuhan, berilah kami hati yang melayani dan mengasihi. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas hari ini. Selamat pesta St. Yakobus. \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764\ufe0f<\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Sabtu 26 Juli 2025 Peringatan St Yoakim dan St Ana, Orangtua St Maria Matius 13:16-17 \u201dBerbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-81563","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/81563","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=81563"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/81563\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":81590,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/81563\/revisions\/81590"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=81563"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=81563"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=81563"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}