{"id":81280,"date":"2025-07-22T10:46:40","date_gmt":"2025-07-22T03:46:40","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=81280"},"modified":"2025-07-22T10:46:40","modified_gmt":"2025-07-22T03:46:40","slug":"selasa-22-juli-2025-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=81280","title":{"rendered":"Selasa, 22 Juli 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSelasa 22 Juli 2025<br \/>\nPesta St Maria Magdalena<br \/>\n_Yohanes 20:1, 15 (Yoh 20:1, 11-18)<br \/>\nPada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur.<br \/>\nKata Yesus kepadanya: &#8220;Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?&#8221; Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: &#8220;Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya.&#8221;<\/p>\n<p>Selalu Merindukan Yesus<\/p>\n<p>Maria Magdalena begitu sedih kehilangan Yesus. Tentu ia punya alasan yang sangat dalam.<br \/>\nPenginjil Markus (dalam Markus 16:9) menulis: \u201cSetelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan.\u201d<br \/>\nBisa dibayangkan kehidupan Maria Magdalena sebelum berjumpa dengan Yesus. Jiwanya dikuasai oleh 7 roh jahat! Itu berarti ia bukan lagi pemilik hidupnya sendiri. Perjumpaannya dengan Yesus merubah segalanya. Ia menemukan kembali hidupnya, karena Yesus telah memulihkan hidupnya, mengembalikan martabat dan harga dirinya. Ia dibebaskan Yesus dari kuasa kegelapan oleh sebab itu Yesus menjadi miliknya satu-satunya yang paling berharga.<\/p>\n<p>Bagi Maria Magdalena, tanpa Yesus hidupnya sama sekali tak berarti lagi. Karena itu kematian Yesus sangat menyedihkannya. Kerinduan hatinya untuk berjumpa dengan Yesus, sekalipun sudah terbaring kaku dalam kubur, membuatnya beranjak dari tidur di pagi buta itu untuk pergi ke kubur Yesus. Cintanya yang begitu besar kepada Yesus membuatnya terpilih menjadi saksi pertama kebangkitan Yesus. Dia-lah yang menyampaikan kepada para rasul bahwa Yesus telah bangkit!<\/p>\n<p>Kerinduan hati Maria Magdalena untuk selalu ada bersama Yesus, kiranya menjadi kerinduan hati kita juga. Yesus adalah Tuhan sekaligus sahabat yang paling mengerti kita. Ia yang memilih kita menjadi sahabatNya. Oleh pilihanNya kita diangkat menjadi anak Allah, dan Ia menebus kita dari kuasa dosa dan maut. Yesus memilih kita menjadi saksi kebangkitanNya.<br \/>\nMari terus bersaksi betapa baiknya Tuhan dalam hidup kita. Yesus selalu hadir menemani kita. Ia selalu memberi kita kekuatan untuk menghadapi segala perkara kehidupan seberat apapun itu.<\/p>\n<p>Selamat menjalani hidup baru di hari yang baru ini. Tuhan Yesus setia menyertai kita.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 22 Jul 2025<br \/>\nSelasa Pekan Biasa XVI<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 20:1.11-18<br \/>\n************<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 20:1.11-18<br \/>\nIbu, mengapa engkau menangis?<br \/>\nSiapakah yang engkau cari?<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Pada hari Minggu Paskah,<br \/>\npagi-pagi benar ketika hari masih gelap,<br \/>\npergilah Maria Magdalena ke kubur Yesus,<br \/>\ndan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur.<br \/>\nMaria berdiri dekat kubur itu dan menangis.<br \/>\nSambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu,<br \/>\ndan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih,<br \/>\nyang seorang duduk di sebelah kepala<br \/>\ndan yang lain di sebelah kaki<br \/>\ndi tempat mayat Yesus terbaring.<br \/>\nKata malaikat-malaikat itu kepadanya,<br \/>\n&#8220;Ibu, mengapa engkau menangis?&#8221;<br \/>\nJawab Maria kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Tuhanku telah diambil orang,<br \/>\ndan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan.&#8221;<\/p>\n<p>Sesudah berkata demikian Maria menoleh ke belakang,<br \/>\ndan melihat Yesus berdiri di situ;<br \/>\ntetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.<br \/>\nKata Yesus kepadanya,<br \/>\n&#8220;Ibu, mengapa engkau menangis?<br \/>\nSiapakah yang engkau cari?&#8221;<br \/>\nMaria menyangka orang itu adalah penunggu taman.<br \/>\nMaka ia berkata kepada-Nya,<br \/>\n&#8220;Tuan, jikalau Tuan yang mengambil Dia,<br \/>\nkatakanlah kepadaku di mana Tuan meletakkan Dia,<br \/>\nsupaya aku dapat mengambil-Nya.&#8221;<br \/>\nKata Yesus kepadanya, &#8220;Maria!&#8221;<br \/>\nMaria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani,<br \/>\n&#8220;Rabuni!&#8221;, artinya Guru.<br \/>\nKata Yesus kepadanya,<br \/>\n&#8220;Janganlah engkau memegang Aku,<br \/>\nsebab Aku belum pergi kepada Bapa.<br \/>\nTetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku<br \/>\ndan katakanlah kepada mereka,<br \/>\nbahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu,<br \/>\nkepada Allah-Ku dan Allahmu.&#8221;<br \/>\nMaria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid,<br \/>\n&#8220;Aku telah melihat Tuhan!&#8221;<br \/>\ndan juga bahwa Tuhanlah yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n**************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>Kata Yesus kepadanya: &#8220;Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?\u201d [Yoh 20: 15]<\/p>\n<p>Hari ini, Gereja merayakan pesta saksi pertama dari Tuhan yang Bangkit \u2013 Maria Magdalena. Dia menyaksikan penyaliban, kematian, penguburan, dan kebangkitan Yesus dan juga orang pertama yang menyaksikan kubur yang kosong. Dia dipilih oleh Tuhan untuk mengumumkan warta kebangkitan kepada para rasul lainnya, yang membuatnya mendapat gelar \u201cRasul di antara para Rasul.\u201d<\/p>\n<p>Kata-kata pertama Yesus yang dicatat dalam Injil Yohanes adalah sebuah pertanyaan yang ditanyakan Yesus kepada dua murid Yohanes Pembaptis: \u201cApa yang kamu cari?\u201d Di akhir Injil, seperti yang kita baca dalam perikop hari ini, pertanyaan ini diulang kembali: Yesus berpaling kepada Maria Magdalena yang berdiri di depan kubur yang kosong dan mengulangi pertanyaan yang Dia ajukan saat memulai pelayanan-Nya, bertanya kepadanya: \u201cApa yang engkau cari? \u201d<\/p>\n<p>Injil mengatakan bahwa Maria mengira Yesus adalah tukang kebun, menunjukkan bahwa pertemuan mereka terjadi di sebuah taman. Biasanya di tamanlah sepasang kekasih bertemu. Tanggapan Maria mencerminkan kesedihannya terhadap seorang yang amat dikasihinya, dan Yesus bereaksi dengan kasih, memanggilnya dengan namanya: \u201cMaria,\u201d yang membuatnya tersungkur di depan kaki-Nya.<\/p>\n<p>Itulah inti dari keseluruhan Injil: Apa yang pada akhirnya kita cari? Kerinduan dan kasih yang mendorong kita masuk ke dalam taman \u2013 relasi yang dekat, intim dengan Tuhan \u2013 adalah untuk mendengar Ia menyebut nama kita dengan penuh kasih. Untuk mendengar Allah dengan penuh kasih memanggil kita dengan nama kita: (\u2026.. isi dengan nama anda \u2026.)<\/p>\n<p>Tuhan, seperti Sta Maria Magdalena mencari-Mu, semoga kami juga mencari Engkau sampai kami sungguh menemukan-Mu. Kami rindu Engkau menyebut nama kami masing-masing. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas. Tetap mencari Tuhan dengan sungguh. \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764\ufe0f<\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Selasa 22 Juli 2025 Pesta St Maria Magdalena _Yohanes 20:1, 15 (Yoh 20:1, 11-18) Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-81280","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/81280","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=81280"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/81280\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":81281,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/81280\/revisions\/81281"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=81280"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=81280"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=81280"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}