{"id":80811,"date":"2025-07-15T08:44:00","date_gmt":"2025-07-15T01:44:00","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=80811"},"modified":"2025-07-15T08:44:00","modified_gmt":"2025-07-15T01:44:00","slug":"selasa-15-juli-2025-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=80811","title":{"rendered":"Selasa, 15 Juli 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSelasa 15 Juli 2025<br \/>\nPeringatan St Bonaventura<br \/>\nMatius 11:20,23 (Mat 11:20-24)<br \/>\n\u201dDan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini.\u201d<\/p>\n<p>Teguran Yesus Untuk Pembaharuan Diri<\/p>\n<p>Kota Kapernaum begitu dekat di hati Yesus. Ada 5 muridNya yang berasal dari Kapernaum yakni Petrus dan Andreas, Yakobus dan Yohanes serta Matius. Yesus tinggal cukup lama di sana dan melakukan banyak mujizat.<br \/>\nBeberapa mujizat terkenal yang dilakukan Yesus di Kapernaum antara lain: Yesus membangkitkan anak perempuan Jairus, kepala rumah ibadah yang telah mati. (Markus 5:22; Lukas 8:41). Di sana Yesus membebaskan orang yang kerasukan setan di sinagoga (Markus 1:21-28).<\/p>\n<p>Kisah orang lumpuh yang diturunkan dari atap rumah dan sembuh juga terjadi di kota ini (Markus 2:1-12). Ada juga kisah para murid menangkap ikan sangat banyak dengan cara yang ajaib (Lukas 5:1-11). Kisah uang empat dirham dalam mulut ikan yang ditangkap Petrus untuk membayar pajak bait Allah juga terjadi di Kapernaum. (Matius 17:24-27).<br \/>\nDi kota ini Yesus menyembuhkan hamba seorang perwira Romawi yang lumpuh (Matius 8:5-13). Ia juga menyembuhkan anak seorang pegawai istana Raja Herod Antipas (Yohanes 4:46-54).<\/p>\n<p>Betapa istimewa kota Kapernaum ini sehingga begitu banyak mujizat terjadi di sana. Sayang penduduk kota ini hanya melihat Yesus sebagai pembuat mujizat atau tukang sulap dan bukan sebagai Mesias yang dijanjikan Allah untuk menebus dan menyelamatkan mereka dari dosa dan maut.<br \/>\nYesus tidak ada di hati mereka yang telah tertutup oleh sikap acuh dan hanya mencari kepentingan diri sendiri. Mereka mencari Yesus hanya untuk mengalami mujizat. Benarlah nubuat Yesus, pada tahun 750 Masehi, kota ini hancur dan tinggal puing hingga kini.<\/p>\n<p>Jangan sampai hal ini terjadi dengan kita yang begitu dekat dengan Sabda Tuhan namun Yesus tidak tinggal di hati. Yesus tidak punya tempat di hati kita karena kita sibuk dengan banyak hal, dan begitu banyak kegiatan yang kita lakukan tanpa melibatkan Tuhan di dalamnya, termasuk kegiatan gerejani yang hanya mengejar tujuan popularitas semata. Atau kita mencari Tuhan hanya pada saat terdesak atau waktu kita butuh.<br \/>\nKecaman Yesus terhadap kota-kota di Israel yang tidak bertobat, menjadi juga kecaman Yesus bagi kita untuk selalu membaharui diri. Ada kesalahan dan kejatuhan, namun selalu ada jalan untuk bertobat, berubah dan pulang kembali ke hati Yesus.<\/p>\n<p>\u201dYa Yesus tinggallah di hati kami, di rumah kami, dalam keluarga kami. Jangan biarkan kami terpisah dariMu. Amin.\u201d<\/p>\n<p>Selamat hari Selasa. Mari berjalan selalu bersama Yesus.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 15 Jul 2025<br \/>\nSelasa Pekan Biasa XV<br \/>\nPW S. Bonaventura, Uskup dan Pujangga Gereja<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mzm 95:8ab<br \/>\nBacaan Injil: Mat 11:20-24<br \/>\n************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMzm 95:8ab<br \/>\nHari ini janganlah bertegar hati,<br \/>\ntetapi dengarkanlah sabda Tuhan.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 11:20-24<br \/>\nPada hari penghakiman,<br \/>\ntanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan daripada tanggunganmu.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa<br \/>\nYesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat,<br \/>\nmeskipun di sana Ia melakukan paling banyak mujizat.<br \/>\nIa berkata, &#8220;Celakalah engkau, Khorazim!<br \/>\nCelakalah engkau Betsaida!<br \/>\nKarena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat<br \/>\nyang telah Kulakukan di tengah-tengahmu,<br \/>\npasti sudah lama mereka bertobat dan berkabung.<br \/>\nTetapi Aku berkata kepadamu,<br \/>\n&#8216;Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon<br \/>\nakan lebih ringan dari pada tanggunganmu.&#8217;<\/p>\n<p>Dan engkau, Kapernaum,<br \/>\napakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit?<br \/>\nTidak! Engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati!<br \/>\nKarena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat<br \/>\nyang telah terjadi di tengah-tengahmu,<br \/>\nkota itu tentu masih berdiri sampai hari ini.<br \/>\nMaka Aku berkata kepadamu,<br \/>\n&#8216;Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom<br \/>\nakan lebih ringan dari pada tanggunganmu&#8217;.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n*************<\/p>\n<p>JANGAN BERLAGAK HEBAT DI HADAPAN TUHAN ALLAH DAN JANGANLAH MENGESAMPINGKAN TUHAN ALLAH<br \/>\n(RD. John Tanggul,Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng)<\/p>\n<p>Yesus mengecam beberapa kota<\/p>\n<p>Dalam Injil hari ini Yesus &#8220;mengecam&#8221; dan meratapi beberapa kota yang orang2nya TIDAK MAU BERTOBAT. &#8220;Lalu Yesus mulai MENGECAM kota2 yang TIDAK BERTOBAT, sekalipun di situ ia paling banyak melakukan mujizat2Nya: Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida!&#8230; Dan engkau Kaparnaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan DITURUNKAN sampai ke dunia orang mati&#8221;<\/p>\n<p>Yesus heran mengapa mereka (mungkin saya,anda juga &#8220;saat ini di sini&#8221;) TIDAK MAU BERUBAH\/BERTOBAT setelah menyaksikan perbuatan2 besar yang telah dikerjakan Tuhan di tengah2 mereka. Tampaknya tidak semua manusia (saya, anda??) mau MELIHAT DAN MENANGKAP TANDA2\/PERISTIWA HIDUP yang dialaminya setiap saat dan di mana saja sebagai SUATU PERBUATAN BESAR YANG DIKERJAKAN TUHAN, MUKJIZAT, TANDA kehadiran dan campur tangan serta PENYELEGGARAAN Tuhan Allah yang selalu bertujuan ke satu muara saja yakni membawa KESELAMATAN (yang terbaik dan terindah here and now, hic et nunc, di sini dan saat ini).<\/p>\n<p>Peristiwa2 apa saja dalam hidup saya,anda seharusnya mengubah dan membarui hidup saya, anda, sebab semua peristiwa hidup itu adalah BAGIAN INTEGRAL dari RENCANA dan KEHENDAK TUHAN sendiri atas saya, anda. Ada rencana yang terbaik dan terindah dari Tuhan di balik peristiwa2 hidup atau kejadian2 yang saya, anda alami. Karena itu, bertobatlah, percayalah sungguh kepada rencana, kehendak dan kuat kuasa Tuhan Allah. JANGANLAH BERLAGAK HEBAT DAN MENGESAMPINGKAN TUHAN ALLAH dalam kesibukan harian saya, anda &#8220;here -now&#8221;! Berlagak hebat dan mengesampingkan atau &#8220;mempensiunkan&#8221; Tuhan Allah dalam hidup saya,anda adalah permulaan dari &#8220;kehancuran dan kegagalan saya, anda&#8221;. Jangan hanya mengandalkan &#8220;kehebatan&#8221; diri sendiri. Jangan berlagak hebat! Bertobatlah!! Andalkan dan percayalah sungguh kepada kuat kuasa Tuhan Allah yang menyelamatkan.<\/p>\n<p>Semoga Allah Tritunggal Mahakudus (+) memberkati saya, anda sekalian yang tidak berlagak hebat di hadapan Tuhan Allah dan tidak mengesampingkan Tuhan Allah dalam menjalani hidup ini. Amin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Selasa 15 Juli 2025 Peringatan St Bonaventura Matius 11:20,23 (Mat 11:20-24) \u201dDan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-80811","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/80811","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=80811"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/80811\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":80827,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/80811\/revisions\/80827"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=80811"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=80811"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=80811"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}