{"id":80672,"date":"2025-07-13T17:30:13","date_gmt":"2025-07-13T10:30:13","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=80672"},"modified":"2025-07-13T18:29:22","modified_gmt":"2025-07-13T11:29:22","slug":"minggu-13-juli-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=80672","title":{"rendered":"Minggu, 13 Juli 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nMinggu 13 Juli 2025<br \/>\nHari Minggu Biasa XV<br \/>\nLukas 10:36-37* (Luk 10:25-37)<br \/>\n\u201dSiapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?&#8221; Jawab orang itu: &#8220;Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.&#8221; Kata Yesus kepadanya: &#8220;Pergilah, dan perbuatlah demikian!&#8221;<\/p>\n<p>Tergerak Hati Oleh Belaskasihan<\/p>\n<p>Ketika Yesus ditanya oleh seorang ahli Taurat, \u201csiapakah sesamaku\u201d Yesus tidak menjawab dengan sebuah pernyataan atau definisi mengenai sesama melainkan menceritakan kisah mengenai seorang Samaria yang baik hati.<br \/>\nPadahal, bagi orang Yahudi, orang Samaria, tidak dianggap sebagai sesama. Maka kisah Yesus mengenai orang Samaria yang baik hati merupakan kritik Yesus bagi orang Yahudi yang pilih kasih dan diskriminatif.<br \/>\nBagi Yesus, sesama bukan diukur dari iman yang sama. Bukan juga dari suku bangsa yang sama, atau orang yang derajatnya sama atau lebih tinggi.<br \/>\nPerikemanusiaan itulah dasarnya. Orang Samaria yang baik hati menjadi contoh dan teladan belaskasih. Ia tergerak hati oleh belaskasihan. Inilah Hati Yesus sendiri yang selalu tergerak hati oleh belaskasihan.<\/p>\n<p>Kata \u201ctergerak hati\u201d yang dipakai oleh para penginjil, diterjemahkan dari bahasa Yunani: \u201dSplagchnizomai\u201d yang artinya \u2018kepekaan nurani untuk segera bertindak.\u2019 Gerakan hati ini selalu disertai reaksi tubuh seperti sakit perut. Maksudnya, bila tidak segera dilaksanakan maka organ tubuh di bagian perut akan bereaksi dan menimbulkan rasa sakit. Seperti halnya orang yang terdesak untuk \u2018ke belakang\u2019 atau orang yang sangat lapar. Bila tidak diisi atau dikosongkan orang akan sakit perut.<br \/>\nJadi bila orang didorong oleh cinta yang kuat, sama kuatnya dengan dorongan perut yang harus diisi atau harus dikosongkan, itulah tandanya bahwa ia sungguh mencintai. Ia tidak akan berlambat dan segera bertindak. Kalau tidak ia akan sakit perut.<\/p>\n<p>Semoga hati kita selalu tergerak oleh belaskasihan, dan semoga kita selalu dapat melihat wajah Yesus dalam diri setiap orang dan mau peduli.<br \/>\n\u201dYa Yesus, jadikanlah hati kami seperti hatiMu.\u201d<\/p>\n<p>Selamat Hari Minggu. Mari menjadi sesama bagi siapa saja.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 13 Jul 2025<br \/>\nMinggu Pekan Biasa XV<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 6:63c.68c<br \/>\nBacaan Injil: Luk 10:25-37<br \/>\n***********<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 6:63c.68c<br \/>\nTuhan, sabda-Mu adalah roh dan kehidupan.<br \/>\nSabda-Mu adalah sabda hidup yang kekal.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nLuk 10:25-37<br \/>\nSiapakah sesamaku?<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Lukas:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa<br \/>\nseorang ahli Taurat berdiri hendak mencobai Yesus,<br \/>\nkatanya, &#8220;Guru, apakah yang harus kulakukan<br \/>\nuntuk memperoleh hidup yang kekal?&#8221;<br \/>\nJawab Yesus kepadanya,<br \/>\n&#8220;Apa yang tertulis dalam hukum Taurat?<br \/>\nApa yang kaubaca di sana?&#8221;<\/p>\n<p>Jawab orang itu,<br \/>\n&#8220;Kasihilah Tuhan, Allahmu,<br \/>\ndengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu,<br \/>\ndengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu;<br \/>\ndan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.&#8221;<br \/>\nKata Yesus kepadanya,<br \/>\n&#8220;Jawabmu itu benar!<br \/>\nPerbuatlah demikian, maka engkau akan hidup.&#8221;<\/p>\n<p>Tetapi untuk membenarkan dirinya,<br \/>\norang itu berkata kepada Yesus,<br \/>\n&#8220;Dan siapakah sesamaku manusia?&#8221;<br \/>\nJawab Yesus,<br \/>\n&#8220;Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho.<br \/>\nIa jatuh ke tangan penyamun-penyamun<br \/>\nyang bukan saja merampoknya habis-habisan,<br \/>\ntetapi juga memukulinya,<br \/>\ndan sesudah itu meninggalkannya setengah mati.<br \/>\nKebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu.<br \/>\nIa melihat orang itu,<br \/>\ntetapi melewatinya dari seberang jalan.<br \/>\nDemikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu.<br \/>\nKetika melihat orang itu,<br \/>\nia melewatinya dari seberang jalan.<\/p>\n<p>Lalu datanglah ke tempat itu seorang Samaria<br \/>\nyang sedang dalam perjalanan.<br \/>\nKetika ia melihat orang itu,<br \/>\ntergeraklah hatinya oleh belas kasihan.<br \/>\nIa pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya,<br \/>\nsesudah menyiraminya dengan minyak dan anggur.<br \/>\nKemudian<br \/>\nia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri,<br \/>\nlalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.<\/p>\n<p>Keesokan harinya<br \/>\nia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu,<br \/>\nkatanya, &#8216;Rawatlah dia, dan jika kaubelanjakan lebih dari ini,<br \/>\naku akan menggantinya waktu aku kembali.&#8221;<\/p>\n<p>Menurut pendapatmu<br \/>\nsiapakah di antara ketiga orang ini<br \/>\nadalah sesama manusia<br \/>\ndari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?&#8221;<br \/>\nJawab ahli Taurat itu,<br \/>\n&#8220;Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.&#8221;<br \/>\nKata Yesus kepadanya,<br \/>\n&#8220;Pergilah, dan perbuatlah demikian!&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n************<\/p>\n<p>INTISARI FIRMAN TUHAN DARI KOTA DOBO, BUMI JARGARIA KEPULAUAN ARU<\/p>\n<p>DALAMI IMAN, KUATKAN RELASI, DAN PERBANYAK PERBUATAN BAIKMU<\/p>\n<p>Firman Tuhan hari ini menawarkan beberapa butir permenungan dan penguatan iman, yakni: \u201c<\/p>\n<p>1) Perdalam dan kuatkan imanmu kepada Tuhan. Firman-Nya: \u201cKasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu.\u201d ( ayat 27a )<\/p>\n<p>2) Kuatkan relasi dengan sesamamu. Firman-Nya:\u201dKasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.&#8221;( ayat 27b )<\/p>\n<p>3) Perbanyak perbuatan baik. Firman-Nya. Firman-Nya: \u201cLalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.\u201d( ayat 33 dan 34 )<\/p>\n<p>4) Yang akan Anda terima dari Tuhan? Firman-Nya: \u201cPerbuatlah ketiga hal di atas, maka engkau akan memperoleh hidup kekal.&#8221;( bdk. ayat 28 )<\/p>\n<p>5) Kesimpulannya:<\/p>\n<p>&#8211; Ajaran Agama memberikan kepada kita dasar dan kekuatan iman, tapi perbuatan baik dan relasi yang harmonis dengan sesamalah yang membuat kita menyala terus ( menjadi pelita ) menyinari dunia ini;<\/p>\n<p>&#8211; \u2060Jika karena ajaran agamamu Anda semakin mencintai Tuhan dan sesama maka Anda sedang berada di jalan Tuhan. Sebaliknya jika karena ayat-ayat dan ajaran para tokoh agamamu, Anda semakin membenci sesama manusia, maka itu pasti berasal dari iblis;<\/p>\n<p>&#8211; \u2060Anda punya hak untuk memilih berpihak dan tetap bersama dengan Tuhan atau membiarkan dirimu, otak dan perbuatanmu dikuasai oleh iblis;<\/p>\n<p>&#8211; \u2060Pilihanmu menentukan kualitas iman dan agamamu<\/p>\n<p>Selamat berhari minggu untuk para sahabat.<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.<br \/>\n( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211; Duc in Altum )<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Minggu 13 Juli 2025 Hari Minggu Biasa XV Lukas 10:36-37* (Luk 10:25-37) \u201dSiapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?&#8221; Jawab&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-80672","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/80672","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=80672"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/80672\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":80697,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/80672\/revisions\/80697"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=80672"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=80672"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=80672"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}