{"id":80348,"date":"2025-07-08T10:30:53","date_gmt":"2025-07-08T03:30:53","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=80348"},"modified":"2025-07-08T10:30:53","modified_gmt":"2025-07-08T03:30:53","slug":"selasa-08-juli-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=80348","title":{"rendered":"Selasa, 08 Juli 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSelasa 08 Juli 2025<br \/>\nMatius 9:32-33 (Mat 9:32-38)<br \/>\nSedang kedua orang buta itu keluar, dibawalah kepada Yesus seorang bisu yang kerasukan setan. Dan setelah setan itu diusir, dapatlah orang bisu itu berkata-kata. Maka heranlah orang banyak, katanya: &#8220;Yang demikian belum pernah dilihat orang di Israel. Tetapi orang Farisi berkata: &#8220;Dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan.&#8221;_<\/p>\n<p>Prasangka Buruk Tak Menghentikan Yesus<\/p>\n<p>Apapun yang baik yang dilakukan Yesus, tidak akan dihargai oleh orang Farisi. Ia malah dituduh melakukan semuanya itu dengan kuasa penghulu setan.<br \/>\nAkan tetapi, tuduhan dan penolakan orang Farisi tak menghentikan Yesus untuk terus berbelaskasih. Ia membuka mata orang buta dan telinga orang tuli serta mulut orang bisu.<br \/>\nYesus yang memilih menjadi manusia seperti kita, tentu menyadari betapa berat hidup ini bila mata tak dapat melihat, telinga tidak dapat mendengar dan mulut tidak dapat berkata-kata. Apalagi bila semuanya itu disebabkan oleh kuasa gelap yang menghendaki manusia terpisah dari Tuhan dan dari sesamanya.<\/p>\n<p>Yesus selalu tergerak hati oleh belaskasihan (Ayat 36). Ia tak akan membiarkan anak-anak Allah terlepas dari kasih sayang Allah. Ia tak ingin keterbatasan manusiawi kita, baik secara fisik maupun mental, membuat kita jauh dari Allah Bapa kita.<br \/>\nYesus menghendaki agar cinta Allah terus dialami semua putra putri Allah. Cinta kasih adalah bahasa ilahi yang bisa didengar orang tuli dan dapat dilihat oleh orang buta serta dapat diwartakan oleh orang bisu. Di mana ada cintakasih di situ hadirlah Tuhan.<\/p>\n<p>Teruslah berbuat baik, selalu tergerak oleh belaskasihan apapun tanggapan orang lain di sekitar. Jadilah tangan Tuhan yang terus bekerja dan terulur membantu. Jadilah hati Tuhan yang tak berhenti mencintai dan mengampuni. Jadilah mata Tuhan yang selalu melihat kebaikan dalam diri orang lain.<br \/>\nSabda Yesus ini kiranya mendorong kita: \u201cHendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.&#8221; (Mat 5:16).<\/p>\n<p>Selamat hari Selasa. Mari melayani dengan penuh sukacita.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 08 Jul 2025<br \/>\nSelasa Pekan Biasa XIV<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 10:14<br \/>\nBacaan Injil: Mat 9:32-38<br \/>\n*************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 10:14<br \/>\nAku ini gembala yang baik, sabda Tuhan;<br \/>\nAku mengenal domba-domba-Ku,<br \/>\ndan domba-domba-Ku mengenal Aku.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 9:32-38<br \/>\nTuaian memang banyak, tetapi sedikitlah pekerjanya!<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Pada suatu hari<br \/>\ndibawalah kepada Yesus seorang bisu yang kerasukan setan.<br \/>\nSetelah setan diusir, orang bisu itu dapat berbicara.<\/p>\n<p>Maka heranlah orang banyak, katanya,<br \/>\n&#8220;Hal semacam ini belum pernah dilihat orang di Israel!&#8221;<br \/>\nTetapi orang Farisi berkata,<br \/>\n&#8220;Dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa;<br \/>\nIa mengajar dalam rumah-rumah ibadat<br \/>\ndan mewartakan Injil Kerajaan Surga<br \/>\nserta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.<br \/>\nMelihat orang banyak itu<br \/>\ntergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka,<br \/>\nkarena mereka lelah dan terlantar<br \/>\nseperti domba yang tidak bergembala.<br \/>\nMaka kata-Nya kepada murid-murid-Nya,<br \/>\n&#8220;Tuaian memang banyak, tetapi sedikitlah pekerjanya.<br \/>\nKarena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian,<br \/>\nsupaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n**************<\/p>\n<p>EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISE<\/p>\n<p>IRI DAN BENCI MELAHIRKAN FITNAH DAN TUDUHAN<\/p>\n<p>\u201cKetika seseorang memelihara kebencian dan iri hati di dalam dirinya maka ia akan memproduksi fitnah, tuduhan, pikiran negatif dan kejahatan.\u201d<\/p>\n<p>Orang-orang Farisi yang tidak menyukai Yesus, akhirnya menebarkan fitnah dan tuduhan negatif terhadap Yesus seperti yang tertulis dalam Injil hari ini: \u201cDan setelah setan itu diusir, dapatlah orang bisu itu berkata-kata. Maka heranlah orang banyak, katanya: &#8220;Yang demikian belum pernah dilihat orang di Israel.&#8221; Tetapi orang Farisi berkata: &#8220;Dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan.&#8221; ( ayat 33 &#8211; 34 )<\/p>\n<p>Pelajaran penting bagi kita di pagi ini, adalah:<\/p>\n<p>&#8211; Singkirkanlah segala kebencian dan iri di dalam hati dan pikiranmu;<\/p>\n<p>&#8211; \u2060Akuilah kelebihan dan keunggulan orang lain di sekitarmu;<\/p>\n<p>&#8211; \u2060Motivasikanlah dirimu untuk maju dengan kesuksesan orang lain.<\/p>\n<p>Akhirnya sadarlah bahwa iri dan benci adalah racun yang tidak hanya merusak tubuhmu tapi terlebih akan mematikan jiwa dan pikiranmu.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas untuk para sahabat.<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua. ( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211; Duc in Altum )<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Selasa 08 Juli 2025 Matius 9:32-33 (Mat 9:32-38) Sedang kedua orang buta itu keluar, dibawalah kepada Yesus seorang bisu yang kerasukan setan. Dan setelah setan itu diusir, dapatlah orang bisu itu berkata-kata.&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-80348","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/80348","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=80348"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/80348\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":80349,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/80348\/revisions\/80349"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=80348"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=80348"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=80348"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}