{"id":80284,"date":"2025-07-07T13:54:54","date_gmt":"2025-07-07T06:54:54","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=80284"},"modified":"2025-07-07T13:54:54","modified_gmt":"2025-07-07T06:54:54","slug":"senin-07-juli-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=80284","title":{"rendered":"Senin, 07 Juli 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSenin 07 Juli 2025<br \/>\n_*Matius 9:21 (Mat 9:18-26)<br \/>\nTetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: &#8220;Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau.&#8221; Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu.<\/p>\n<p>Menjamah Yesus Dengan Iman Dan Doa<\/p>\n<p>Kisah Injil hari ini adalah tentang 2 mujizat yang dilakukan Yesus secara berurutan. Pertama penyembuhan seorang wanita yang sudah 12 tahun menderita sakit pendarahan, dan yang ke dua, Yesus membangkitkan anak perempuan kepala rumah ibadat yang telah meninggal.<br \/>\nDua mujizat ini kiranya menguatkan iman kita bahwa Yesus adalah Tuhan yang berkuasa atas hidup dan mati kita. Ia sanggup menyembuhkan orang yang sakit dan membangkitkan orang mati. Kuasa kasih Yesus ini memberi kita harapan dan keberanian untuk datang memohon kepadaNya karena kita percaya Yesus sanggup memulihkan hidup kita.<\/p>\n<p>Jangan biarkan keraguan di hati, menghentikan doa-doa kita dan harapan kita akan kesembuhan ilahi. Iman dan doa kita pasti memyentuh hati Yesus untuk mengalirkan rahmat ilahi yang menjadi sumber hidup dan kesembuhan kita.<br \/>\nDi segala waktu, baik dalam suka maupun duka kita datang dengan hati bersyukur. Kalaupun Tuhan menghendaki bahwa sakit dan derita kita masih menjadi bagian dari hidup kita, ingatlah derita Yesus, sengsara bahkan kematianNya, adalah tanda solidaritasNya dengan derita kita. Mengambil bagian dalam sengsara Yesus kiranya menjadi kekuatan dan penghiburan bagi kita untuk bertahan.<br \/>\nBukannya Tuhan tidak mencintai kita, tapi Ia juga turut mengalami dan merasakan susah dan derita kita. Bertahanlah dengan tabah. KepadaNya kita berserah dan percaya, \u201cTak ada sesuatupun yang dapat memisahkan kita dari cinta Kristus.\u201d (Rom 8:39).<\/p>\n<p>Selamat Hari Senin. Sentuhlah selalu hati Yesus dengan iman dan doa kita.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 07 Jul 2025<br \/>\nSenin Pekan Biasa XIV<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: 2Tim 1:10b<br \/>\nBacaan Injil: Mat 9:18-26<br \/>\n************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\n2Tim 1:10b<br \/>\nPenebus kita Yesus Kristus telah membinasakan maut<br \/>\ndan menerangi hidup dengan Injil.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 9:18-26<br \/>\nAnakku baru saja meninggal; tetapi datanglah, maka ia akan hidup<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa<br \/>\ndatanglah kepada Yesus seorang kepala rumah ibadat.<br \/>\nIa menyembah Dia dan berkata, &#8221;<br \/>\nAnakku perempuan baru saja meninggal,<br \/>\ntetapi datanglah, letakkanlah tangan-Mu atasnya,<br \/>\nmaka ia akan hidup.&#8221;<br \/>\nLalu Yesus pun bangun,<br \/>\ndan bersama murid-murid-Nya mengikuti orang itu.<br \/>\nPada waktu itu<br \/>\nseorang wanita yang sudah dua belas tahun lamanya<br \/>\nmenderita pendarahan<br \/>\nmaju mendekati Yesus dari belakang<br \/>\ndan menjamah jumbai jubah-Nya.<br \/>\nKarena katanya dalam hati,<br \/>\n&#8220;Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.&#8221;<\/p>\n<p>Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata,<br \/>\n&#8220;Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku,<br \/>\nimanmu telah menyelamatkan dikau.&#8221;<br \/>\nMaka sejak saat itu juga sembuhlah wanita itu.<\/p>\n<p>Ketika Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat itu,<br \/>\ndan melihat peniup-peniup seruling dan orang banyak yang ribut,<br \/>\nberkatalah Ia, &#8220;Pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi tidur.&#8221;<br \/>\nTetapi mereka menertawakan Dia.<br \/>\nSetelah orang banyak itu diusir, Yesus masuk.<br \/>\nDipegangnya tangan si anak, lalu bangkitlah anak itu.<br \/>\nMaka tersiarlah kabar tentang hal itu ke seluruh daerah.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n*************<\/p>\n<p>EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISE<\/p>\n<p>DOAMU MAMPU MENGGERAKKAN HATI YESUS UNTUK MELAKUKAN MUJIZAT<\/p>\n<p>\u201cJangan pernah bosan atau berhenti berdoa karena setiap kali lututmu bertekuk, mulutmu mengucapkan dan jiwamu berbisik kepada Tuhan Yesus tentang keperluanmu maka hati-Nya pasti tergerak oleh belas kasihan untuk menolongmu sesuai waktu dan kehendak-Nya.\u201d<\/p>\n<p>1) Ucapkanlah kebutuhanmu kepada Tuhan dalam doamu. Inilah yang dilakukan oleh kepala rumah ibadat seperti dalam Injil hari ini: \u201cSementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: &#8220;Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup.&#8221; ( ayat 18 )<\/p>\n<p>2) Doamu mampu menggerakkan hati Yesus sehingga melangkah mendekatimu. Buktinya dalam Injil: \u201cLalu Yesuspun bangunlah dan mengikuti orang itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya.\u201d( ayat 19 )<\/p>\n<p>3) Yesus menolongmu sesuai waktu dan kehendak-Nya. Terbukti dalam Injil hari ini: \u201cYesus masuk dan memegang tangan anak itu, lalu bangkitlah anak itu.\u201d ( ayat 25 )<\/p>\n<p>Kesimpulannya: Jika dulu Yesus telah melakukan mujizat penyembuhan bagi si wanita yang sakit pendarahan; Jika dulu Ia telah membangkitkan anak dari kepala rumah ibadat, maka Ia juga sangat mampu melakukan mujizat apa pun sesuai kebutuhanmu asalkan engkau tak bosan memintanya dalam doa-doamu.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas untuk para sahabat.<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua. ( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211; Duc in Altum )<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Senin 07 Juli 2025 _*Matius 9:21 (Mat 9:18-26) Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: &#8220;Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau.&#8221; Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu. Menjamah&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-80284","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/80284","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=80284"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/80284\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":80285,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/80284\/revisions\/80285"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=80284"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=80284"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=80284"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}