{"id":80231,"date":"2025-07-06T10:37:43","date_gmt":"2025-07-06T03:37:43","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=80231"},"modified":"2025-07-06T10:37:43","modified_gmt":"2025-07-06T03:37:43","slug":"minggu-06-juli-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=80231","title":{"rendered":"Minggu, 06 Juli 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nMinggu 06 Juli 2025<br \/>\nLukas 10:3-4 (Luk 10:1-12; 17-20)<br \/>\n\u201dPergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapapun selama dalam perjalanan.\u201d<\/p>\n<p>Selalu Mengandalkan Tuhan<\/p>\n<p>Kehadiran kita di dunia ini tidak lain adalah untuk menjalankan misi yang telah ditetapkan Allah bagi kita masing-masing.<br \/>\nInilah jawaban atas pertanyaan sangat hakiki manusia: untuk apa aku hidup di dunia ini?<br \/>\nMisi kita yang utama adalah untuk melaksanakan pekerjaan-pekerjaan Allah dan memuliakan Allah dalam hidup dan karya kita. Allah menciptakan kita agar kuasaNya dinyatakan dan kasihNya dialami dan dirasakan semua ciptaanNya.<\/p>\n<p>Yesus menegaskan bahwa kita diutus ke dunia bagaikan anak domba ke tengah-tengah serigala. Tentu bukan untuk memasukkan kita ke dalam bahaya, melainkan agar kita selalu mengandalkan Tuhan. Seperti Pemazmur, dengan penuh iman kita dapat berkata, \u201cSekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.\u201d (Mzm 23:4).<br \/>\nYesus sendiri adalah sumber kekuatan kita yang utama. Karena itu dengan penuh iman akan Yesus yang setia menyertai kita, kita dapat berkata seperti Paulus, \u201cSegala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.\u201d (Flp 4:13).<\/p>\n<p>Bukanlah maksud kita melakukan pekerjaan Tuhan agar kita mendapatkan upah, atau pujian dan kehormatan, tapi untuk menerima janji Yesus, \u201cbersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga.\u201d (Luk 10:20b).<br \/>\nCita-cita surgawi ini kiranya memberi kita gairah dan motivasi untuk menjalankan misi kita sampai selesai dengan setia dan penuh pengabdian.<br \/>\nMari menimba kekuatan ilahi lewat santapan Firman dan Tubuh Kristus, melalui ibadah syukur kita hari ini.<\/p>\n<p>Selamat Hari Minggu. Mari bersyukur dan bahagia atas perutusan kita.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 06 Jul 2025<br \/>\nMinggu Pekan Biasa XIV<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Kol 3:15a.16a<br \/>\nBacaan Injil: Luk 10:1-12.17-20<br \/>\n************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nKol 3:15a.16a<br \/>\nHendaklah damai sejahtera Kristus menguasai hatimu,<br \/>\ndan perkataan Kristus diam di antara kamu,<br \/>\ndengan segala kekayaannya.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nLuk 10:1-12.17-20<br \/>\nSalamku itu akan tinggal padanya.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Lukas:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa<br \/>\nTuhan menunjuk tujuh puluh murid.<br \/>\nIa lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya<br \/>\nke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya.<\/p>\n<p>Kata-Nya kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Tuaian memang banyak, tetapi pekerjanya sedikit!<br \/>\nSebab itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian,<br \/>\nagar Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.<br \/>\nPergilah!<br \/>\nCamkanlah, Aku mengutus kamu seperti anak domba<br \/>\nke tengah-tengah serigala.<br \/>\nJanganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut,<br \/>\ndan janganlah memberi salam kepada siapa pun<br \/>\nselama dalam perjalanan.<br \/>\nKalau memasuki suatu rumah,<br \/>\nkatakanlah lebih dahulu &#8216;Damai sejahtera bagi rumah ini&#8217;.<br \/>\nDan jika di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera,<br \/>\nmaka salammu itu akan tinggal padanya.<br \/>\nTetapi jika tidak, salammu akan kembali kepadamu.<br \/>\nTinggallah dalam rumah itu,<br \/>\nmakan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu,<br \/>\nsebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.<br \/>\nJanganlah berpindah-pindah rumah.<br \/>\nJika kamu masuk ke dalam sebuah kota dan diterima di situ,<br \/>\nmakanlah apa yang dihidangkan kepadamu,<br \/>\ndan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ.<br \/>\nDan katakanlah kepada mereka,<br \/>\n&#8216;Kerajaan Allah sudah dekat padamu&#8217;.<\/p>\n<p>Tetapi jika kamu masuk ke dalam sebuah kota<br \/>\ndan kamu tidak diterima di situ,<br \/>\npergilah ke jalan-jalan raya kota itu dan serukanlah,<br \/>\n&#8216;Juga debu kotamu yang melekat pada kaki kami<br \/>\nkami kebaskan di depanmu!<br \/>\nTetapi ketahuilah ini: Kerajaan Allah sudah dekat!<br \/>\nAku berkata kepadamu:<br \/>\nPada hari itu Sodom akan lebih ringan tanggungannya<br \/>\ndaripada kota itu.&#8221;<\/p>\n<p>Sesudah menyelesaikan perutusannya,<br \/>\nketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira,<br \/>\ndan berkata,<br \/>\n&#8220;Tuhan, setan-setan pun takluk kepada kami demi nama-Mu.&#8221;<br \/>\nLalu kata Yesus kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit.<br \/>\nSesungguhnya Aku telah memberi kamu<br \/>\nkuasa untuk menginjak-injak ular dan kalajengking<br \/>\ndan kuasa untuk menahan kekuatan musuh,<br \/>\nsehingga tidak ada yang dapat membahayakan kamu.<br \/>\nNamun demikian,<br \/>\njanganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu,<br \/>\ntetapi bersukacitalah karena namamu terdaftar di surga.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n*************<\/p>\n<p>MEMBAWA KASIH, DAMAI SEJAHTERA, SUKACITA DAN KEBAHAGIAAN BAGI SESAMA DAN LINGKUNGAN ALAM CIPTAAN LAINNYA<br \/>\n(RD. John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng)<br \/>\nYesus mengutus tujuh puluh murid.<\/p>\n<p>Yesus memgutus 70 murid utk mewartakan Kerajaan Allah, Kerajaan CINTA, membawa Damai Sejahtera, membawa Kabar Sukacita, Kabar Gembira dan menyembuhkan orang2 sakit serta mengusir roh2 jahat. &#8220;Kalau kamu memasuki SUATU RUMAH, katakanlah lebih dahulu: DAMAI SEJAHTERA BAGI RUMAH INI.&#8221; (Luk. 10:5).<\/p>\n<p>Inti Kerajaan Allah adalah Allah yang meraja; ALLAH yang selalu HADIR. Kehadiran Allah menjadi pusat perhatian. Allah yg hadir dan meraja menjadi pusat hidup manusia (sy, anda). Allah yg hadir itu memimpin dan merajai hidup saya, anda.<br \/>\nKetika manusia (sy, anda) hidup seturut rencana dan kehendak Allah, maka Allah menjadi Raja dalam diri dan hidup sy, anda; Allah meraja dlm diri dan seluruh peristiwa hidup sy, anda.<br \/>\nBUAH yg dihasilkan dan dirasakan adalah DAMAI, SUKACITA, KEGEMBIRAAN HIDUP.<\/p>\n<p>Ketika melihat dunia yg penuh dg kekerasan dan ketidakadilan serta kejahatan, sy, anda sadar bahwa itu semua terjadi krn manusia dipimpin dan dikuasai &#8220;dirinya&#8221; yg egoistis dan penuh ambisi. Klo ini yg terjadi mk itu berarti BUKAN ALLAH YG TINGGAL DI DALAM HATI, PIKIRAN dan HIDUPNYA. Alhasil, sy, anda tidak akan merasakan DAMAI DAN SUKACITA\/KEGEMBIRAAN dalam hati dan hidup.<\/p>\n<p>Agar Damai Sejahtera dan Sukacita hadir dan dirasakan dalam hidup, maka yg harus dilakukan adalah MELEPASKAN KEINGINAN dan AMBISI2 saya, anda dan MENYESUAIKAN HIDUP sy, anda dengan PROTOKOL rencana dan kehendak Allah. Tuhan Allah akan menuntun, memimpin serta menghantar sy, anda pada DAMAI, SUKACITA, KEGEMBIRAAN, KEBAHAGIAAN serta KESELAMATAN hidup sy, anda. Allah Bapa mempunyai rencana yg terbaik dan terindah utk sy, anda. Mohonlah agar sy, anda menghadirkan Kerajaan Allah di dunia ini; menjadi tempat yg nyaman bagi dunia; menjadi pembawa damai dan sukacita bagi orang lain; menjadi pembawa rahmat dan berkat bagi orang lain dan lingkungan alam ciptaan lainnya.<\/p>\n<p>Semoga Allah Tritunggal Mahakudus (+) memberkati saya, anda yang selalu membawa dama sejahtera, sukacita dan kebahagiaan bagi orang lain dan lingkungan alam ciptaan lainnya. Amin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Minggu 06 Juli 2025 Lukas 10:3-4 (Luk 10:1-12; 17-20) \u201dPergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-80231","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/80231","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=80231"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/80231\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":80232,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/80231\/revisions\/80232"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=80231"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=80231"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=80231"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}