{"id":80166,"date":"2025-07-05T10:57:40","date_gmt":"2025-07-05T03:57:40","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=80166"},"modified":"2025-07-05T16:30:37","modified_gmt":"2025-07-05T09:30:37","slug":"sabtu-05-juli-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=80166","title":{"rendered":"Sabtu, 05 Juli 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSabtu 05 Juli 2025<br \/>\nMatius 9:16-17a (Mat 9:14-17)<br \/>\nJawab Yesus, \u201cTidak seorangpun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya. Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itupun hancur.\u201d<\/p>\n<p>Terus Menerus Membaharui Diri<\/p>\n<p>Dengan begitu indah dan bijaksana, Tuhan Yesus mengumpamakan cara pandang yang lama atau cara hidup yang lama, sebagai baju yang lama yang akan koyak bila ditambal dengan secarik kain yang baru. Atau seperti kantong kulit yang lama, yang kapasitasnya sudah terbatas dan kaku, tak dapat lagi diisi dengan anggur yang baru dengan tekanan gas yang kuat sehingga akan merobek kantong kulit yang lama tersebut.<\/p>\n<p>Kemampuan membaharui diri dan menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan pembaharuan dunia yang begitu pesat ini sangatlah diperlukan. Seiring dengan berkembangnya jaman oleh ilmu pengetahuan dan teknologi, demikian juga halnya cara Tuhan hadir dan berkarya membaharui muka bumi.<br \/>\nSiapa menyangka internet akan mengubah segala sesuatunya. Terutama cara kita berelasi dan berkomunikasi satu sama lain. Yang dulunya terhalang dan terpisah oleh jarak dan waktu, kini kendala itu bisa teratasi. Terlambat beradaptasi apalagi menolak perubahan yang cepat ini membuat orang ketinggalan bahkan terlindas oleh perubahan. Karena itu cara pikir, mindset, paradigma lama, mestilah terus menerus diperbaharui.<\/p>\n<p>Dulu kita mengenal flashdisk dan CD dengan kapasitas penyimpanan yang masih kilobyte atau megabyte. Sementara kebutuhan data saat ini sudah gigabyte bahkan terabyte dan nanobyte. Kini flashdisk sudah berganti \u2018cloud\u2019 atau \u2018google drive,\u201d tempat penyimpanan data yang tak kelihatan.<br \/>\nInternet yang dulunya \u2018lalod\u2019 kini makin cepat. Ditambah lagi dengan kemajuan \u2018Artificial Intelligent\u2019 atau AI yang canggih dan serba otomatis.<br \/>\nMaka sangatlah aktual dan relevan Injil hari ini, saat Yesus meminta kita untuk terus membaharui diri dan meningkatkan kapasitas diri. Mengganti kain yang lama atau kantong kulit yang lama dengan yang baru. Caranya ialah dengan terus menerus belajar, membaharui diri dan menyesuaikan diri.<\/p>\n<p>Inilah prinsip pembaharuan hidup dalam Roh Kudus agar Tuhan selalu membaharui budi dan hati kita untuk makin bijaksana memaknai karunia Tuhan.<br \/>\nRahmat Tuhan selalu baru setiap hari. Mari selalu terbuka terhadap yang baru. Terus memotivasi diri untuk belajar dan memaknai secara baru perintah-perintah Tuhan. Berpuasa misalnya bukan lagi karena disuruh tapi datang dari hati untuk semakin menguasai diri dan mengandalkan Tuhan, semakin dekat dan intim dengan Tuhan.<br \/>\nYesus adalah Pembaharu dan selalu datang membawa perubahan. Mari kita mohon agar Roh KudusNya selalu membaharui hati kita yang beku, cara pandang kita yang kaku, menjadi semakin bijaksana dan terbuka. Yesus-lah sumber inspirasi kita.<\/p>\n<p>Selamat berakhir pekan, Tuhan Yesus membaharui kita.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Sabtu 05 Juli 2025 Matius 9:16-17a (Mat 9:14-17) Jawab Yesus, \u201cTidak seorangpun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabik baju itu,&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-80166","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/80166","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=80166"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/80166\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":80189,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/80166\/revisions\/80189"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=80166"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=80166"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=80166"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}