{"id":80150,"date":"2025-07-04T22:49:13","date_gmt":"2025-07-04T15:49:13","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=80150"},"modified":"2025-07-04T22:49:17","modified_gmt":"2025-07-04T15:49:17","slug":"sabtu-05-juli-2025-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=80150","title":{"rendered":"Sabtu, 05 Juli 2025"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Mazmur 135:1-2<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pujilah nama Tuhan, pujilah, hai hamba-hamba Tuhan!&nbsp;Pujilah Tuhan, sebab Tuhan itu baik,&nbsp;Bermazmurlah bagi-Nya, sebab nama-Nya indah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dalam kisah Esau dan Yakub kita bertanya-tanya: mengapa yang satu segalanya serba lancar, yang lain tidak? Tuhan memilih seturut kehendak-Nya. Maka Ia menerjang kebiasaan tertentu. Kehadiran Yesus pun sebenarnya bukan karena jasa mereka, tetapi merupakan tanda pilihan Tuhan.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PEMBUKA:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah bedoa:&nbsp;Allah Bapa kami sumber pembaruan,&nbsp;Semoga melalui Roh Kudus, kami Kaucipta baru&nbsp;Menjadi ahli waris perjanjian&nbsp;Yang dijamin oleh Yesus Kristus Putra-Mu,&nbsp;Tuhan dan pengantara kami, yang \u2026.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Kejadian 27:1-5.15-29<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cYakub menipu saudaranya dan merampas berkat anak sulung.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Ketika Ishak sudah tua, matanya menjadi kabur, sehingga ia tidak dapat melihat lagi. Pada suatu hari ia memanggil Esau, anak sulungnya, dan berkata kepadanya, \u201cAnakku.\u201d Sahut Esau, \u201cYa, Bapa.\u201d Berkatalah Ishak, \u201cLihat, aku sudah tua, aku tidak tahu kapan aku mati. Maka sekarang ambillah senjatamu, tabung panah dan busurmu. Pergilah ke padang dan burulah bagiku seekor binatang. Olahlah bagiku makanan yang enak, seperti yang kugemari. Sesudah itu bawalah kepadaku, supaya kumakan, agar aku memberkati engkau, sebelum aku mati.\u201d Tetapi Ribka mendengarnya ketika Ishak berkata kepada Esau, anaknya. Segera Esau pergi ke padang gurun memburu seekor binatang untuk dibawa kepada ayahnya. Sementara itu, Ribka mengambil pakaian yang indah kepunyaan Esau anak sulungnya, yang disimpannya di rumah. Disuruhnya Yakub, anak bungsunya, mengenakan pakaian itu. Kedua belah tangan Yakub serta lehernya yang licin lalu dibalut dengan kulit anak kambing yang telah ia sembelih. Lalu ia memberikan makanan yang enak dan roti yang telah diolahnya kepada Yakub, anaknya. Demikianlah Yakub masuk ke tempat ayahnya serta berkata, \u201cBapa!\u201d Sahut ayahnya, \u201cYa, anakku. Siapakah engkau?\u201d Kata Yakub kepada ayahnya, \u201cAkulah Esau, anak sulungmu. Aku telah melakukan seperti yang Bapa katakan kepadaku. Bangunlah, duduklah dan makanlah daging buruan masakanku ini. Lalu berkatilah aku.\u201d Lalu Ishak berkata kepada anaknya, \u201cLekas juga engkau mendapatnya, anakku!\u201d Jawab Yakub, \u201cKarena Tuhan Allahmu membuat aku mencapai tujuanku.\u201d Lalu kata Ishak kepada Yakub, \u201cDatanglah mendekat, anakku, supaya aku meraba engkau, apakah engkau ini anakku Esau atau bukan.\u201d Maka Yakub mendekati Ishak, ayahnya, dan ayahnya merabanya serta berkata, \u201cKalau suaranya, suara Yakub; Kalau tangannya, tangan Esau.\u201d Jadi Ishak tidak mengenal dia, karena tangannya berbulu seperti tangan Esau, kakaknya. Ishak hendak memberkati dia, tetapi ia masih bertanya, \u201cBenarkah engkau ini anakku Esau?\u201d Jawabnya, \u201cYa!\u201d Lalu berkatalah Ishak, \u201cDekatkanlah makanan itu kepadaku, supaya kumakan daging buruan masakan anakku, agar aku memberkati engkau.\u201d Maka didekatkannyalah makanan itu kepada ayahnya. Lalu Ishak makan; dibawanya juga anggur kepadanya, lalu ia minum. Berkatalah Ishak kepadanya, \u201cDatanglah dekat-dekat dan ciumlah aku, anakku.\u201d Yakub lalu mendekat dan mencium ayahnya. Ketika Ishak mencium bau pakaian Yakub, diberkatinya dia, katanya, \u201cSesungguhnya bau anakku adalah sebagai bau padang yang diberkati Tuhan. Allah akan memberikan kepadamu embun dari langit dan tanah-tanah gemuk di bumi dan gandum serta anggur berlimpah-limpah. Bangsa-bangsa akan takluk kepadamu, dan suku-suku bangsa akan sujud kepadamu. Siapa yang mengutuk engkau, terkutuklah dia; dan siapa yang memberkati engkau, diberkatilah dia.\u201d<br>Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 135:1-2.3-4.5-6<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Ref.<\/em>&nbsp;<em>Pujilah Tuhan, sebab Ia baik.<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Pujilah nama Tuhan, pujilah, hai hamba-hamba Tuhan, hai orang-orang yang datang melayani di rumah Tuhan, di pelataran rumah Allah kita.<\/li>\n\n\n\n<li>Pujilah Tuhan, sebab Tuhan itu baik, bermazmurlah bagi nama-Nya, sebab nama-Nya itu indah! Sebab Tuhan telah memilih Yakub bagi-Nya, ia memilih Israel menjadi milik kesayangan-Nya.<\/li>\n\n\n\n<li>Sesungguhnya aku tahu, bahwa Tuhan itu mahabesar, bahwa Tuhan kita itu melebihi segala dewata. Tuhan melakukan apa yang dikehendaki-Nya, di langit dan di bumi, di laut dan di segenap samudera raya.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :&nbsp;<em>Alleluya, alleluya, alleluya<\/em><br>S : (Yoh 10:27)&nbsp;<em>Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku, sabda Tuhan. Aku mengenal mereka dan mereka mengikuti Aku.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 9:14-17<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cDapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka?\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sekali peristiwa datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan bertanya, \u201cKami dan orang Farisi berpuasa, tetapi mengapa murid-murid-Mu tidak?\u201d Jawab Yesus kepada mereka, \u201cDapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi akan tiba waktunya mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa. Tak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian, kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya. Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru, dan dengan demikian, terpeliharalah kedua-duanya.\u201d<br>Demikianlah Sabda Tuhan<br>U. Terpujilah Kristus.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Hubertus Aditya Prabowo SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dalam Injil hari ini, orang-orang sering mengkritik Yesus karena Ia berbicara dan bertindak dengan cara yang baru. Para pengikut Yohanes Pembaptis bertanya mengapa Yesus dan para pengikutnya tidak berpuasa seperti mereka dan orang Farisi.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Ada hal dalam pelayanan Yesus yang agak bertentangan dengan cara hidup Yohanes Pembaptis dan para pengikutnya dan juga cara hidup orang Farisi. Yesus datang untuk mewartakan kabar baik tentang kasih Allah yang tanpa syarat bagi semua orang, terutama bagi mereka yang merasa terasing dari Tuhan, mereka yang dianggap sebagai \u2018pendosa\u2019 oleh orang-orang yang patuh pada ajaran agama. Yesus berbagi meja dengan mereka yang dianggap sebagai pendosa, merayakan belas kasihan Allah yang diberikan.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dalam bacaan Injil, Yesus membandingkan pelayanan-Nya dengan sukacita pesta pernikahan, dengan diri-Nya sebagai mempelai laki-laki. Siapakah mempelai perempuan itu? Semua orang yang menanggapi pesan-Nya, kabar baik tentang kehadiran Allah yang penuh belas kasihan dalam pelayanan Yesus. Hal ini benar-benar baru. Seperti yang Yesus katakan, seperti anggur baru. Anggur baru tidak dapat ditampung oleh kantong anggur lama yang telah melayani orang-orang sampai saat itu. Segala sesuatu harus berubah, termasuk pemahaman tradisional tentang puasa.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dia terus menawarkan diri-Nya kepada kita sebagai anggur baru, dan kita, para pengikut-Nya, harus terus menyesuaikan kantong anggur itu sehingga dapat menampung anggur baru-Nya dengan cukup. Roh Tuhan yang bangkit adalah realitas yang sangat dinamis yang akan selalu menuntun kita ke arah yang baru. Kita perlu terus merasakan ke mana Roh memimpin kita, sebagai gereja, dan sebagai murid-murid. Kantong anggur baru apa yang Tuhan minta kita buat agar dapat menampung anggur baru dari kehadiran-Nya yang penuh kasih dan memberi hidup dengan cukup?<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN&nbsp; PERSEMBAHAN:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa maha pengasih,&nbsp;Semoga kami Kaubuat gembira berkat kehadiran-Mu&nbsp;dalam roti anggur ini,&nbsp;dan semoga Kaujaga dan Kaulindungi pula&nbsp;berkat cinta kasih-Mu.&nbsp;Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI \u2013 Mazmur 85:14<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Keadilan akan berjalan di hadapan Tuhan,&nbsp;Dan damai akan menyusul di belakang-Nya.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa:&nbsp;Allah Bapa kami yang mahasempurna,&nbsp;Kami tidak ditinggalkan sebatang kara di dunia,&nbsp;Tetapi masih didampingi Roh Putra-Mu&nbsp;Sebagai jaminan kesetiaan-Mu.&nbsp;Teguhkanlah kami dalam iman,&nbsp;Bahwa Roh-Mu masih akan menyempurnakan&nbsp;Segala yang sudah dimulai oleh Yesus Putra-Mu,&nbsp;Tuhan dan pengantara kami<\/h4>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Resi-Sabtu-05-Juli-2025-oleh-Rm.-Hubertus-Aditya-Prabowo-SCJ-dari-komunitas-SCJ-Sacred-Heart-Formation-House-Cagayan-De-Oro-City-Philippines.mp3\">Resi-Sabtu 05 Juli 2025 oleh Rm. Hubertus Aditya Prabowo SCJ dari komunitas SCJ Sacred Heart Formation House, Cagayan De Oro City \u2013 Philippines<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Sumber <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2025\/07\/04\/sabtu-05-juli-2025-hari-biasa-pekan-xiii\/\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2025\/07\/04\/sabtu-05-juli-2025-hari-biasa-pekan-xiii\/<\/a><\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=80150-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_6449\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-80150-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Resi-Sabtu-05-Juli-2025-oleh-Rm.-Hubertus-Aditya-Prabowo-SCJ-dari-komunitas-SCJ-Sacred-Heart-Formation-House-Cagayan-De-Oro-City-Philippines.mp3?_=1\" \/><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Resi-Sabtu-05-Juli-2025-oleh-Rm.-Hubertus-Aditya-Prabowo-SCJ-dari-komunitas-SCJ-Sacred-Heart-Formation-House-Cagayan-De-Oro-City-Philippines.mp3\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Resi-Sabtu-05-Juli-2025-oleh-Rm.-Hubertus-Aditya-Prabowo-SCJ-dari-komunitas-SCJ-Sacred-Heart-Formation-House-Cagayan-De-Oro-City-Philippines.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Resi-Sabtu-05-Juli-2025-oleh-Rm.-Hubertus-Aditya-Prabowo-SCJ-dari-komunitas-SCJ-Sacred-Heart-Formation-House-Cagayan-De-Oro-City-Philippines.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=80150-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Resi-Sabtu-05-Juli-2025-oleh-Rm.-Hubertus-Aditya-Prabowo-SCJ-dari-komunitas-SCJ-Sacred-Heart-Formation-House-Cagayan-De-Oro-City-Philippines.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"Resi-Sabtu-05-Juli-2025-oleh-Rm.-Hubertus-Aditya-Prabowo-SCJ-dari-komunitas-SCJ-Sacred-Heart-Formation-House-Cagayan-De-Oro-City-Philippines.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Mazmur 135:1-2 Pujilah nama Tuhan, pujilah, hai hamba-hamba Tuhan!&nbsp;Pujilah Tuhan, sebab Tuhan itu baik,&nbsp;Bermazmurlah bagi-Nya, sebab nama-Nya indah. PENGANTAR: Dalam kisah Esau dan Yakub kita bertanya-tanya: mengapa yang satu segalanya serba&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"audio","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-80150","post","type-post","status-publish","format-audio","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text","post_format-post-format-audio"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/80150","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=80150"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/80150\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":80152,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/80150\/revisions\/80152"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=80150"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=80150"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=80150"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}