{"id":79852,"date":"2025-06-30T10:34:38","date_gmt":"2025-06-30T03:34:38","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=79852"},"modified":"2025-06-30T10:34:38","modified_gmt":"2025-06-30T03:34:38","slug":"senin-30-juni-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=79852","title":{"rendered":"Senin, 30 Juni 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSenin 30 Juni 2025<br \/>\nMatius 8:21-22 (Mat 8:18-22)<br \/>\nSeorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya: &#8220;Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku.&#8221; Tetapi Yesus berkata kepadanya: &#8220;Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka.&#8221;<\/p>\n<p>Mati Secara Rohani<\/p>\n<p>Suatu ketika seorang sopir mobil pembawa jenazah ditanya mengenai perasaannya ketika mengantar jenazah ke tempat pemakaman. Dengan datar ia menjawab bahwa hal itu sudah menjadi rutinitas pekerjaannya. Tidak ada apa-apa yang ia rasakan karena sudah terbiasa. Mengantar jenazah tak lebih sebagai bagian dari profesinya. Semua jenazah toh sama saja.<br \/>\nBarangkali kisah ini dapat menggambarkan apa yang dimaksud Yesus dengan mengatakan, \u201cbiarlah orang mati menguburkan orang mati.\u201d Yang satu mati secara fisik, sementara yang lain mati secara rohani. Dan bukankah ada orang yang telah mati secara rohani bahkan ketika ia masih hidup dan menjalani kehidupan di dunia ini?<\/p>\n<p>Demikianlah yang terjadi dengan orang yang tidak bisa memaknai hidupnya. Semua yang ia jalankan hanyalah rutinitas belaka. Asalkan ia hidup oleh profesinya atau pekerjaannya. Tidak ada rasa syukur dan terimakasih kepada Tuhan. Bahkan apa yang ia kerjakan menurutnya adalah hasil upayanya sendiri. Tuhan tidak ia perlukan dalam pekerjaannya.<br \/>\nJangan heran semakin banyak gereja yang mulai kosong, karena tempat Tuhan semakin menghilang dalam hati manusia. Tak heran banyak orang yang frustrasi dan merasa hampa hidupnya, tidak bahagia meskipun ia telah memperoleh segalanya yang ia inginkan, karena Tuhan tidak ada lagi dalam hidupnya.<\/p>\n<p>Semoga kita bukan termasuk kategori orang mati yang hendak menguburkan orang mati. Yesus membawa kehidupan bahkan sesudah kematian datang menjemput.<br \/>\nMari mengikuti Yesus dengan penuh kesadaran dan hidup-hidup. Tak perlu mencari alasan untuk menunda atau memberi syarat dalam mengikuti Yesus. Murid yang ingin mengikuti Yesus dalam kisah Injil ini minta ijin dulu menguburkan ayahnya. Bukan berarti ayahnya sudah mati, tapi nanti kelak sesudah ayahnya meninggal barulah ia akan mengikuti Yesus.<br \/>\nBagi kita pengikut Yesus, pesan Yesus bahwa \u201cAnak Manusia tidak tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya,\u201d mengingatkan kita segala konsekwensi mengikuti Dia. Bukan untuk mencari kesenangan, tapi untuk menjalankan misi Yesus sekalipun berat dan penuh resiko.<br \/>\nTeruslah hidup dan berkarya untuk pekerjaan Tuhan.<\/p>\n<p>Semangat Senin! Semoga hidup semakin hidup karena Yesus hidup bersama kita.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 30 Jun 2025<br \/>\nSenin Pekan Biasa XIII<br \/>\nPF Para Martir Pertama Umat di Roma<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mzm 95:8ab<br \/>\nBacaan Injil: Mat 8:18-22<br \/>\n***********<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMzm 95:8ab<br \/>\nHari ini janganlah bertegar hati,<br \/>\ntetapi dengarkanlah suara Tuhan.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 8:18-22<br \/>\nIkutilah Aku.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Pada suatu hari banyak orang mengerumuni Yesus.<br \/>\nMelihat hal itu Yesus menyuruh bertolak ke seberang.<br \/>\nLalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya,<br \/>\n&#8220;Guru, aku akan mengikuti Engkau, ke mana saja Engkau pergi.&#8221;<\/p>\n<p>Yesus berkata kepadanya,<br \/>\n&#8220;Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang,<br \/>\ntetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat<br \/>\nuntuk meletakkan kepala-Nya.&#8221;<br \/>\nSeorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya,<br \/>\n&#8220;Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku.&#8221;<br \/>\nTetapi Yesus berkata kepadanya,<br \/>\n&#8220;Ikutilah Aku,<br \/>\ndan biarlah orang-orang mati menguburkan<br \/>\norang-orang mati mereka.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n*************<\/p>\n<p>EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA KAIRATU DI PULAU SERAM<\/p>\n<p>SYARAT MENGIKUTI YESUS<\/p>\n<p>\u201cMengikuti Yesus mendatangkan konsekwensi yang berat secara manusiawi, namun selalu menggembirakan secara batiniah, karena yang didapatkan di akhir hidup adalah keselamatan kekal.\u201d<\/p>\n<p>Maka ketika seseorang yang mau mengikuti Yesus masih memberikan syarat yang harus dipenuhinya, Yesus menjawabnya:&#8221;Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka.&#8221; ( ayat 22 )<\/p>\n<p>Karena itu, inilah yang harus kita lakukan;<\/p>\n<p>&#8211; Yakinlah bahwa jalan terbaik dan satu-satunya untuk mendapatkan keselamatan di akhirat adalah keputusan mengikuti Yesus;<\/p>\n<p>&#8211; \u2060Melepaskan diri dari semua keterikatan duniawi adalah syarat mutlak agar dapat fokus pada Tuhan secara total dan penuh;<\/p>\n<p>&#8211; \u2060Memang ada salib dan penderitaan yang harus kita tanggung dalam jalan pemuridan tapi percayalah semuanya itu harus dilalui demi pemurnian iman yang menghantarmu kepada keselamatan.<\/p>\n<p>Akhirnya lepaskanlah dirimu dari semua keterikatan duniawi agar hanya Yesus yang menuntun jiwa dan pikiranmu, kata dan perbuatanmu.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas untuk para sahabat.<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.<br \/>\n( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211; Duc in Altum )<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Senin 30 Juni 2025 Matius 8:21-22 (Mat 8:18-22) Seorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya: &#8220;Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku.&#8221; Tetapi Yesus berkata kepadanya: &#8220;Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-79852","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/79852","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=79852"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/79852\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":79853,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/79852\/revisions\/79853"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=79852"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=79852"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=79852"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}