{"id":79680,"date":"2025-06-27T10:33:45","date_gmt":"2025-06-27T03:33:45","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=79680"},"modified":"2025-06-27T10:33:45","modified_gmt":"2025-06-27T03:33:45","slug":"jumat-27-juni-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=79680","title":{"rendered":"Jumat, 27 Juni 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nJumat 27 Juni 2025<br \/>\nHari Raya Hati Yesus Yang Mahakudus<br \/>\nLukas 15:3 (Luk 15:3-7)<br \/>\n\u201dSiapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?\u201d<\/p>\n<p>Menjadi Seperti Hati Yesus<\/p>\n<p>Hari ini kita merayakan Hari Raya Hati Yesus Yang Mahakudus.<br \/>\n_Untuk menggambarkan Hati Kudus Yesus yang penuh cinta, orang menggambarkan Hati Kudus Yesus sebagai hati yang dilingkari mahkota duri. Pedih terluka dan berdarah. Hati Yesus adalah hati yang rela terluka demi cintaNya bagi kita manusia. Oleh dosa-dosa kita, kita selalu melukai hati Yesus.<br \/>\nNamun nyala api cintaNya selalu membara, tak pernah padam oleh luka dosa kita._<\/p>\n<p>Bacaan Injil hari ini, Yesus sendiri menggambarkan bagaimana Hati Allah, Hati Yesus sendiri, hati seorang Gembala yang tak ingin ada satupun dombaNya yang hilang. Oleh karena itu, bila ada domba yang hilang dan tersesat, Ia-pun akan mencari sampai dapat, apapun resikonya. Padahal harga yang harus dibayar untuk mencari 1 domba yang hilang sangatlah mahal dan beresiko.<br \/>\n_Demikianlah gambaran Penginjil Lukas, mengenai Yesus yang rela<br \/>\nmeninggalkan Surga demi mencari anak Allah yang hilang. HatiNya sedih bila kita jauh dariNya, apalagi bila anakNya tersesat dan tak mampu untuk kembali. Jangan pernah ragu untuk kembali pulang bila kita jatuh dalam dosa seberat apapun itu._<br \/>\nSelalu ada jalan untuk pulang, itulah pertobatan untuk berdamai kembali dengan Allah Bapa kita. Yesus telah memberi gambaran betapa bahagianya hati Allah mendapatkan kembali anakNya yang hilang.<\/p>\n<p>Kitapun tak ketinggalan, mari ikut mencari yang hilang dan tersesat untuk diajak kembali kepada Tuhan. Jadikanlah \u201ctinggal di rumah Bapa dan dekat di hati Allah\u201d menjadi kerinduan hati kita yang terdalam.<br \/>\n\u201cYa Yesus jadikanlah hati kami seperti HatiMu. Penuh cinta dan pengorbanan, pengampunan dan belaskasih.\u201d<\/p>\n<p>Selamat Hari Raya Hati Yesus Yang Mahakudus. Bahagianya kita dicintai Tuhan.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 27 Jun 2025<br \/>\nJumat Hari Raya<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBacaan I: Yeh 34:11-16<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 10:14<br \/>\nBacaan Injil: Luk 15:3-7<br \/>\n**************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 10:14<br \/>\nAkulah gembala yang baik, sabda Tuhan.<br \/>\nAku mengenal domba-domba-Ku<br \/>\ndan domba-domba-Ku mengenal Aku.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nLuk 15:3-7<br \/>\nBergembiralah bersama dengan daku,<br \/>\nsebab dombaku yang hilang telah kutemukan.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Lukas:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa,<br \/>\nYesus menyampaikan perumpamaan ini<br \/>\nkepada orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat,<br \/>\n&#8220;Siapakah di antara kamu<br \/>\nyang mempunyai seratus ekor domba, lalu kehilangan seekor,<br \/>\ntidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun<br \/>\ndan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?<br \/>\nDan kalau telah menemukannya,<br \/>\nia lalu meletakkannya di atas bahu dengan gembira,<br \/>\ndan setibanya di rumah<br \/>\nia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya<br \/>\nserta berkata kepada mereka:<br \/>\nBersukacitalah bersama-sama dengan aku,<br \/>\nsebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan.<br \/>\nAku berkata kepadamu:<br \/>\nDemikian juga akan ada sukacita di surga<br \/>\nkarena satu orang berdosa yang bertobat,<br \/>\nlebih daripada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar<br \/>\nyang tidak memerlukan pertobatan.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n*************<\/p>\n<p>EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISE<\/p>\n<p>SELEMBUT HATI KUDUS-MU<\/p>\n<p>\u201cHati yang lemah lembut dapat merasakan apa yang tidak dirasakan oleh orang lain sehingga selalu terdorong oleh cinta yang sejati mampu melakukan apa yang orang lain enggan untuk lakukan. Itulah pengorbanan, faktor yang tidak dimiliki oleh mereka yang hanya mampu memberikan motion cinta tanpa makna dan untaian kata-kata cinta tanpa arti.\u201d<\/p>\n<p>Hati Yesus yang lembut bisa mendorong-Nya mencari yang hilang, menghibur yang bersedih, menemani yang kesepian, dan menciptakan sukacita dalam semua situasi seperti yang terlukis dalam Injil pagi ini:&#8221;Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.&#8221; ( ayat 7 )<\/p>\n<p>Karena itu, inilah yang harus kita lakukan;<\/p>\n<p>&#8211; Jadikanlah hatimu sebagai pusat segala kebaikan yang akan terekspresi melalui pikiran, perasaan, kata-kata dan tindakanmu setiap saat;<\/p>\n<p>&#8211; \u2060Jangan izinkan hatimu menjadi sumber pikiran dan rencana jahat;<\/p>\n<p>&#8211; \u2060Lembutkanlah hatimu dalam berbagai situasi sehingga mampu merasakan derita, sakit dan kecemasan sesamamu.<\/p>\n<p>Akhirnya, marilah berdoa: \u201cTuhan jadikanlah hatiku lembut seperti hatimu sehingga selalu didorong oleh belas kasihan bisa menerima apa adanya dirimu dan diri sesamamu.\u201d<br \/>\nSelamat beraktivitas untuk para sahabat.<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua. ( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211; Duc in Altum )<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Jumat 27 Juni 2025 Hari Raya Hati Yesus Yang Mahakudus Lukas 15:3 (Luk 15:3-7) \u201dSiapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-79680","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/79680","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=79680"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/79680\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":79681,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/79680\/revisions\/79681"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=79680"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=79680"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=79680"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}