{"id":79627,"date":"2025-06-26T09:20:04","date_gmt":"2025-06-26T02:20:04","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=79627"},"modified":"2025-06-26T09:20:04","modified_gmt":"2025-06-26T02:20:04","slug":"kamis-26-juni-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=79627","title":{"rendered":"Kamis, 26 Juni 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nKamis 26 Juni 2025<br \/>\nNovena Hati Kudus Yesus hari ke 9<br \/>\nMatius 7:24-25 (Mat 7:21-29)<br \/>\n\u201dSetiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.\u201d<\/p>\n<p>Menjadi Pelaku Firman<\/p>\n<p>Dalam ayat 21, Yesus dengan tegas berkata, \u201cBukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.\u201d Menjadi pendengar dan pelaku firman itulah yang dikehendaki Tuhan dari kita. Itulah pondasi yang kokoh, yang dibangun dari batu, karena menjadi pelaku firman sudah menjadi karakter kita.<br \/>\nPepatah berkata, *\u201daction speaks louder than words\u201d * artinya, \u201cperbuatan berbicara lebih keras daripada kata-kata.\u201d Ora et labora, berdoa dan bekerja. Keduanya haruslah menyatu. Rasul Yakobus mengingatkan kita bahwa, \u201ciman tanpa perbuatan adalah mati.\u201d (Yak 2:26).<\/p>\n<p>Janganlah hanya berkata \u2018Tuhan memberkatimu\u2019 tapi tidak mengulurkan tangan untuk membantu. Perkataan haruslah sejalan dengan perbuatan.<br \/>\nPaus Paulus VI pernah berkata, \u201cdunia tidak membutuhkan pengajar tetapi saksi!\u201d Biarlah orang melihat dan mengalami kebaikan Allah lewat kesaksian hidup kita orang percaya yang tak pernah menyerah berbuat baik lewat perbuatan yang nyata, sekalipun dalam diam.<br \/>\nCinta kasih yang nyata dapat dilihat oleh orang buta dan didengar oleh orang tuli.<br \/>\nBahagianya kita menjadi salah satu dari sekian banyak orang yang menjadi pendengar dan pelaku firman.<\/p>\n<p>Mari terus berbuat baik, Tuhan Yesus memberkati kita melimpah.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 26 Jun 2025<br \/>\nKamis Pekan Biasa XII<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 14:23<br \/>\nBacaan Injil: Mat 7:21-29<br \/>\n**************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 14:23<br \/>\nBarangsiapa mengasihi Aku, akan mentaati sabda-Ku.<br \/>\nBapa-Ku akan mengasihi dia,<br \/>\ndan Kami akan datang kepadanya.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 7:21-29<br \/>\nRumah yang didirikan di atas wadas<br \/>\ndan rumah yang didirikan di atas pasir.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Dalam khotbah di bukit Yesus berkata,<br \/>\n&#8220;Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku, &#8216;Tuhan, Tuhan!&#8217;<br \/>\nakan masuk ke dalam Kerajaan Sorga,<br \/>\nmelainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku di surga.<br \/>\nPada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku,<br \/>\n&#8216;Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu,<br \/>\ndan mengusir setan demi nama-Mu,<br \/>\ndan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?<br \/>\nPada waktu itu Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata,<br \/>\n&#8216;Aku tidak pernah mengenal kalian!<br \/>\nEnyahlah daripada-Ku, kalian semua pembuat kejahatan!'&#8221;<\/p>\n<p>Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya,<br \/>\nia sama dengan orang bijaksana,<br \/>\nyang mendirikan rumahnya di atas wadas.<br \/>\nKemudian turunlah hujan dan datanglah banjir,<br \/>\nlalu angin melanda rumah itu,<br \/>\ntetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas wadas.<\/p>\n<p>Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini<br \/>\ndan tidak melakukannya,<br \/>\nia sama dengan orang bodoh,<br \/>\nyang mendirikan rumahnya di atas pasir.<br \/>\nKemudian turunlah hujan dan datanglah banjir,<br \/>\nlalu angin melanda rumah itu,<br \/>\nsehingga rubuhlah rumah itu, dan hebatlah kerusakannya.&#8221;<\/p>\n<p>Setelah Yesus mengakhiri perkataan ini,<br \/>\ntakjublah orang banyak itu mendengar pengajaran-Nya,<br \/>\nsebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa,<br \/>\nbukan seperti ahli-ahli Taurat mereka.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n**************<\/p>\n<p>  \u210d \u2618\ufe0f<\/p>\n<p>\u201cBukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga,\u201d (Mat 7: 21).<\/p>\n<p>Apakah bagi seorang imam atau Romo tersedia jalan mulus ke surga? Apakah seorang biarawati pasti masuk surga? Apakah saya yang setiap hari menulis dan mengirim renungan kepada anda memiliki jalan aman ke surga?<\/p>\n<p>Jawaban untuk semua pertanyaan ini adalah tidak! Tidak ada yang memiliki monopoli terhadap tempat tinggal di surga; setiap dari kita memiliki kesempatan asalkan kita melakukan kehendak Allah dan hidup sesuai dengan yang Allah inginkan.<\/p>\n<p>Lalu apa yang harus kita lakukan? Kita harus hidup sesuai dengan apa yang kita katakan, ajarkan dan sampaikan, karena jika kita tidak hidup sesuai dengan apa yang kita katakan, ajarkan dan sampaikan, kita tidak akan memiliki kesempatan untuk masuk surga suatu hari nanti. Banyak orang hanya pandai mengajar dan berkhotbah, tetapi berhenti di situ. Sangat serupa dengan nabi-nabi palsu yang hanya pandai berkhotbah dan mengajar tetapi hidup dalam kejahatan.<\/p>\n<p>Yesus sendiri berkata: \u201cTidak semua orang yang berseru kepada-Ku, \u2018Tuhan, Tuhan,\u2019 akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga,\u201d (Matius 7:21).<\/p>\n<p>Yesus tahu segalanya tentang kita! Jika kepada sesama manusia kita bisa \u201cjaga image\u201d kita sebagai orang saleh, kepada Yesus kita tidak melakukan hal yang sama. Sebab Dia tahu rahasia terdalam kita, Dia tahu jika kita hanya berpura-pura atau sungguh-sungguh.<\/p>\n<p>Paus Fransiskus pernah berkata: \u201cLet us all remember this: one cannot proclaim the Gospel of Jesus without the tangible witness of one\u2019s life. Ingatlah akan hal ini: seseorang tidak dapat mewartakan Injil Yesus tanpa kesaksian nyata dalam hidupnya.\u201d<\/p>\n<p>Tuhan, bantu aku agar tidak hanya menjadi pendengar sabda, tetapi melaksanakannya. Bantu aku untuk menyatakan dalam tindakan apa yang aku katakan. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas. Selamat menyatakan iman. \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764\ufe0f<\/p>\n<p>https:\/\/heypasjon.com\/bukan-hanya-kata-kata-2\/<\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Kamis 26 Juni 2025 Novena Hati Kudus Yesus hari ke 9 Matius 7:24-25 (Mat 7:21-29) \u201dSetiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-79627","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/79627","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=79627"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/79627\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":79628,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/79627\/revisions\/79628"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=79627"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=79627"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=79627"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}