{"id":79329,"date":"2025-06-20T15:07:20","date_gmt":"2025-06-20T08:07:20","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=79329"},"modified":"2025-06-20T15:07:20","modified_gmt":"2025-06-20T08:07:20","slug":"jumat-20-juni-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=79329","title":{"rendered":"Jumat, 20 Juni 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nJumat 20 Juni 2025<br \/>\nNovena Hati Kudus Yesus hari ke 3<br \/>\nMatius 6:19-20 (Mat 6:19-23)<br \/>\nDalam kotbah di bukit, Yesus bersabda, \u201dJanganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.\u201d<\/p>\n<p>Mari Mengumpulkan Harta Surgawi<\/p>\n<p>Almarhum Bob Sadino (1933-2015), adalah seorang pengusaha sukses Indonesia yang sederhana. Sekalipun kaya, ia menyadari manakah sebenarnya kekayaan sejati itu. Kiranya apa yang dikatakan Bob Sadino membantu kita memahami apa yang dimaksud Yesus dengan pentingnya \u201cmengumpulkan harta surgawi.\u201d<\/p>\n<p>Demikian kata Bob Sadino:<br \/>\nRumah mewah bukan jaminan keluarga bahagia. Saling mengasihi, menghormati, dan memaafkan, itulah kunci keluarga bahagia.<br \/>\nGaji tinggi bukan jaminan kepuasan hidup. Bersyukur, berbagi, dan saling menyayangi, itulah kunci kepuasan hidup.<br \/>\nKaya raya bukan jaminan hidup terhormat. Tapi jujur, sopan, murah hati, dan menghargai sesama, itulah kunci hidup terhormat.<br \/>\nHidup berfoya-foya bukan jaminan banyak sahabat. Tapi setia kawan, bijaksana, mau menghargai, menerima teman apa adanya dan suka menolong, itulah kunci banyak sahabat.<br \/>\nSatpam dan tembok rumah yang kokoh bukan jaminan hidup tenang. Hati yang damai, penuh kasih dan tiada kebencian itulah kunci ketenangan dan rasa aman.<br \/>\nObat dan vitamin bukan jaminan hidup sehat. Jaga ucapan, jaga hati, istirahat cukup, makan dengan gizi seimbang dan olahraga yg teratur, itulah kunci hidup sehat.<br \/>\nKosmetik bukan jaminan kecantikan. Tapi semangat, kasih, ceria, ramah, dan senyuman, itulah kunci kecantikan.<br \/>\nHidup kita itu sebaiknya ibarat \u201cbulan dan matahari\u201d Dilihat orang atau tidak, ia tetap bersinar. Dihargai orang atau tidak, ia tetap menerangi. Diterimakasihi atau tidak, ia tetap berbagi.<br \/>\nSuami, istri, anak, jabatan, harta adalah \u201ctitipan sementara\u201d. Terus belajar untuk bersyukur dengan keadaanmu. Karena Anda tidak akan tahu kapan Sang Pemilik Raga akan datang dan mengatakan pada Anda, \u201cIni saatnya pulang!\u201d dan memaksa Anda meninggalkan apa pun yang Anda cintai, dan Anda banggakan.\u201d<\/p>\n<p>Selamat hari Jumat. Mari mengumpulkan harta surgawi, iman-harap-kasih kita kepada Tuhan dan sesama.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 20 Jun 2025<br \/>\nJumat Pekan Biasa XI<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mat 5:3<br \/>\nBacaan Injil: Mat 6:19-23<br \/>\n************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMat 5:3<br \/>\nBerbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah,<br \/>\nkarena milik merekalah Kerajaan Allah.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 6:19-23<br \/>\nDi mana hartamu berada,<br \/>\ndi situ pula hatimu.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Dalam khotbah di bukit, berkatalah Yesus,<br \/>\n&#8220;Janganlah kalian mengumpulkan harta di bumi;<br \/>\nngengat dan karat akan merusakkannya,<br \/>\ndan pencuri membongkar serta mencurinya.<br \/>\nTetapi kumpulkanlah bagimu harta di surga.<br \/>\nDi surga ngengat dan karat tidak merusakkannya,<br \/>\ndan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.<br \/>\nKarena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.<\/p>\n<p>Mata adalah pelita tubuh.<br \/>\nJika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu.<br \/>\nJika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu.<br \/>\nJadi jika terang yang ada padamu gelap,<br \/>\nbetapa gelapnya kegelapan itu.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n************<\/p>\n<p>EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA NYIUR MELAMBAI MANADO<\/p>\n<p>KERAKUSAN TERHADAP HARTA MEMBUTAKAN MATA DAN MENGHANCURKAN JIWA<\/p>\n<p>\u201cOrang yang rakus dan serakah terhadap harta pasti akan menghalalkan semua cara untuk mendapatkannya sekalipun itu merugikan bahkan menghancurkan hak dan hidup orang lain. Namun percayalah bahwa kerakusan dan ketamakan akan menghancurkan mata dan hatinya sendiri.\u201d<\/p>\n<p>Yesus mengingatkan kita semua dalam Injil pagi ini:&#8221;Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.&#8221; ( ayat 21 )<\/p>\n<p>Karena itu, inilah yang harus kita lakukan;<\/p>\n<p>&#8211; Keinginan untuk mendapatkan dan memiliki harta yang secukupnya adalah sebuah kewajaran sebagai manusia asalkan didapatkan dengan cara yang halal;<\/p>\n<p>&#8211; \u2060Jangan timbun hartamu tapi bagilah kepada mereka yang memerlukannya maka engkau akan sadar dan bersyukur kepada Tuhan tentang alasan kenapa Tuhan menganugerahkan semua berkat itu bagimu;<\/p>\n<p>&#8211; \u2060Hindarilah hati dan dirimu dari ketamakan dan kerakusan karena semuanya itu walaupun mendatangkan kepuasaan sesaat tapi akan menghancurkan engkau dan hidupmu kelak.<\/p>\n<p>Akhirnya sadarlah bahwa orang yang berbagi dan menolong sesama yang menderita dan susah dengan hartanya adalah mereka yang sedang membangun anak tangganya ke surga dengan hartanya.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas untuk para sahabat.<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.<br \/>\n( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211; Duc in Altum )<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Jumat 20 Juni 2025 Novena Hati Kudus Yesus hari ke 3 Matius 6:19-20 (Mat 6:19-23) Dalam kotbah di bukit, Yesus bersabda, \u201dJanganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-79329","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/79329","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=79329"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/79329\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":79330,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/79329\/revisions\/79330"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=79329"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=79329"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=79329"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}