{"id":79179,"date":"2025-06-17T06:00:52","date_gmt":"2025-06-16T23:00:52","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=79179"},"modified":"2025-06-17T06:00:52","modified_gmt":"2025-06-16T23:00:52","slug":"selasa-17-juni-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=79179","title":{"rendered":"Selasa, 17 Juni 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSelasa 17 Juni 2025<br \/>\nMatius 5:48 (Mat 5:43-48)<br \/>\n\u201dKarena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.&#8221;<\/p>\n<p>Meraih Kesempurnaan<\/p>\n<p>Kita selalu mendengar ungkapan ini: \u201cno body perfect\u201d atau tidak ada orang yang sempurna. Oleh karena itu orang merasa tak perlu mengejar kesempurnaan. Biasa-biasa jo, kata orang Manado. Tidak perlu menggapai lebih dari rata-rata.<br \/>\nOleh semangat pas-pasan ini, kita jadi cepat sekali memaafkan diri atas kelalaian-kelalaian, capaian yang minimal, kerja pas-pasan dan mencintai seadanya. Toh tidak ada yang sempurna.<\/p>\n<p>Dengan berkata, \u201charuslah kamu sempurna\u201d bukan berarti Yesus meminta kita menjadi seorang perfeksionis yang tidak bisa menerima kekurangan dan kegagalan. Yesus menghendaki kita sempurna dalam hal cintakasih dan kemurahan hati, sama seperti Bapa di surga. Agar supaya cinta dan kemurahan hati Allah Bapa terpancar dari peri hidup kita.<br \/>\nUntuk itu kita perlu keluar dari zona nyaman yang berpusat pada diri sendiri, dan memaksimalkan semua talenta dan potensi diri yang telah Tuhan berikan agar kita dapat memberi yang terbaik.<\/p>\n<p>Yesus mencintai kita dengan sempurna. Ia telah mengosongkan diri agar hidup kita penuh melimpah. Ia menjadi miskin agar kita menjadi kaya oleh kasih karunia Allah. Yesus menghendaki kita menjadi seperti Dia dalam mencintai. Kebahagia dan sukacita kita yang sesungguhnya ialah ketika kita semakin mencerminkan cinta Yesus.<br \/>\nBila kita merasa berkekurangan dan belum sempurna, janganlah berhenti belajar, berikhtiar dan berupaya mengembangkan diri. Teruslah berusaha memberi yang terbaik. Percayalah kita bisa produktif seberapapun usia kita dan mampu memberi yang terbaik dari keterbatasan kita.<br \/>\nKita misalnya dapat menjadi pendoa bagi sesama, dan saksi kebaikan Tuhan melalui semangat hidup dan kasih yang tak pernah pudar. Dengan demikian kita terus menjadi saluran berkat Tuhan yang sempurna di balik ketidaksempurnaan kita.<\/p>\n<p>Selamat hari Selasa. Tetaplah semangat, tak jemu berusaha. Yesus selalu hadir menolong kita.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 17 Jun 2025<br \/>\nSelasa Pekan Biasa XI<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 13:34<br \/>\nBacaan Injil: Mat 5:43-48<br \/>\n**************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 13:34<br \/>\nPerintah baru diberikan kepadamu, sabda Tuhan.<br \/>\nKasihilah sesamamu sebagaimana Aku mengasihi kamu.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 5:43-48<br \/>\nKasihilah musuh-musuhmu.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Dalam khotbah di bukit, Yesus berkata,<br \/>\n&#8220;Kalian telah mendengar bahwa disabdakan,<br \/>\n&#8216;Kasihilah sesamamu manusia, dan bencilah musuhmu.&#8217;<br \/>\nTetapi Aku berkata kepadamu, &#8216;Kasihilah musuh-musuhmu,<br \/>\ndan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kalian.&#8217;<br \/>\nKarena dengan demikian<br \/>\nkalian menjadi anak-anak Bapamu yang di surga.<br \/>\nSebab Ia membuat matahari-Nya terbit bagi orang yang jahat,<br \/>\ndan juga bagi orang yang baik.<br \/>\nHujan pun diturunkan-Nya bagi orang yang benar<br \/>\ndan juga bagi orang yang tidak benar.<\/p>\n<p>Apabila kalian mengasihi orang yang mengasihi kalian,<br \/>\napakah upahmu?<br \/>\nBukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?<br \/>\nDan apabila kalian hanya memberi salam kepada saudaramu saja,<br \/>\napakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain?<br \/>\nBukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian?<br \/>\nKarena itu kalian harus sempurna<br \/>\nsebagaimana Bapamu di surga sempurna adanya.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n**************<\/p>\n<p>MENGASIHI DAN MENDOAKAN YANG LAIN, TERUTAMA YANG MEMBENCI DAN MEMUSUHI SAYA, ANDA<br \/>\n(RD. John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng)<\/p>\n<p>Yesus dan hukum Taurat<\/p>\n<p>&#8220;Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yg menganiayai kamu&#8221; (Mat. 5:44). Sabda ini sangat bertentangan dg keinginan manusia pd umumnya: &#8220;Kasihilah sesamamu manusia dan BENCILAH MUSUHMU!&#8221; (Mat. 5:43). Ajakan Yesus utk mengasihi dan mendoakan musuh merupakan ajakan yg baik, karena dgn begitu HIDUP saya, anda (yg memiliki musuh) AKAN MENJADI NYAMAN, DAMAI DAN TENANG. Tidak ada perasaan dendam, tdk lagi ada ketakutan akan pembalasan. Hidup ini SEMAKIN DIRASAKAN RINGAN (tak ada beban) KETIKA HATI SAYA, ANDA DIPENUHI CINTA dan DAMAI.<\/p>\n<p>Mengasihi dan mendoakan sesama termasuk &#8220;musuh&#8221; adalah suatu bentuk kepasrahan dan penyerahan diri, suatu sikap iman, di mana SEGALA PERKARA, PERSOALAN HIDUP, termasuk MUSUH yang dihadapi itu , AKAN DISELESAIKAN, &#8220;DIURUS&#8221; OLEH TUHAN ALLAH (dlm kerjasama dgn saya, anda).<\/p>\n<p>Doa (mendoakan) adalah harapan yg mampu mengubah hati seseorang (musuh) karena saya, anda mengandalkan Tuhan Allah, agar Tuhan Allah sendirilah yang akan MENYAPA hati (musuh).<br \/>\nMengasihi musuh dan mendoakan mereka merupakan tanda KEDEWASAAN ORANG BERIMAN (saya,anda) dalam menyikapi masalah, persoalan hidup (termasuk musuhku, mu).<br \/>\nMemang mengasihi dan mendoakan musuh tidak lantas menyelesaikan soal, masalah, tetapi paling kurang dgn begitu KEBAIKAN YG DIMULAI DARI DIRI SENDIRI akan memunculkan KEADAAN HATI YG BAIK, CARA HIDUP YG BAIK, PEMIKIRAN YG BAIK, SUASANA HATI YG TEDUH TENANG, yg membuat seseorang (saya,anda) MENJADI BIJAKSANA dalam menyelesaikan segala perkara.<br \/>\nJika tidak mengasihi dan tidak mendoakan musuh, saya, anda akan selamanya merasa &#8220;terganggu&#8221;; bisa menganggap musuh sebagai ORANG YG TIDAK BOLEH ADA DI HADAPAN saya, anda. Hidup menjadi tidak nyaman.<\/p>\n<p>Maka kasihilah sesamaku,mu dan doakanlah musuh2 saya, anda, maka hidup saya, anda menjadi aman, tenteram, penuh damai dan sukacita. Selamat mengasihi dan mendoakan orang lain, terutama musuh2ku,mu.<\/p>\n<p>Semoga Allah Tritunggal Mahakudus: Bapa dan Putera dan Roh Kudus (+) memberkati saya, anda sekalian yang selalu mencintai\/mengasihi dan mendoakan orang lain, terutama musuh2 saya, anda. Amin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Selasa 17 Juni 2025 Matius 5:48 (Mat 5:43-48) \u201dKarena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.&#8221; Meraih Kesempurnaan Kita selalu mendengar ungkapan ini: \u201cno body perfect\u201d atau&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-79179","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/79179","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=79179"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/79179\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":79180,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/79179\/revisions\/79180"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=79179"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=79179"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=79179"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}