{"id":79164,"date":"2025-06-16T19:28:57","date_gmt":"2025-06-16T12:28:57","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=79164"},"modified":"2025-06-16T19:28:58","modified_gmt":"2025-06-16T12:28:58","slug":"selasa-17-juni-2025-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=79164","title":{"rendered":"Selasa, 17 Juni 2025"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA \u2013 II Korintus 8:9<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Yesus meski kaya, telah menjadi miskin karena kalian, agar kalian menjadi kaya karena kemiskinan-Nya.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Mengasihi orang yang mengasihi kita tidaklah sulit. Memberi dengan harapan akan menerima kembali belumlah cukup. Baik Paulus maupun Injil mengacu ke arah lain. Kita harus memberi tanpa pamrih dan menghadapi musuh kita dengan belas dan cinta kasih.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PEMBUKA:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa sumber belas dan cinta kasih, berkenanlah mengukir Putra-Mu dalam hati kami dan ajarilah kami melaksanakan cinta kasih-Nya sebagaimana telah diberikan teladannya oleh Putra-Mu Yesus Kristus, \u2026.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus 8:1-9<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cKristus telah menjadi miskin karena kalian.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kalian kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia. Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap, dan meskipun sangat miskin, mereka kaya dalam kemurahan. Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberi menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka. Atas kehendaknya sendiri mereka minta dengan mendesak kami, agar mereka pun diperkenankan ikut memberi pelayanan kepada orang-orang kudus. Dan mereka memberikan lebih banyak daripada yang kami harapkan. Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami. Sebab itu kami mendesak Titus, supaya ia mengunjungi kalian, dan menyelesaikan pelayanan kasih itu sebagaimana ia telah memulainya. Maka sekarang hendaknya kalian kaya dalam pelayanan kasih ini, sebagaimana kalian kaya dalam segala sesuatu: dalam iman, dalam perkataan, dalam pengetahuan, dalam kesungguhan untuk membantu, dan dalam kasihmu terhadap kami. Aku mengatakan hal ini bukan sebagai perintah! Tetapi dengan menunjukkan usaha orang-orang lain untuk membantu, aku mau menguji keikhlasan kasihmu, karena kalian telah mengenal kasih karunia Tuhan kita, Yesus Kristus: Sekalipun kaya, Ia telah menjadi miskin karena kalian, supaya karena kemiskinan-Nya kalian menjadi kaya.<br>Demikianlah sabda Tuhan.<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 146:2.5-6.7.8-9a<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Ref.<\/em>&nbsp;<em>Pujilah Tuhan, hai jiwaku.<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Aku hendak memuliakan Tuhan selama aku hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada.<\/li>\n\n\n\n<li>Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong yang harapannya pada Tuhan, Allahnya: Dialah yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya; yang tetap setia untuk selama-lamanya.<\/li>\n\n\n\n<li>Dialah yang menegakkan keadilan bagi orang yang diperas, dan memberi roti kepada orang-orang yang lapar. Tuhan membebaskan orang-orang yang terkurung.<\/li>\n\n\n\n<li>Tuhan membuka mata orang buta, Tuhan menegakkan orang yang tertunduk. Tuhan mengasihi orang-orang benar, Tuhan menjaga orang-orang asing.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :&nbsp;<em>Alleluya<\/em><br>S : (Yoh 13:34)&nbsp;<em>Perintah baru Kuberikan kepadamu, sabda Tuhan. Kasihilah sesamamu sebagaimana Aku mengasihi kamu.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 5:43-48<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cKasihilah musuh-musuhmu.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dalam khotbah di bukit, Yesus berkata, \u201cKalian telah mendengar bahwa disabdakan, \u2018Kasihilah sesamamu manusia, dan bencilah musuhmu\u2019. Tetapi Aku berkata kepadamu, \u2018Kasihilah musuh-musuhmu, dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kalian\u2019. Karena dengan demikian kalian menjadi anak-anak Bapamu di surga. Sebab Ia membuat matahari-Nya terbit bagi orang yang jahat, dan juga bagi orang yang baik. Hujan pun diturunkan-Nya bagi orang yang benar dan juga bagi orang yang tidak benar. Apabila kalian mengasihi orang yang mengasihi kalian, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Dan apabila kalian hanya memberi salam kepada saudaramu saja, apakah lebihnya dari perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tak mengenal Allah pun berbuat demikian? Karena itu kalian harus sempurna sebagaimana Bapamu di surga sempurna adanya.\u201d<br>Demikianlah Injil Tuhan.<br>U. Terpujilah Kristus.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Para Sahabatku, Saudari-saudara yang dicintai dan mencintai Hati Kudus Yesus.. Salam jumpa bersama Saya, Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Komunitas SCJ Cipinang-Cempedak Jakarta Indonesia.dalam Resi (Renungan singkat) Edisi Selasa, 17 Juni 2025, Pekan Biasa ke sebelas. Semoga Belas Kasih dan Kerahiman dari Hati Yesus yang Maha Kudus memberkati anda semua. Amin.&nbsp;Tema Resi kita kali ini adalah:&nbsp;<strong>\u201c<\/strong><strong>Menjadi Sempurna dalam Kasih<\/strong>.<strong>\u201d&nbsp;<\/strong>Namun sebelumnya, mari kita persiapakan hati dan kita awali permenunga kita dengan tanda kemenangan kristus. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus..<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Para sahabatku, Saudari-saudara yang dikasihi dan mengasihi Hati Yesus. Pada bacaan Injil kali ini, Tuhan Yesus mengajarkan sesuatu yang sangat radikal: \u201cKasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.\u201d Dalam masyarakat yang terbiasa dengan prinsip \u201cmata ganti mata,\u201d seruan ini sangat mengejutkan. Tuhan Yesus memberi teladan kasih yang tidak hanya diberikan kepada orang baik dan menyenangkan, tetapi juga kepada mereka yang menyakiti dan menolak kita. Tuhan Yesus mengundang kita untuk meneladani Allah Bapa di surga yang sempurna adanya yang menerbitkan matahari bagi orang baik dan orang jahat, serta menurunkan hujan bagi orang benar dan tidak benar..\u201d Lalu apa yang bisa kita renungan dari periko yang kita baca hari ini? Saya menawarkan 3 hal saja:<\/h4>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Kasih Tidak Bersyarat adalah Jalan Kekudusan:\u00a0<\/strong>Yesus menantang kita untuk mengasihi tanpa pamrih\u2014tidak hanya mereka yang mengasihi kita, tetapi juga mereka yang sulit kita cintai. Kasih sejati adalah kasih yang tetap hadir, meski tidak dibalas. Pertanyaan refleksi bagi kita: \u201dApakah aku selama ini hanya mencintai orang-orang yang menyenangkan hatiku? Siapa \u201cmusuh\u201d dalam hidupku yang perlu aku doakan hari ini?<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Menjadi Anak Bapa dalam Tindakan Kasih<\/strong>: Tindakan kasih yang melampaui batas duniawi adalah tanda bahwa kita benar-benar anak Allah. Ketika kita memutus rantai kebencian dengan kasih, kita mencerminkan wajah Bapa kepada dunia. Yang menjadi pertanyaan bagi kita: \u201cApakah sikap dan tindakanku sehari-hari mencerminkan belas kasih Bapa kepada semua orang\u2014terutama kepada mereka yang berbeda atau menolak aku?\u201d<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kesempurnaan dalam Kasih Adalah Panggilan Setiap Orang Beriman<\/strong>: Kesempurnaan yang diminta Tuhan Yesus bukan soal moral tanpa cela, tetapi kesempurnaan dalam kasih yang luas, sabar, dan tak kenal batas. Itulah spiritualitas Hati Kudus: kasih yang siap berkorban. Refleksi bagi kita: \u201cApa artinya bagiku untuk \u201cmenjadi sempurna seperti Bapa\u201d dalam realita hidup harianku di komunitas, keluarga, atau pekerjaan?\u201d<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Nah para sahabat, saudari-saudara yang dikasihi dan mengasihi Hati Yesus. Tuhan Yesus memanggil kita untuk masuk ke dalam kasih Bapa yang sempurna yaitu kasih yang tidak memilah dan tidak menuntut balasan. Sebagai murid-murid-Nya dan pewarta Hati-Nya, kita dipanggil untuk menjadi saksi kasih yang tidak lelah mengasihi, bahkan terhadap mereka yang menyakiti kita. Di sanalah kita menemukan identitas terdalam kita: anak-anak Allah yang hidup dari dan dalam kasih-Nya.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Semoga Hati Kudus Yesus senantiasa merajai hati Kita sehingga kita semua disempurnakan dalam kasih kepada sesama. Amin. Tuhan memberkati. Berkah Dalem. Dalam nama bapa dan putra dan roh kudus. Amin<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PENGANTAR PERSEMBAHAN<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa maha pengasih, berkenanlah mewujudkan cinta kasih-Mu kepada kami dalam roti anggur ini. Jadikanlah kami serupa dengan Putra-Mu Yesus Kristus, \u2026.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI \u2013&nbsp; Matius 5:44<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kasihanilah musuh-musuhmu, dan doakanlah mereka yang menganiaya kamu.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa maha pengasih, orang baik dan orang jahat sama-sama Kausinari matahari-Mu, sebab Engkau menghendaki agar semua orang menerima cinta kasih-Mu yang berlimpah. Kami mohon, semoga segala yang kami usahakan ini benar-benar tumbuh dari cinta kasih murni. Demi Kristus, \u2026.<\/h4>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Resi-Selasa-17-Juni-2025-oleh-Br.-Andreas-Gatot-Yudoanggono-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Cipinang-Cempedak-Jakarta-Indonesia.mp3\">Resi-Selasa 17 Juni 2025 oleh Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Komunitas SCJ Cipinang-Cempedak Jakarta Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Sumber <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2025\/06\/15\/selasa-17-juni-2025-hari-biasa-pekan-xi\/\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2025\/06\/15\/selasa-17-juni-2025-hari-biasa-pekan-xi\/<\/a><\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=79164-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_8978\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-79164-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Resi-Selasa-17-Juni-2025-oleh-Br.-Andreas-Gatot-Yudoanggono-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Cipinang-Cempedak-Jakarta-Indonesia.mp3?_=1\" \/><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Resi-Selasa-17-Juni-2025-oleh-Br.-Andreas-Gatot-Yudoanggono-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Cipinang-Cempedak-Jakarta-Indonesia.mp3\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Resi-Selasa-17-Juni-2025-oleh-Br.-Andreas-Gatot-Yudoanggono-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Cipinang-Cempedak-Jakarta-Indonesia.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Resi-Selasa-17-Juni-2025-oleh-Br.-Andreas-Gatot-Yudoanggono-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Cipinang-Cempedak-Jakarta-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=79164-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Resi-Selasa-17-Juni-2025-oleh-Br.-Andreas-Gatot-Yudoanggono-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Cipinang-Cempedak-Jakarta-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"Resi-Selasa-17-Juni-2025-oleh-Br.-Andreas-Gatot-Yudoanggono-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Cipinang-Cempedak-Jakarta-Indonesia.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA \u2013 II Korintus 8:9 Yesus meski kaya, telah menjadi miskin karena kalian, agar kalian menjadi kaya karena kemiskinan-Nya. PENGANTAR:&nbsp; Mengasihi orang yang mengasihi kita tidaklah sulit. Memberi dengan harapan akan menerima kembali&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"audio","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-79164","post","type-post","status-publish","format-audio","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text","post_format-post-format-audio"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/79164","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=79164"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/79164\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":79166,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/79164\/revisions\/79166"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=79164"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=79164"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=79164"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}