{"id":7910,"date":"2016-02-25T21:33:30","date_gmt":"2016-02-25T14:33:30","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=7910"},"modified":"2016-02-25T21:33:30","modified_gmt":"2016-02-25T14:33:30","slug":"jumat-26-februari-2016","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=7910","title":{"rendered":"Jumat, 26 Februari 2016"},"content":{"rendered":"<div class=\"idx_kal_perayaan\">Hari Biasa<br \/>\nPekan II Prapaskah<\/div>\n<div class=\"idx_kal_perayaan\"><\/div>\n<div class=\"idx_kal_alkitab\">\n<div><a href=\"http:\/\/imankatolik.or.id\/alkitabq.php?q=Kej37:3-4;Kej37:12-13;Kej37:17-28;\" target=\"_blank\">Kej. 37:3-4,12-13a,17b-28<\/a>; <a href=\"http:\/\/imankatolik.or.id\/alkitabq.php?q=Mzm105:16-17;Mzm105:18-19;Mzm105:20-21;\" target=\"_blank\">Mzm. 105:16-17,18-19,20-21<\/a>; <a href=\"http:\/\/imankatolik.or.id\/alkitabq.php?q=Mat21:33-43;Mat21:45-46;\" target=\"_blank\">Mat. 21:33-43,45-46<\/a>.<br \/>\nBcO <a href=\"http:\/\/imankatolik.or.id\/alkitabq.php?q=Kel19:1-19;Kel20:18-21;\" target=\"_blank\">Kel. 19:1-19; 20:18-21<\/a><\/div>\n<div><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"idx_kal_pakaian\">\n<div>warna liturgi Ungu<\/div>\n<\/div>\n<div><iframe loading=\"lazy\" src=\"http:\/\/dailyfreshjuice.net\/?powerpress_pinw=5929-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/div>\n<div>\n<p class=\"style136\" align=\"justify\"><span class=\"style137\">Santo Alexandros, Pengaku Iman <\/span><\/p>\n<p class=\"style136\" align=\"justify\">Alexandros dikenal sebagai Patrik kota Aleksandria, Mesir pada abad ke 4 yang gigih membela Gereja dan ajaran yang benar dari rongrongan Arianisme yang menyangkal ketuhanan Yesus.<\/p>\n<p><span class=\"style137\">Santo Didakus Carvalho, Martir <\/span><\/p>\n<p class=\"style136\" align=\"justify\">Didakus lahir di Koimbra, Portugal pada tahun 1578. Walaupun masih muda, ia senang sekali dengan kegiatan kegiatan kerohanian gereja, punya semangat merasul yang tinggi serta berhasrat menjadi misionaris di tanah misi agar bisa mengalami kejadian kejadian istimewaseperti yang dialami oleh para misionaris misionaris. Cita\u00a0 citanya ini tercapai pada tahun 1608, tatkala ia tiba di Jepang sebagai seorang imam misionaris. Didakus dikenal sebagai seorang misionaris Yesuit yang unggul. Ia baik dan ramah kepada umatnya, tidak segan terhadap pekerjaan dan perjalanan yang sukar, dan tidak takut menderita. Semua tantangan yang menimpanya bukan alasan untuk mengabaikan tugas pelayanannya kepada umat demi keselamatan mereka dan demi kemuliaan Allah, sebagaimana terungkap di dalam semboyan Serikatnya: Ad Majorem Dei Gloriam (Demi kemuliaan Allah yang lebih besar).<\/p>\n<p class=\"style136\" align=\"justify\">Didakus terutama mewartakan Injil di propinsi-propinsi yang belum pernah mendengar tentang nama Yesus Kristus dan Injil Nya, dan mendirikan Gereja di wilayah\u00a0 wilayah itu. Selain berkarya di Jepang, Didakus juga mewartakan Injil di negeri\u00a0 negeri lain. Penangkapan dan hukuman mati atas dirinya pada tahun 1624 terjadi tatkala ia baru saja kembali dari suatu perjalanan misinya ke luar negeri.<\/p>\n<p class=\"style136\" align=\"justify\">Hukuman mati atas dirinya berlangsung amat keji. Ketika itu musim dingin. Ia dibenamkan ke dalam air sungai yang hampir beku. Setelah seluruh tubuhnya membeku, ia dikeluarkan dari air untuk disesah hingga babak belur, lalu ditenggelamkan lagi ke dalam sungai. Namun Tuhan menyertainya. Martir suci ini, meski penderitaannya hebat menimpa dirinya, ia toh tetap gembira dan menyanyikan lagu\u00a0 lagu mazmur dan menghibur orang\u00a0 orang serani yang datang menyaksikan pelaksanaan hukuman mati atas dirinya. Setelah 12 jam lamanya mengalami penderitaan, Didakus menghembuskan napas terakhirnya sebagai seorang Martir Kristus yang gagah berani pada usia 46 tahun.<\/p>\n<p class=\"style136\" align=\"justify\">Sumber<br \/>\nhttp:\/\/imankatolik.or.id\/kalender\/26Feb.html<br \/>\nhttp:\/\/dailyfreshjuice.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/FJ2016-02-26-MEMBERIKAN-YG-TERBAIK-RM-HADY-SETIAWAN.mp3<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hari Biasa Pekan II Prapaskah Kej. 37:3-4,12-13a,17b-28; Mzm. 105:16-17,18-19,20-21; Mat. 21:33-43,45-46. BcO Kel. 19:1-19; 20:18-21 warna liturgi Ungu Santo Alexandros, Pengaku Iman Alexandros dikenal sebagai Patrik kota Aleksandria, Mesir pada abad ke 4 yang&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7613,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-7910","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/Kerahiman-Allah.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7910","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7910"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7910\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7915,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7910\/revisions\/7915"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/7613"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7910"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7910"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7910"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}