{"id":78783,"date":"2025-06-09T09:48:58","date_gmt":"2025-06-09T02:48:58","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=78783"},"modified":"2025-06-09T09:48:58","modified_gmt":"2025-06-09T02:48:58","slug":"senin-09-juni-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=78783","title":{"rendered":"Senin, 09 Juni 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSenin 09 Juni 2025<br \/>\nPeringatan St Maria Bunda Gereja<br \/>\nYohanes 19:25-27 (19:25-34)<br \/>\nDekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena. Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: &#8220;Ibu, inilah, anakmu!&#8221; Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: &#8220;Inilah ibumu!&#8221; Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.<\/p>\n<p>Bunda Maria Setia Menemani Semua Murid Yesus<\/p>\n<p>Sehari sesudah Gereja merayakan Pesta Pentakosta, kita diajak merayakan peringatan \u2018St Maria Bunda Gereja.\u2019<br \/>\nMaksud peringatan ini ingin mengingatkan kita bahwa sejak Gereja Perdana, Bunda Maria telah menjadi Bunda para murid Yesus. Ia ada bersama Para Rasul ketika Roh Kudus dicurahkan pada pesta Pentakosta. Kis 1:14 berkata, \u201cMereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.\u201d<\/p>\n<p>Kita tahu bersama bahwa ketika Yesus disalibkan, murid-murid Yesus telah lari meninggalkan Dia, tetapi tidak bundaNya Maria. Bunda Yesus tetap setia mengikuti Yesus di jalan salibNya, sebagaimana ia telah setia mengandung dan membesarkan Yesus.<br \/>\nBunda Maria ikut merasakan derita putraNya saat memanggul salib ke Golgota. Ia ikut menemani Yesus untuk memberi kekuatan. Seakan Maria berujar dalam hatinya untuk Yesus, \u201cbertahanlah Nak, ini ibuMu akan terus menemanimu. Penuhilah perintah BapaMu untuk menebus seluruh umat manusia dengan salibMu!\u201d<\/p>\n<p>Bunda Maria adalah ibu Yesus sekaligus Bunda kita semua, Bunda Gereja. Yesus telah mengalami bahwa BapaNya di surga telah memberiNya seorang ibu yang luar biasa baik hati, perkasa dan tabah menghadapi sengsara dan derita. Karena itu Yesus memberikan BundaNya menjadi Bunda kita dengan bersabda, \u201cIbu, inilah anakmu.\u201d Dan kepada kita, \u201cInilah ibumu.\u201d<br \/>\nBunda Maria tetap menjadi Bunda kita sampai kapanpun, sebagaimana Yesus adalah Tuhan kita selamanya. Dalam Kitab Wahyu bab 12, yang mengisahkan kisah akhir zaman, Bunda Maria disebut khusus sebagai Ratu Surgawi, dengan mahkota dari 12 bintang. Ia menjadi Ibu Surgawi kita selamanya.<\/p>\n<p>\u201dBapa di surga, terimakasih tak terhingga karena telah memilihkan Maria menjadi Bunda Yesus. Dan Yesus Tuhan kami telah memberikan BundaNya menjadi Bunda kami.<br \/>\nBunda Maria, Mempelai Roh Kudus, doakanlah kami pada Yesus Puteramu agar kami tak pernah kekurangan anggur sukacita dan anggur kasih karunia Allah. Doakanlah kami dari surga agar kami tabah dan setia mengikuti Yesus Puteramu. Amin.\u201d<\/p>\n<p>Semangat Senin, Yesus tak pernah membiarkan kita jalan sendiri, IbuNya menemani kita.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 09 Jun 2025<br \/>\nSenin Hari Biasa<br \/>\nPF S. Efrem, Diakon dan Pujangga Gereja<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 19:25-34<br \/>\n*************<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 19:25-34<br \/>\nInilah ibumu.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Waktu Yesus bergantung di salib,<br \/>\ndekat salib itu berdiri ibu Yesus,<br \/>\ndan saudara ibu Yesus, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena.<br \/>\nKetika Yesus melihat ibu-Nya<br \/>\ndan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya,<br \/>\nberkatalah Ia kepada ibu-Nya, &#8220;Ibu, inilah anakmu!&#8221;<br \/>\nKemudian kata-Nya kepada murid-Nya, &#8220;Inilah ibumu!&#8221;<br \/>\nDan sejak sat itu<br \/>\nmurid itu menerima ibu Yesus di dalam rumahnya.<\/p>\n<p>Sesudah itu,<br \/>\nkarena tahu bahwa segala sesuatu telah selesai,<br \/>\nberkatalah Yesus,<br \/>\n&#8212; supaya genapah yang ada tertulis dalam Kitab Suci &#8212;<br \/>\n&#8220;Aku haus!&#8221;<\/p>\n<p>Di situ ada suatu wadah penuh anggur asam.<br \/>\nMaka mereka mencelupkan bunga karang dalam anggur asam itu,<br \/>\nmencucukkannya pada sebatang hisop,<br \/>\nlalu mengunjukkannya ke mulut Yesus.<br \/>\nSesudah meminum anggur asam itu,<br \/>\nberkatalah Yesus, &#8220;Sudah selesai!&#8221;<br \/>\nLalu Yesus menundukkan kepala dan menyerahkan nyawa-Nya.<\/p>\n<p>Karena hari itu hari persiapan,<br \/>\ndan supaya pada hari Sabat<br \/>\nmayat-mayat itu tidak tinggal tergantung<br \/>\npada kayu salib &#8212; sebab Sabat itu adalah hari yang besar &#8212;<br \/>\nmaka datanglah para pemuka Yahudi kepada Pilatus<br \/>\ndan meminta kepadanya<br \/>\nsupaya kaki orang-orang itu dipatahkan,<br \/>\ndan jenazah-jenazahnya diturunkan.<br \/>\nLalu datanglah prajurit-prajurit<br \/>\ndan mematahkan kaki orang yang pertama<br \/>\ndan kaki orang yang lain<br \/>\nyang disalibkan bersama-sama dengan Yesus.<br \/>\nTetapi ketika mereka sampai kepada Yesus<br \/>\ndan melihat bahwa Ia telah mati,<br \/>\nmereka tidak mematahkan kaki-Nya,<br \/>\ntetapi seorang dari antara prajurit itu<br \/>\nmenikam lambung-Nya dengan tombak,<br \/>\ndan segera mengalir keluar darah dan air.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n**************<\/p>\n<p>INILAH ANAKMU! INILAH IBUMU!<br \/>\n(RD. John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng)<\/p>\n<p>Yesus disalibkan<\/p>\n<p>&#8220;Dan dekat salib Yesus (bergantung), BERDIRI IBUNYA dan saudara ibuNya, Maria, isteri Kleopas dan Maria Magdalena. Ketika Yesus melihat ibuNya dan murid yang dikasihiNya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibuNya: &#8216;IBU, INILAH ANAKMU!&#8217; Kemudian kataNya kepada muridNya (kepada saya, anda juga), &#8220;INILAH IBUMU!&#8217; Dan sejak saat itu murid itu (saya,anda juga) MENERIMA DIA (Maria) di dalam rumahnya (rumah saya, anda)&#8221; (Yoh. 19:25-27).<\/p>\n<p>Pada peristiwa penyaliban Tuhan Yesus, Maria ada di kaki salib Tuhan Yesus dan Yohanes hadir juga di kaki salib Tuhan Yesus tetapi posisinya DI SAMPING Maria. Maria dan Yohanes (murid yang dikasihiNya, saya, anda juga) &#8220;menderita&#8221; karena penyaliban Tuhan Yesus. Tuhan Yesus yang lebih menderita dari mereka (saya,anda) tetap memberikan peneguhan dari atas salib agar Maria dan murid yang dikasihi (saya,anda sekalian) hidup bersama, hidup bersatu untuk saling meneguhkan dan menguatkan. Tuhan Yesus sudah menyerahkan Maria BundaNya menjadi Ibu Yohanes, Ibu saya, anda semua, ibu Umat Allah, Ibu Gereja dan telah menyerahkan Yohanes (saya,anda semua) kepada Maria sebagai anaknya.<\/p>\n<p>Hari ini Gereja Katolik merayakan Pesta Santa Perawan Maria, Bunda para rasul, Bunda Gereja, Bunda Umat Allah, Bunda saya, anda sekalian. Pesta ini mau mengajak saya, anda sekalian untuk selalu hidup bersama dan bersatu dengan Bunda Maria dalam menghadapi berbagai peristiwa &#8220;penyaliban&#8221; dalam hidup ini. Saya, anda hendaknya selalu BERDOA bersama Bunda Maria dan memohon bantuan Doa Bunda Maria kepada Tuhan Yesus, agar Tuhan Yesus meneruskan doa2 saya, anda kepada Bapa di surga agar bisa dikabulkan oleh Bapa di surga berkat pengantaraan Yesus Kristus PuteraNya. Saya, anda hendaknya selalu hudup &#8220;serumah&#8221; dengan Maria dalam kehidupan sehari2.<\/p>\n<p>Selamat Pesta SP Maria Bunda Gereja, Bunda Umat Allah, Bunda saya, anda. St. Maria Bunda Gereja, doakanlah kami!<\/p>\n<p>Semoga, dengan PERTOLONGAN DOA Bunda Maria dan St. Yosef, Allah Tritunggal Mahakudus (+) memberkati saya, anda sekalian yang menerima Bunda Maria dalam rumah hati, hidup, karya saya, anda. Amin<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Senin 09 Juni 2025 Peringatan St Maria Bunda Gereja Yohanes 19:25-27 (19:25-34) Dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena. Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-78783","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/78783","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=78783"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/78783\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":78784,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/78783\/revisions\/78784"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=78783"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=78783"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=78783"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}