{"id":78651,"date":"2025-06-07T10:19:39","date_gmt":"2025-06-07T03:19:39","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=78651"},"modified":"2025-06-07T11:44:43","modified_gmt":"2025-06-07T04:44:43","slug":"sabtu-07-juni-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=78651","title":{"rendered":"Sabtu, 07 Juni 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSabtu 07 Juni 2025<br \/>\nNovena Roh Kudus Hari Ke 9<br \/>\nYohanes 21:21-22 (Yoh 21:20-25)<br \/>\nKetika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: &#8220;Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?&#8221; Jawab Yesus: &#8220;Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku.&#8221;<\/p>\n<p>Jangan KEPO<\/p>\n<p>Mau cari tahu urusan orang lain, dalam bahasa gaul disebut KEPO. Ini adalah sebuah singkatan dalam bahasa Inggris: \u201cKnowing Every Particular Object\u201d artinya ingin tahu setiap hal khusus.<br \/>\nDalam Injil hari ini, diceritakan bahwa Petrus tergoda juga untuk \u2018kepo\u2019 mengenai Yohanes, karena kedekatannya dengan Yesus. Ada pula unsur cemburu dalam diri Petrus yang merasa Yesus lebih memperhatikan Yohanes.<\/p>\n<p>Peduli akan orang lain tentulah baik. Tapi kalau ingin mencampuri urusan orang lain alias \u2018kepo\u2019 yang berlebihan tentulah tidak baik. Apalagi bila ingin tahu sesuatu yang negatif dan kelemahan orang lain. Dari sana muncul gosip dan segala turunannya. Ujungnya adalah penghakiman oleh jari yang selalu menunjuk kesalahan dan kekurangan orang lain.<\/p>\n<p>Yesus mengajak Petrus untuk lebih melihat ke dalam diri sendiri, apa saja yang perlu untuk membangun relasi yang lebih intim dengan Yesus agar setia mengikuti Dia.<br \/>\nKalau kita yakin bahwa Tuhan memandang istimewa diri kita karena kita adalah orang pilihan, bukan berarti kita menjadi lebih istimewa dari orang lain.<br \/>\nKalau kita diberi lebih, bukan berarti yang lain kurang diberi. Jangan sampai kita merasa hebat karena menerima lebih, atau sebaliknya merasa cemburu dan iri hati karena mendapatkan kurang dibanding orang lain.<\/p>\n<p>Sulit bagi kita untuk bersyukur dan bahagia karena \u201cbaper\u201d (terbawa perasaan). Mari kita bersyukur menjadi pengikut Yesus bersama dengan semua saudara yang lain. Kita saling bersaudara, berjalan bersama melayani Tuhan. Jauhkan keinginan untuk menang sendiri atau besar sendiri, selalu bahagia ada bersama umat beriman lainnya.<\/p>\n<p>Selamat berakhir pekan. Jangan lupa bersyukur dan bahagia.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 07 Jun 2025<br \/>\nSabtu Paskah VII<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 16:7.13<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 21:20-25<br \/>\n****&#8221;********<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 16:7.13<br \/>\nAku akan mengutus Roh Kebenaran kepadamu, sabda Tuhan.<br \/>\nIa akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 21:20-25<br \/>\nDialah murid, yang telah menuliskan semuanya ini,<br \/>\ndan kesaksiannya itu benar.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Setelah Yesus yang bangkit berkata kepada Petrus, &#8220;Ikutlah Aku,&#8221;<br \/>\nPetrus berpaling dan melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus<br \/>\nsedang mengikuti mereka,<br \/>\nyaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama<br \/>\nduduk dekat Yesus;<br \/>\ndia inilah yang berkata,<br \/>\n&#8220;Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?&#8221;<br \/>\nKetika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus,<br \/>\n&#8220;Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?&#8221;<br \/>\nJawab Yesus,<br \/>\n&#8220;Jikalau Aku menghendaki,<br \/>\nsupaya ia tinggal hidup sampai Aku datang,<br \/>\nitu bukan urusanmu.<br \/>\nTetapi engkau, ikutlah Aku.&#8221;<\/p>\n<p>Maka tersebarlah kabar di antara saudara-saudara itu,<br \/>\nbahwa murid itu tidak akan mati.<br \/>\nTetapi Yesus tidak mengatakan kepada Petrus,<br \/>\nbahwa murid itu tidak akan mati,<br \/>\nmelainkan,<br \/>\n&#8220;Jikalau Aku menghendaki<br \/>\nsupaya ia tinggal hidup sampai Aku datang,<br \/>\nitu bukan urusanmu.&#8221;<\/p>\n<p>Dialah murid, yang memberi kesaksian tentang semuanya ini,<br \/>\ndan yang telah menuliskannya;<br \/>\ndan kita tahu, bahwa kesaksiannya itu benar.<\/p>\n<p>Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus,<br \/>\ntetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu,<br \/>\nmaka agaknya dunia ini tidak dapat memuat<br \/>\nsemua kitab yang harus ditulis itu.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n*************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201dTuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?&#8221; Jawab Yesus: &#8220;Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku.\u201d (Yoh 21: 21b \u2013 22)<\/p>\n<p>Di akhir Injil Yohanes, kita mendengar Yesus berkata kepada Petrus, \u201cIkutlah Aku.\u201d Ini adalah undangan yang lembut namun tegas \u2014 sebuah panggilan pribadi. Petrus, seperti kita semua, tergoda untuk \u201ckepo\u201d, bertanya, \u201cBagaimana dengan dia?\u201d Namun Yesus mengalihkan pandangannya: \u201cApa urusanmu dengan itu? Ikutlah Aku.\u201d Inilah jalan kemuridan, mengikuti Dia \u2014 bukan untuk membandingkan, bukan untuk bersaing, tetapi untuk mengikuti Yesus dalam perjalanan kita masing-masing yang unik.<\/p>\n<p>Betapa sering kita membuang energi dengan melihat orang lain: mengukur, menghakimi, iri hati. Hal itu akan merampas damai dan sukacita kita. Yesus mengundang kita untuk fokus bukan pada kisah orang lain, tetapi pada rencana yang telah Ia tulis dengan penuh kasih untuk kita masing-masing. Marilah kita tidak membiarkan diri terjebak dalam godaan untuk selalu membandingkan, atau begitu terobsesi dengan kehidupan orang lain hingga mengabaikan hati kita sendiri.<\/p>\n<p>Selain itu, hari-hari kita yang gaduh dengan gosip \u2014 betapa besar kerusakan yang ditimbulkannya! Kata-kata yang diucapkan di belakang punggung, penilaian yang diberikan tanpa belas kasihan\u2026 Hal-hal ini melukai komunitas dan individu-individu. Mari kita mohon kepada Tuhan agar kita dikaruniai roh kedamaian, agar kita dapat menemukan sukacita bukan dalam rumor, tetapi dalam kebenaran. Gosip akan pudar. Kasih Allah abadi.<\/p>\n<p>Akhirnya, mari kita renungkan saat-saat di mana Allah telah menyentuh hidup kita. Ingatlah anugerah-anugerah, bisikan-bisikan lembut Roh Kudus, saat-saat anda merasa sungguh dicintai. Ini bukan fantasi \u2014 ini adalah perjumpaan dengan Allah yang hidup. Luangkan waktu untuk menuliskannya. Menulis membantu kita melihat bahwa hidup kita adalah kisah suci di tangan Allah.<\/p>\n<p>Jadi hari ini, dengarkan kembali panggilan Yesus: \u201cIkutlah Aku.\u201d Bukan jalan orang lain. Jalanmu. Dan tapakilah dengan sukacita, dengan damai, dan dengan syukur kepada Allah yang berjalan di sampingmu.<\/p>\n<p>Datanglah ya Roh Kudus, berikanlah kami damai sejahtera-Mu, berkat-Mu, penghiburan-Mu, ketenangan dan kebijaksanaan-Mu; sehingga kami mampu menapaki jalan Yesus Sang Guru dalam sukacita. Amin.<\/p>\n<p>Selamat berakhir pekan. Doakan para imam. \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764\ufe0f<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"3WjYuW2Gux\"><p><a href=\"https:\/\/heypasjon.com\/tetapi-engkau-ikutlah-aku\/\">TETAPI ENGKAU: IKUTLAH AKU!<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;TETAPI ENGKAU: IKUTLAH AKU!&#8221; &#8212; REMAH SABDA\" src=\"https:\/\/heypasjon.com\/tetapi-engkau-ikutlah-aku\/embed\/#?secret=jXUhRfW2jM#?secret=3WjYuW2Gux\" data-secret=\"3WjYuW2Gux\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Sabtu 07 Juni 2025 Novena Roh Kudus Hari Ke 9 Yohanes 21:21-22 (Yoh 21:20-25) Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: &#8220;Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?&#8221; Jawab&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-78651","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/78651","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=78651"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/78651\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":78673,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/78651\/revisions\/78673"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=78651"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=78651"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=78651"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}