{"id":78411,"date":"2025-06-03T13:20:06","date_gmt":"2025-06-03T06:20:06","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=78411"},"modified":"2025-06-03T13:20:06","modified_gmt":"2025-06-03T06:20:06","slug":"selasa-03-juni-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=78411","title":{"rendered":"Selasa, 03 Juni 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSelasa 03 Juni 2025<br \/>\nPeringatan St Karolus Lwanga dkk, Para Martir dari Uganda, Afrika<\/p>\n<p>Novena Roh Kudus Hari Ke 5<\/p>\n<p>Yohanes 17:1-3 (Yoh 17:1-11a)<br \/>\nYesus menengadah ke langit dan berkata: &#8220;Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau. Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia aInilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.\u201d<\/p>\n<p>Tak Henti Mengenal Dan Mencintai Allah<\/p>\n<p>Kutipan Injil ini adalah doa Yesus bagi murid-muridNya pada saat perjamuan malam terakhir. Dalam doaNya Yesus menyampaikan kerinduan hatiNya agar semua muridNya, semua orang yang percaya kepadaNya, itulah kita semua, tetap bersatu dalam Dia dan memperoleh hidup kekal.<br \/>\nHidup kekal yang dianugerahkan Allah kepada kita, oleh Yesus diwahyukan sebagai pengenalan kita akan Allah yang Maha Pengasih, dan pengenalan kita akan Yesus Putra Allah Penebus dan Penyelamat kita.<\/p>\n<p>Seperti kata pepatah, \u201ctak kenal maka tak sayang\u201d, Yesus ingin agar kita mengenal Allah Tritunggal Mahakudus, dan mencintai Allah dengan sepenuh hati, sepenuh jiwa dan sekuat tenaga. Mencintai Allah berarti juga mencintai sesama seperti Yesus telah mencintai kita.<br \/>\nYesus mendoakan kita setiap hari agar pengenalan kita akan Allah tak pernah berhenti, selalu dibaharui, diperteguh dan terus disegarkan.<br \/>\nIngatlah bahwa di mana ada cintakasih, di situ kita mengenal Allah yang hadir dalam cintaNya. Itu berarti di mana kebencian terus dipelihara, orang tak dapat mengenal kehadiran Allah karena ia hidup terpisah dari Allah. Mencintai berarti juga mengampuni, sama seperti Allah telah mengampuni kita dalam Yesus.<br \/>\nYesus berkata, \u201cdi mana ada 2 atau 3 orang berkumpul dalam namaKu, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.\u201d Itu berarti hidup dalam persekutuan dengan sesama, menandakan kehadiran Yesus. Inilah inti doa Yesus untuk kita agar selalu bersatu hati dan berdoa bersama. Setiap perpecahan dan perselisihan menjauhkan kita dari Yesus dan kita tak dapat mencintaiNya dengan sepenuh hati.<\/p>\n<p>\u201dYa Yesus, jangan biarkan kami terpisah dariMu. Utuslah Roh KudusMu untuk mempersatukan kami, melembutkan hati kami agar kami mampu mengampuni dan mencintai dengan tulus hati. Semoga pengenalan kami akan Dikau, cintaMu yang tak terhingga bagi kami, menyemangati kami untuk tetap bersatu dan saling mendoakan. Amin.\u201d<\/p>\n<p>Selamat hari baru. Doa Yesus menguatkan kita.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 03 Jun 2025<br \/>\nSelasa Paskah VII<br \/>\nPW S. Karolus Lwanga dan teman-temannya, Martir<br \/>\nWarna Liturgi: Merah<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 14:16<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 17:1-11a<br \/>\n************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 14:16<br \/>\nAku akan minta kepada Bapa,<br \/>\ndan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain,<br \/>\nsupaya Ia menyertai kamu selama-lamanya.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 17:1-11a<br \/>\nBapa, permuliakanlah Anak-Mu.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Dalam perjamuan malam terakhir<br \/>\nYesus menengadah ke langit dan berdoa,<br \/>\n&#8220;Bapa, telah tiba saatnya;<br \/>\npermuliakanlah Anak-Mu,<br \/>\nsupaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau.<br \/>\nSama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya<br \/>\nkuasa atas segala yang hidup,<br \/>\ndemikian pula Anak-Mu akan memberikan hidup yang kekal<br \/>\nkepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya.<br \/>\nInilah hidup yang kekal itu,<br \/>\nyaitu bahwa mereka mengenal Engkau,<br \/>\nsatu-satunya Allah yang benar,<br \/>\ndan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.<\/p>\n<p>Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi<br \/>\ndengan jalan menyelesaikan pekerjaan<br \/>\nyang Engkau berikan kepada-Ku untuk kulakukan.<br \/>\nOleh sebab itu, ya Bapa,<br \/>\npermuliakanlah Aku pada-Mu sendiri<br \/>\ndengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.<\/p>\n<p>Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang,<br \/>\nyang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia.<br \/>\nMereka itu milik-Mu<br \/>\ndan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku,<br \/>\ndan mereka telah menuruti firman-Mu.<br \/>\nSekarang mereka tahu,<br \/>\nbahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu<br \/>\nberasal dari pada-Mu.<br \/>\nSebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku<br \/>\ntelah Kusampaikan kepada mereka, dan mereka telah menerimanya.<br \/>\nMereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu,<br \/>\ndan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.<\/p>\n<p>Aku berdoa untuk mereka.<br \/>\nBukan untuk dunia Aku berdoa,<br \/>\ntetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku,<br \/>\nsebab mereka adalah milik-Mu,<br \/>\ndan segala milik-Mu adalah milik-Ku dan milik-Ku adalah milik-Mu,<br \/>\ndan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka.<br \/>\nAku tidak lagi ada di dalam dunia,<br \/>\ntetapi mereka masih ada di dalam dunia,<br \/>\ndan Aku datang kepada-Mu.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n***************<\/p>\n<p>EMBUN ROHANI PAGI DARI STASI OHOIDERTOM<\/p>\n<p>KITA ADALAH MILIK BAPA YANG DISERAHKAN KEPADA PUTRA<\/p>\n<p>\u201dInilah keunggulan kita orang Kristen yakni kita adalah orang-orang pilihan Allah Bapa yang diserahkan kepada Yesus, Sang Putra agar diselamatkan.\u201d<\/p>\n<p>Status dan asal kita dari Allah Bapa ditegaskan oleh Yesus dalam Injil hari ini:\u201cAku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu.&#8221; ( ayat 6 )<\/p>\n<p>Karena itu,<\/p>\n<p>&#8211; Berbanggalah karena kita menjadi pengikut Yesus, Putra Allah;<\/p>\n<p>&#8211; \u2060Status kita sesungguhnya adalah milik dan kepunyaan Allah Bapa;<\/p>\n<p>&#8211; \u2060Kita dipilih dan diserahkan oleh Allah Bapa kepada Yesus, Sang Putra agar diselamatkan;<\/p>\n<p>Karena itu, tetaplah mengimani Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat sampai akhir hidupmu.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas untuk para sahabat.<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua. ( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211; Duc in Altum )<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Selasa 03 Juni 2025 Peringatan St Karolus Lwanga dkk, Para Martir dari Uganda, Afrika Novena Roh Kudus Hari Ke 5 Yohanes 17:1-3 (Yoh 17:1-11a) Yesus menengadah ke langit dan berkata: &#8220;Bapa, telah&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-78411","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/78411","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=78411"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/78411\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":78412,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/78411\/revisions\/78412"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=78411"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=78411"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=78411"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}