{"id":78124,"date":"2025-05-29T15:01:45","date_gmt":"2025-05-29T08:01:45","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=78124"},"modified":"2025-05-29T15:04:17","modified_gmt":"2025-05-29T08:04:17","slug":"proposal-pembangunan-gereja-stasi-fransiskus-xaverius-banjaran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=78124","title":{"rendered":"Proposal Pembangunan Gereja Stasi Fransiskus Xaverius Banjaran"},"content":{"rendered":"<p>Proposal Pembangunan Gereja Stasi Fransiskus Xaverius Banjaran<\/p>\n<p>Gereja Katolik St. Fransiskus Xaverius Banjaran adalah bagian dari pelayanan Paroki Hati Kudus<br \/>\nYesus \u2013 Tegal. Gereja Katolik St. Fransiskus Xaverius Banjaran telah berdiri sejak tahun 1967 di<br \/>\nGedung Gebyar, RT 02 RW 01, Desa Tembok Banjaran, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal.<br \/>\nDi gedung ini dimanfaatkan sebagai kapel sederhana bagi kami untuk melaksanakan ibadah setiap<br \/>\nhari Sabtu, tepatnya pukul 18.00 WIB.<\/p>\n<p>Pada periode awal itu, setiap perayaan ibadah atau ekaristi dilayani oleh imam dari Paroki Hati<br \/>\nKudus Yesus Tegal, yakni Pastor H. Westerkamp, MSC. Setiap hari Sabtu, Pastor H Westerkamp<br \/>\nmelakukan perjalanan dari kota Tegal menuju Gereja Katolik Banjaran untuk melayani ibadah.<br \/>\nDalam perjalanan waktu selanjutnya, tepatnya pada tahun 1971, pelayanan ibadah digantikan oleh<br \/>\nRomo Putu Hardjojo MSC dan Romo-romo selanjutnya, sesuai dengan surat keputusan yang<br \/>\nditerbitkan oleh Bapa Uskup Keuskupan Purwokerto.<\/p>\n<p>Mengingat semakin banyaknya jumlah umat Katolik yang tinggal di Banjaran, gedung gereja<br \/>\npernah direnovasi. Pelaksanaan renovasi didasarkan atas berbagai macam pertimbangan,<br \/>\nkhususnya adalah karena kapasitas gedung sudah tidak cukup menampung umat yang hadir<br \/>\nberibadah. Pada tahun 1995, renovasi dilakukan. Perayaan peresmian gedung yang baru<br \/>\ndilaksanakan pada hari Rabu tanggal 23 Oktober 1996 dihadiri oleh Komandan Batalyon Infanteri<br \/>\n407\/Padmakusuma Bp. Mayor GBRM Soeryo Sutedjo dan Uskup Purwokerto Mgr. Paschalis<br \/>\nHardja Soemarta MSC.<\/p>\n<p>Sejak tahun 1967 hingga saat ini, gedung gereja didirikan di atas lahan tanah milik perorangan dan<br \/>\nbukan milik gereja. Karena bukan berdiri di tanah sendiri, maka kami tidak bisa<br \/>\nmengembangkannya. Lagi pula, saat ini pemilik tanah akan memakainya untuk keperluan pribadi.<br \/>\nOleh karena itu, kami harus segera merelokasi gedung gereja kami agar kegiatan peribadatan kami<br \/>\ntetap berlangsung dengan baik seperti semula. Kami telah memiliki lahan untuk membangun yang<br \/>\nterletak di JI. Raya Barat, gang Petung RT 07 RW 06 Banjaran, Kelurahan Adiwerna, Kecamatan<br \/>\nAdiwerna, Kabupaten Tegal. Oleh karenanya, kami berkehendak untuk mendirikan gedung gereja<br \/>\nyang memadai bagi ibadah umat stasi Banjaran.<\/p>\n<p>Kami telah mendapatkan rekomendasi untuk mendirikan bangunan gereja dari FKUB dengan No.<br \/>\n09.24\/REK\/FKUB.KAB\/VII\/2024 tertanggal 12 Juli 2024, kemudian rekomendasi dari Kemenag<br \/>\ndengan No. 01.4071\/Kk.11.28\/1\/HM.01\/11\/2024 tertanggal 1 November 2024, lalu kami<br \/>\nmengajukan ke Dinas Perijinan dan mendapatkan persetujuan PBG dengan No. SK-PBG-332811-<br \/>\n10042025 &#8211; 003 tertanggal 10 April 2025.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Proposal-Pembangunan-Gereja-Stasi-St.-FX-Banjaran-final.pdf\">Proposal Lengkap<\/a><\/p>\n<p>Tuhan memberkati<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Proposal Pembangunan Gereja Stasi Fransiskus Xaverius Banjaran Gereja Katolik St. Fransiskus Xaverius Banjaran adalah bagian dari pelayanan Paroki Hati Kudus Yesus \u2013 Tegal. Gereja Katolik St. Fransiskus Xaverius Banjaran telah berdiri sejak tahun 1967&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":28971,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"video","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,26,8,28,2],"tags":[],"class_list":["post-78124","post","type-post","status-publish","format-video","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-sekitar","category-pengembangan","category-saluran-berkah","category-sosial","category-tokoh","post_format-post-format-video"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/ki.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/78124","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=78124"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/78124\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":78128,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/78124\/revisions\/78128"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/28971"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=78124"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=78124"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=78124"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}