{"id":77777,"date":"2025-05-23T11:08:16","date_gmt":"2025-05-23T04:08:16","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=77777"},"modified":"2025-05-23T11:08:16","modified_gmt":"2025-05-23T04:08:16","slug":"apakah-ada-perbedaan-antara-perintah-dan-firman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=77777","title":{"rendered":"Apakah Ada Perbedaan Antara Perintah Dan Firman?"},"content":{"rendered":"<p>APAKAH ADA PERBEDAAN ANTARA PERINTAH DAN FIRMAN ? Yoh. 14:21-26 #rehavin<\/p>\n<p>Hari biasa Pekan V Paskah<br \/>\nKis. 14:5-18; Mzm. 115:1-2,3-4,15-16; Yoh. 14:21-26<br \/>\nBcO Why. 19:11-21<\/p>\n<p>Yoh 14:21 Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.&#8221;<\/p>\n<p>Yoh 14:22 Yudas, yang bukan Iskariot, berkata kepada-Nya: &#8220;Tuhan, apakah sebabnya maka Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada kami, dan bukan kepada dunia?&#8221;<\/p>\n<p>Yoh 14:23 Jawab Yesus: &#8220;Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.<\/p>\n<p>Yoh 14:24 Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku.<\/p>\n<p>Yoh 14:25 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu;<\/p>\n<p>Yoh 14:26 tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.<br \/>\n&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<\/p>\n<p>\/ yakobistv \/ iamcm_indo<br \/>\n\/ @salamvinsensian<br \/>\n\/ @congregatiomissionis<br \/>\n\/ @puterikasihindonesia_promo3554<br \/>\nhttps:\/\/cm-indonesia.org\/ &#8211; https:\/\/famvin.org\/ &#8211; https:\/\/cmglobal.org\/en\/<\/p>\n<p>Apa itu CM?<br \/>\nCM ( Congregatio Missionis atau Kongregasi Misi) didirikan oleh St. Vinsensius a Paulo.<br \/>\nCM beranggotakan imam dan bruder yang mengabdikan diri untuk pelayanan bagi orang miskin, pembinaan calon imam, pembinaan awam, pendampingan kaum muda, sekolah dan rumah retret. Para anggota CM hidup berkomunitas.<\/p>\n<p>Apa Semangat CM?<br \/>\nSemangat CM adalah mengenakan semangat Kristus Sang Pewarta Kabar Gembira kepada orang miskin (Luk 4:18). Semangat ini diwujudkan oleh St. Vinsensius a Paulo dalam lima keutamaan, yakni: Kesederhanaan, Kerendahan Hati, Kelembutan Hati, Mati Raga, dan Penyelamatan Jiwa-jiwa.<br \/>\nUntuk menjaga kesetiaan dalam pelayanan kepada orang miskin, imam dan bruder CM mengikrarkan kaul kekal sederhana, yakni KEMURNIAN, KEMISKINAN, KETAATAN dan STABILITAS (=kesetiaan untuk tinggal seumur hidup dalam CM untuk mewartakan Injil kepada orang miskin).<\/p>\n<p>Karya-karya CM di Indonesia<br \/>\nCM berkarya di paroki-paroki di Keuskupan Surabaya, Malang, Jakarta, Banjarmasin, Pontianak, Sintang dan Sorong-Manokwari.<\/p>\n<p>Karya Pembinaan Calon Imam: Seminari Tinggi CM, STFT Widya Sasana (Malang), Seminari Menengah St. Vincentius a Paulo (Garum &#8212; Blitar), Seminari Menengah St. Maria Vianney (Sintang &#8212; Kalimantan Barat).<\/p>\n<p>Karya Persekolahan: SDK St. Aloysius, SMAK St. Louis 1, SMAK St. Louis 2, SMK St. Louis (Surabaya), TKK dan SMPK St. Vincentius (Batulicin &#8212; Banjarmasin).<\/p>\n<p>Karya-karya lain: Pendampingan Misionaris Awam Vinsensian Indonesia (MAVI), Misi Umat Vinsensian (MUV),<\/p>\n<p>Karya Sosial (pendampingan buruh, anak jalanan dan anak-anak miskin, tanggap bencana, dll), karya pertanian, dan misi luar negeri (Taiwan-Cina, Solomon Islands, Papua Nugini, Philadelphia &#8212; Amerika, Suriname, Bolivia).<\/p>\n<p>Tahap-tahap Pembinaan<br \/>\nPostulat: 1 tahun (tahap ini khusus bagi calon yang tidak mengalami pembinaan di Seminari Menengah)<br \/>\nSeminarium Internum (Novisiat): 1 tahun<br \/>\nPendidikan Filsafat dan Teologi (S1): 4 tahun<br \/>\nTahun pastoral: 2 tahun (yaitu satu tahun di paroki dan satu tahun di salah satu karya khas CM [seminari, sekolah, rumah retret, sosial, dsb.])<br \/>\nPendidikan Filsafat dan Teologi (S2): 2 tahun<br \/>\nSetelah semua tahap pembinaan selesai dan dianggap layak, calon ditahbiskan menjadi imam.<br \/>\nSyarat-syarat Masuk CM<br \/>\n1. Telah menyelesaikan Pendidikan di Seminari Menengah<br \/>\n2. Lulus SMA\/SMK, PT\/Akademi\/Diploma atau sudah bekerja<br \/>\n3. Usia Maksimal 35 tahun<br \/>\n4. Punya hati dan niat untuk melayani sesama terutama yang miskin dan terlantar<br \/>\n5. Surat baptis terbaru<br \/>\n6. Surat keterangan sehat (bebas hepatitis)<br \/>\n7. Rekomendasi Pastor paroki<br \/>\n8. Fotokopi ijasah dan raport SMA\/SMK<br \/>\n9. Surat Izin orang tua<br \/>\n10. Persyaratan administrasi lain yang ditentukan (syarat ini akan diinformasikan setelah Saudara menjalani komunikasi dengan CM)<br \/>\nJika Anda tertarik dan merasa terpanggil untuk menjadi Imam atau Bruder CM, silahkan mengirimkan email ke alamat prompang@cm-indonesia.org atau menghubungi alamat di bawah ini:<br \/>\nProvinsialat CM. Jl. Kepanjen No. 9. Surabaya 60175 Indonesia. Telp (031) 3540369, Fax (031) 3538166<\/p>\n<p>Rekening Sumbangan Seminari CM<\/p>\n<p>Mandiri : Cabang Surabaya Darmo Raya<br \/>\n142-00-2709400-1a\/n: Kongregasi Misi (CM) Indonesia<\/p>\n<p>BCA :Cabang Veteran Surabaya<br \/>\n010-4270961a\/n: Kongregasi Misi<\/p>\n<p>Sumber Yakobis TV<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>APAKAH ADA PERBEDAAN ANTARA PERINTAH DAN FIRMAN ? Yoh. 14:21-26 #rehavin Hari biasa Pekan V Paskah Kis. 14:5-18; Mzm. 115:1-2,3-4,15-16; Yoh. 14:21-26 BcO Why. 19:11-21 Yoh 14:21 Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":28971,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"video","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-77777","post","type-post","status-publish","format-video","has-post-thumbnail","hentry","category-kateketik","post_format-post-format-video"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/ki.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/77777","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=77777"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/77777\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":77778,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/77777\/revisions\/77778"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/28971"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=77777"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=77777"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=77777"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}