{"id":77711,"date":"2025-05-22T09:31:47","date_gmt":"2025-05-22T02:31:47","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=77711"},"modified":"2025-05-22T12:59:08","modified_gmt":"2025-05-22T05:59:08","slug":"kamis-22-mei-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=77711","title":{"rendered":"Kamis, 22 Mei 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nKamis 22 Mei 2025<br \/>\nYohanes 15:9-11<br \/>\n*\u201dSeperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.<br \/>\nSemuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.\u201d*<\/p>\n<p>Penuhnya Sukacita Kita Dalam Yesus<\/p>\n<p>Sebagai manusia biasa, kita mesti mengakui betapa mudahnya sukacita dan kebahagiaan kita lepas begitu saja karena tak dapat bertahan lama. Suasana hati kita sangat tergantung mood. Perubahan cuaca saja bisa menghilangkan sukacita kita. Apalagi ketika mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari orang lain, merasa ditolak dan tidak dihargai. Semuanya ini membuat kita kecil hati, sedih, kecewa dan hilang semangat.<br \/>\nDi pihak lain, kita akan bersukacita ketika menerima pujian oleh keberhasipan dan pencapaian kita. Kita merasa bahagia karena dihargai dan mendapatkan puja puji. Namun ketika semuanya itu pergi dan menghilang, hilang juga sukacita kita.<\/p>\n<p>Yesus telah menjadi manusia dan mengalami betapa rapuh hati manusia bila tak punya cinta yang dalam, iman yang teguh, harapan yang kokoh. Yesus ingin agar sukacitaNya ada dalam kita dan sukacita kita menjadi penuh. Sukacita ini tak lekang oleh waktu, tak berubah oleh suasana sekitar, dan tertanam kuat di hati.<br \/>\nSukacita Yesus bersumber dari Allah Bapa yang sangat mencintaiNya. Yesus menghendaki agar sukacitaNya menjadi milik kita seutuhnya karena Ia telah mencintai kita sampai sehabis-habisnya.<br \/>\nKata Paulus, \u201ctidak ada sesuatupun yang akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.\u201d (Rom 8:39).<br \/>\nTinggallah selalu dalam kasih Yesus. Peganglah janjiNya dan jangan biarkan apapun atau siapapun di luar sana mengambil sukacita iman ini dari hidup kita. Apapun yang terjadi, cinta Yesus tak akan berubah.<\/p>\n<p>Selamat hari baru. Biarlah hati kita penuh dengan sukacita oleh janji penyertaan Tuhan sepanjang hari ini.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 22 Mei 2025<br \/>\nKamis Paskah V<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 1-:27<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 15:9-11<br \/>\n**************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 1-:27<br \/>\nDomba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku, sabda Tuhan.<br \/>\nAku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 15:9-11<br \/>\nTinggallah di dalam kasih-Ku, supaya sukacitamu menjadi penuh.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Dalam amanat perpisahan-Nya,<br \/>\nYesus berkata kepada murid-murid-Nya,<br \/>\n&#8220;Seperti Bapa telah mengasihi Aku,<br \/>\ndemikianlah juga Aku telah mengasihi kamu;<br \/>\ntinggallah di dalam kasih-Ku itu.<br \/>\nJikalau kamu menuruti perintah-Ku,<br \/>\nkamu akan tinggal di dalam kasih-Ku,<br \/>\nseperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku<br \/>\ndan tinggal di dalam kasih-Nya.<\/p>\n<p>Semuanya ini Kukatakan kepadamu,<br \/>\nsupaya sukacita-Ku ada di dalam kamu<br \/>\ndan sukacitamu menjadi penuh.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n*************<\/p>\n<p>\u210d<\/p>\n<p>\u201dSeperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya,\u201d (Yoh 15: 9 \u2013 10).<\/p>\n<p>Dapatkah kasih diperintahkan atau dipaksakan? Saya tidak bisa memaksa seseorang untuk mengasihi saya! Kasih dan perintah \u2013 dua kata ini nampak seperti saling berlawanan. Namun, Yesus dalam Injil hari ini berkata, \u201cJikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku.&#8221; Apakah ini terdengar seperti, penuhi persyaratan ini untuk dikasihi oleh Yesus? Tentu saja tidak. Yesus mengasihi kita tanpa syarat; tetapi keputusan untuk menerima atau menolak kasih-Nya sepenuhnya adalah pilihan kita.<\/p>\n<p>Yesus tidak memberikan syarat untuk kasih-Nya. Kasih-Nya kepada kita benar-benar tanpa syarat. Namun, tetap berada di dalam kasih Yesus adalah sebuah pilihan pribadi. Murid-murid dapat memilih untuk tidak tinggal di dalam kasih Yesus dengan menolak untuk mengasihi sesama, sebab Ia telah memerintahkan: \u201cKasihilah seorang akan yang lain seperti Aku telah mengasihi kamu.\u201d<\/p>\n<p>Belajar untuk mengasihi seseorang tanpa mengharapkan imbalan adalah hal yang sulit. Dengan cara yang sama, bagi sebuah komunitas untuk menjadi komunitas yang penuh kasih bahkan lebih menantang lagi. Kuasa dosa, yang tertanam dalam komunitas manusia &#8211; melalui rasa tidak aman, iri hati, persaingan yang tidak sehat dan permusuhan dapat mengintai, tersembunyi tetapi sangat kuat. Tugas ini membutuhkan kejujuran dan keberanian; dan mungkin membutuhkan struktur yang sesuai dan efektif untuk berbagi, membedakan dan mengambil keputusan.<\/p>\n<p>Hanya dengan tetap tinggal di dalam kasih-Nya, dengan percaya dan berserah pada kasih-Nya, para murid dapat berharap untuk mengasihi satu sama lain tanpa syarat. Untuk tinggal dalam kasih-Nya pun, kita para murid-Nya, harus berusaha dari hari ke hari.<\/p>\n<p>Tuhan, berilah kami kekuatan untuk menaati perintah-Mu untuk mengasihi tanpa membeda-bedakan dan tanpa syarat. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas hari ini. Tinggalah dalam kasih-Nya. ! \u2764\ufe0f<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"8qHJmGOz5D\"><p><a href=\"https:\/\/heypasjon.com\/tinggal-dalam-kasih-nya\/\">TINGGAL DALAM KASIH-NYA<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;TINGGAL DALAM KASIH-NYA&#8221; &#8212; REMAH SABDA\" src=\"https:\/\/heypasjon.com\/tinggal-dalam-kasih-nya\/embed\/#?secret=EyzN2ZnpJ7#?secret=8qHJmGOz5D\" data-secret=\"8qHJmGOz5D\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Kamis 22 Mei 2025 Yohanes 15:9-11 *\u201dSeperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku,&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-77711","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/77711","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=77711"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/77711\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":77721,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/77711\/revisions\/77721"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=77711"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=77711"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=77711"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}