{"id":77652,"date":"2025-05-21T09:36:26","date_gmt":"2025-05-21T02:36:26","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=77652"},"modified":"2025-05-21T09:36:26","modified_gmt":"2025-05-21T02:36:26","slug":"rabu-21-mei-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=77652","title":{"rendered":"Rabu, 21 Mei 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nRabu 21 Mei 2025<br \/>\nYohanes 15:5 (Yoh 15:1-8)<br \/>\n\u201dAkulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.\u201d<\/p>\n<p>Bersatu Dengan Yesus Dan Terus Berbuah<\/p>\n<p>Betapa indah dan nyata gambaran yang dilukiskan Yesus mengenai kesatuan dan keintiman relasi kita denganNya. Bagaikan pohon anggur, Yesus adalah pokoknya dan kita adalah ranting-ranting yang menerima hidup dari Sang Pokok Anggur.<br \/>\nKita diberi makan dan minum serta semua nutrisi yang perlu agar sebagai ranting kita tumbuh subur dan menghasilkan buah.<br \/>\nDemikianlah Tuhan memberikan hidupNya agar kita hidup dan menghasilkan buah bagi kemuliaan Tuhan.<br \/>\nBagaimana mungkin kita dapat hidup bila terpisah dari Tuhan? Darimana kita mendapatkan semua energi untuk hidup? Bila Yesus adalah pokok dan kita ranting-rantingnya, bukankah kita semua adalah satu rumpun yang dipersatukan oleh Yesus?<\/p>\n<p>Mari kita hening sejenak, masuk lebih dalam dan membayangkan sebagai ranting yang hidup, kita melekat pada Pokok Anggur. Rasakanlah aliran kasih Yesus mengalir ke dalam diri kita. Tak pernah berhenti bagaikan aliran darah yang mengalir dari jantung ke seluruh bagian tubuh.<br \/>\nAda rupa-rupa karunia Roh KudusNya dialirkan ke sel-sel tubuh kita, untuk kita dapat menjalankan peran kita, dan mengolah semua karunia itu menjadi buah kebaikan.<br \/>\nMari terus tinggal dalam Dia dan menghasilkan buah agar dunia tahu Yesus hidup di dalamku dan aku hidup di dalam Dia.<br \/>\nMari terus produktif berkarya menghasilkan buah-buah kebaikan kemuliaan bagi Tuhan. Biarlah kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri, nampak nyata dalam diri kita.<br \/>\nBetapa hidup kita menjadi begitu berarti karena kita tinggal di dalam Yesus dan Yesus di dalam kita.<\/p>\n<p>Bahagianya tinggal dalam Tuhan, teruslah berbuah.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 21 Mei 2025<br \/>\nRabu Paskah V<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 15:4a.5b<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 15:1-8<br \/>\n************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 15:4a.5b<br \/>\nTinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu, sabda Tuhan.<br \/>\nBarangsiapa tinggal di dalam Aku, ia berbuah banyak.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 15:1-8<br \/>\nBarangsiapa tinggal di dalam Aku, dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Dalam amanat perpisahan-Nya<br \/>\nYesus berkata kepada murid-murid-Nya,<br \/>\n&#8220;Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.<br \/>\nSetiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya,<br \/>\ndan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya<br \/>\nsupaya berbuah lebih banyak.<br \/>\nKamu memang sudah bersih<br \/>\nkarena firman yang telah Kukatakan kepadamu.<\/p>\n<p>Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.<br \/>\nSama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri,<br \/>\nkalau ia tidak tinggal pada pokok anggur,<br \/>\ndemikian juga kamu tidak berbuah,<br \/>\njikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.<br \/>\nAkulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya.<br \/>\nBarangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia,<br \/>\nia berbuah banyak,<br \/>\nsebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.<br \/>\nBarangsiapa tidak tinggal di dalam Aku,<br \/>\nia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering,<br \/>\nkemudian dikumpulkan orang<br \/>\ndan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.<\/p>\n<p>Jikalau kamu tinggal di dalam Aku<br \/>\ndan firman-Ku tinggal di dalam kamu,<br \/>\nmintalah apa saja yang kamu kehendaki,<br \/>\ndan kamu akan menerimanya.<br \/>\nDalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan,<br \/>\nyaitu jika kamu berbuah banyak,<br \/>\ndan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n**************<\/p>\n<p>BERSATU\/MENEMPEL DENGAN POKOK ANGGUR DAN MENGHASILKAN BUAH2 ROH<br \/>\n(RD. John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng)<\/p>\n<p>Pokok anggur yang benar<\/p>\n<p>&#8220;Akulah pokok anggur yg benar.. Setiap ranting padaKu yg tdk berbuah (sy, anda), dipotongNya dan setiap RANTING YG BERBUAH (sy,anda) DIBERSIHKANNYA, spy ia lebih banyak berbuah&#8230;..Akulah pokok anggur dan kamulah (saya, anda) ranting2nya. Barangsiapa TINGGAL DI DALAM AKU dan AKU DI DALAM dia, ia BERBUAH BANYAK, sebab DI LUAR AKU kamu tidak berbuat apa2&#8221;, kata Yesus dalam Injil hari ini (Yoh. 15:1.5).<\/p>\n<p>Sabda Yesus ini mengajak sy, anda untuk merenungkan dan menghayati serta mengamalkan RELASI, KOMUNIKASI, PERSATUAN, kebersamaan, keakraban, kedekatan sy, anda dgn Tuhan Yesus, sebagai Pokok Anggur yg benar dengan BERDOA dan BEKERJA (ORA ET LABORA). Berdoa dan beramal kasih!!!! Berdoa yang standar dan tertinggi dan khas Katolik adalah MENGIKUTI, MERAYAKAN dan MENERIMA SAKRAMEN EKARISTI. Sakramen Ekaristi sama dengan Misa. Misa apa saja! Misa khusus ataupun Misa umum! Misa Harian (fakultatif) ataupun Misa Hari Minggu dan Hari2 yang diwajibkan oleh Gereja Katolik (ada unsur kewajiban\/keharusannya). Di sana ada Ritus transformasi\/konsekrasi &#8220;persembahan&#8221; yang dibawa\/disiapkan sendiri oleh tiap2 umat dengan kuasa atau kekuatan Roh Kudus dan melalui tangan imam menjadi Tubuh dan Darah Kristus (Pokok Anggur), menjadi Sakramen Ekaristi. Di sana ada transformasi penghapusan dosa! Terjadi Penebusan! Dosa diubah menjadi rahmat dan berkat. Di sana terjadi keselamatan! Di sini, pada Ritus ini, Eksristi menjadi SAKRAMEN sehingga dinamakan Sakramen Ekaristi. Maka rajin2lah menerima Sakramen EKARISTI alias Misa!! Harus selalu bersatu dengan Pokok Anggur!!<\/p>\n<p>Sehabis Misa, saya, anda yang sudah bersatu dengan Pokok Anggur, rajin2lah Bekerja atau beramal kasih dengan MELAYANI = berbuat CINTAKASIH sehingga menghasilkan &#8220;buah anggur yang manis&#8221;.<br \/>\nApakah saya, anda MASIH BERSATU DENGAN TUHAN YESUS, SBG POKOK ANGGUR SEHINGGA BISA MENGHASIL BUAH2 ROH?? Buah2 Roh adalah KASIH, SUKACITA, DAMAI SEJAHTERA, KESABARAN, KEMURAHAN, KEBAIKAN, KESETIAAN, KELEMAHLEMBUTAN, PENGUASAAN DIRI (Gal. 5:22-23). Inti dari semua buah Roh itu adalah KASIH, CINTA, mengasihi, mencintai. Lakukanlah semuanya DALAM KASIH (Omnia in caritate, motto Uskup Ruteng). Kasih kp Tuhan, sesama, diri sendiri dan lingkungan alam ciptaan lainnya pasti menghasilkan buah2 roh lainnya seperti disebutkan di atas. SAAT sy, anda BERHENTI berbuat kasih, berhenti mengasihi\/mencintai, SAAT ITU PULALAH SAYA, ANDA TERPISAH DARI POKOK ANGGUR (Tuhan Yesus), saat itu pula saya, anda tidak menghasilkan, mengonsumsi dan menikmati buah2 Roh itu.<\/p>\n<p>Maka jgnlah berhenti berbuat baik, berbuat kasih!! Rajin2lah berbuat baik, kasih!! Jgnlah terpisah dari Pokok Anggur!! Bersatu\/menempellah selalu dgn Tuhan!! Hasilkan buah Roh dalam hidup ini &#8220;di sini dan saat ini&#8221;! Nikmatilah buah Roh itu! Saya, Anda pasti BAHAGIA.<\/p>\n<p>Semoga Allah Tritunggal Mahakudus (+) memberkati saya, anda sekalian yang selalu bersatu\/menempel dengan Pokok Anggur dan selalu menghasilkan buah2 Roh. Amin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Rabu 21 Mei 2025 Yohanes 15:5 (Yoh 15:1-8) \u201dAkulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-77652","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/77652","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=77652"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/77652\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":77653,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/77652\/revisions\/77653"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=77652"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=77652"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=77652"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}